Apa Itu Frekuensi Bunyi?

apa-itu-frekuensi-bunyi

ImanPrabawa.com – Kali ini saya akan membahas mengenai apa itu frekuensi bunyi, teman-teman drummer pasti sudah sangat sering mendengar mengenai istilah frekuensi bunyi ini. Namun ada yang mengerti dan ada juga yang tidak mengerti. Penting untuk kita mengerti dan mengetahui mengenai frekuensi bunyi ini, untuk apa?

Kita bermain drum kan berhubungan dengan audio ya, dan juga pastinya kita nanti akan mengalami yang namanya recording. Nah kalau kita sudah sampai ke tahapan recording, merekam lagu-lagu kita sendiri, disitu teman-teman akan sangat banyak dan sering mendengar istilah frekuensi bunyi ini. Mengapa kita perlu untuk setidaknya mengenal? Agar nanti kita juga bisa memberi masukan kepada sang sound engineer mengenai sound kita inginnya seperti apa.

Apa Itu Frekuensi Bunyi?

Saya akan sedikit mengenai bunyi terlebih dahulu sebelum kita sampai kepada pembahasan mengenai frekuensi bunyi. Nah kalau kita mendengar ada sebuah bunyi, pasti itu hasil dari bergetarnya sebuah benda. Benda bergetar pastinya akan menghasilkan sebuah bunyi. Getaran benda per satuan detik inilah yang kemudian disebut dengan frekuensi bunyi.

Nah getaran sebuah benda dalam satuan detik itu yang kita sebut dengan frekuensi bunyi, dan dinyatakan dalam satuan Hertz (Hz), diambil dari nama seorang fisikawan Jerman yaitu Heinrich Rudolf Hertz.

Jadi kalau sebuah benda bergetar 20 kali dalam satu detik akan menghasilkan suara dengan frekuensi 20 Hertz. Kalau sebuah benda bergetar sebanyak seribu kali maka akan tercipta sebuah suara dengan frekuensi 1000Hz atau 1kHz, nah gambaran mudahnya mengenai frekuensi bunyi adalah seperti itu.

Kalau kita mengerti masalah frekuensi bunyi ini akan memudahkan kita mengerti yang lain. Itu salah satu hal yang sangat ditekankan oleh guru saya pak David Klein, saya dulu sempat belajar di sebuah lembaga yang bernama Lembaga Pendidikan David Klein, atau banyak orang mengenalnya dengan sebutan LPDK. 3 bulan pertama yang diajarkan disana hanya pengenalan apa itu frekuensi bunyi dan hal-hal mendasar lainnya.

Karena menurut pak David kalau kita mengerti dasarnya ini dengan benar, nantinya akan lebih gampang untuk masalah yang intermediate dan advance. Nah kalau kita sebagai drummer, dengan mengerti frekuensi bunyi akan memudahkan kita nantinya berbicara dengan sound engineer dan untuk menyampaikan keinginan kita akan sound drum kita. Kita akan berbicara dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh sound engineer, sehingga dia nanti akan lebih mudah juga mengaplikasikannya ke sound drum kita berdasarkan keinginan kita.

Nanti saya akan coba membagi-bagi ke dalam kategori, seperti misalnya yang kita sering sebut dengan frekuensi low itu berada pada 20 Hz hingga 250 Hz, nanti akan saya buat detail dibawah ini. Juga banyak yang masih ngga tau kalau ‘Presence’ itu juga frekuensi. Kemarin soalnya saya baru saja ngetake-in seorang gitaris dan dia bertanya presence itu apaan sih?? Padahal dia adalah seorang gitaris yang handal.

Wajar sih kalau seorang musisi tidak tahu mengenai hal itu, karena mereka kan memang tidak mempelajarinya. Makanya disini saya akan sharing ke teman-teman sekalian.

Frekuensi itu sebenarnya merambat secara 3 dimensi, namun untuk memudahkan kita belajar, maka bunyi dipetakan ke dalam bentuk 2 dimensi, yang kalau kita lihat dari gambar dibawah ini, sebuah sinewave akan terlihat seperti dibawah ini

Sinewave

Gambar diatas adalah gambar sebuah sinewave dimana kalau kita lihat pada gambar di atas, yang disebut dengan satu panjang gelombang adalah dari titik a ke titik b.

Nah kalau kita melihat pada gambar diatas ada dua buah gelombang yang terjadi. Dua gelombang dalam satu detik berarti kita menyebutnya dengan frekuensi 2 Hertz (Hz). Semakin tinggi frekuensi sebuah bunyi maka akan semakin banyak jumlah gelombangnya. Contoh 1000 Hertz itu berarti dalam 1 detik kan benda tersebut bergetar seribu kali, atau ada 1000 gelombang dalam 1 detik. Kalau kita mengacu pada gambar di atas, bearti akan ada 1000 gambar gelombang, dan bukan hanya 2 saja. Dua itu tadi kan hanya sekedar contoh saja.

Semakin kecil nilai sebuah frekuensi bunyi maka banyak gelombangnya juga makin sedikit, namun panjang satu gelombangnya akan menjadi sangat panjang. Dan semakin banyak nilai sebuah frekuensi bunyi maka banyaknya gelombang yang dihasilkan juga akan makin banyak pula, namun jarak per satu gelombangnya akan menjadi semakin pendek. Kita lihat ilustrasinya pada foto dibawah ini.

frekuensi-bunyi-gabungan

Kalau kita lihat pada gambar a, di gambar a tersebut mempunyai satu panjang gelombang, yaitu satu bukit dan satu lembah, jadi frekuensinya untuk yang gambar a adalah 1 Hertz. Sedangkan yang gambar kedua atau gambar b kita lihat ada 3 gelombang suara, jadi yang gambar b bisa dikatakan frekuensinya adalah 3 Hertz. Sementara yang terakhir atau gambar c kita melihat ada 5 buah gelombang disitu, jadi kalau kita tuliskan frekuensinya untuk gambar c maka frekuensinya adalah 5 Hertz.

Biasanya banyaknya getaran dalam satu detik yang dihasilkan sebuah benda korelasi atau hubungannya adalah semakin banyak getaran dalam satu detik yang mengakibatkan juga semakin besar nilai Hertznya, maka pitch atau tinggi nadanya akan menjadi lebih tinggi.

Kalau kita membicarakan mengenai masalah frekuensi ada yang disebut dengan frekuensi fundamental dan frekuensi harmonik. Nah apa lagi sih itu? Frekuensi fundamental adalah frekuensi yang menentukan nadanya, sementara frekuensi harmonik adalah frekuensi yang mengikuti nada dasarnya. Frekuensi harmonik ini nantinya akan berpengaruh terhadap warna suara dari nada yang dihasilkan tersebut atau kita mengenalnya sebagai timbre.

Itulah mengapa kalau kita memainkan misalnya nada A pada gitar dan piano, dimana nada A tersebut pada gitar atau pada piano sama-sama pada frekuensi 440 Hz namun kita tetap bisa membedakan mana nada A yang berasal dari piano, dan mana nada A yang berasal dari gitar. Kenapa? Karena ada warna suaranya kan? Kita bisa mengenali, oh yang ini mah suara gitar, yang itu mah suara piano. Kira-kira seperti itu.

Tadi kan kita sudah membahas mengenai rentang frekuensi yang bisa didengar oleh manusia, yaitu dari 20 Hertz hingga 20.000 Hertz. Nah ini bisa kita klasifikasikan lagi untuk memudahkan kita, yaitu menjadi High, Mid dan Low atau detailnya kira-kira seperti ini :

  1. High – frekuensi diatas 3.5kHz
  2. Mid – frekuensi antara 250Hz dan 3.5Hz
  3. Low – frekuensi dibawah 250Hz

Kalau kita buat lebih spesifik lagi, ada nama-nama lagi yang kita kenal, seperti misalnya :

  1. Brilliance – frekuensi diatas 6kHz
  2. Presence – frekuensi antara 3.5-6kHz
  3. Upper Midrange Рfrekuensi  antara 1.5-3.5kHz
  4. Lower Midrange – frekuensi antara 250Hz-1.5kHz
  5. Bass – frekuensi antara 60-250Hz
  6. Sub Bass – frekuensi dibawah 60Hz

Nah kira-kira seperti itu, semoga sharing saya mengenai apa itu frekuensi bunyi bisa bermanfaat buat teman-teman semuanya. Kalau teman-teman ada yang mau ditanyakan, silakan bisa bertanya melalui facebook atau twitter saya, @ngimoel. Atau teman-teman ingin les drum langsung dengan saya? Silakan bisa mengklik pada banner di bawah ini dimana disitu saya menjelaskan detail mengenai hal ini, dari seperti apa belajar drum dengan saya, lalu biayanya berapa dan alamatnya dimana.

Kursus Drum Online Di JakartaNah yuk kita tonton aja video dari guru saya pak David Klein mengenai dasar-dasar audio ini. Ini sampai bagian ketiga, yang saya pasang disini hanya bagian pertamanya ya, yang bagian kedua dan bagian ketiganya silakan teman-teman mencari sendiri ya. Biasanya juga kalau nonton di youtube, di sebelah kanannya juga akan tampil kok, jadi tidak akan susah mencarinya.

Kalau begitu kita sudahi dulu ya artikel mengenai apa itu frekuensi bunyi ini. Sampai ketemu di pembelajaran saya yang lainnya ya.


Baca Juga :