Blog

Tulisan Terbaru

  • TOEFL Score Diatas 550! Kali ini saya mau sharing pengalaman saya meraih tes prediksi TOEFL. Kebetulan beberapa bulan yang lalu saya iseng ikutan prediksi tes TOEFL di LIA Pramuka. Karena saya berpikir akan selanjutnya ...
    Posted Jan 18, 2017, 8:45 PM by Iman Prabawa
  • Belajar Bahasa Arab Saya sekarang ini lagi terpikir untuk belajar bahasa Arab, kenapa? Karena saya pikir saya perlu untuk bisa mengerti dan paham nantinya dengan Al Qur'an, maka dari itu langkah pertama ...
    Posted Sep 5, 2017, 8:43 AM by Iman Prabawa
  • Harry Potter Salah Grammar? Saya baru saja membaca bukunya Harry Potter dalam bentuk e-book yang judulnya Harry Potter and The Philosopher's Stone, ini yang saya baca adalah edisi British. Kan buku Harry ...
    Posted May 11, 2016, 6:54 AM by Iman Prabawa
  • Mengapa Belajar Bahasa Itu Begitu Sulit? Saya akhir-akhir ini lagi mengamati, mengapa sih belajar bahasa itu sepertinya begitu sulit? Karena memang ke depannya saya ingin fokus di pengajaran bahasa, saya mulai memperhatikan gimana agar nanti ...
    Posted May 2, 2016, 1:24 PM by Iman Prabawa
Showing posts 1 - 4 of 4. View more »

TOEFL Score Diatas 550!

posted Jun 17, 2016, 5:14 PM by Iman Prabawa   [ updated Jan 18, 2017, 8:45 PM ]


Kali ini saya mau sharing pengalaman saya meraih tes prediksi TOEFL. Kebetulan beberapa bulan yang lalu saya iseng ikutan prediksi tes TOEFL di LIA Pramuka. Karena saya berpikir akan selanjutnya mengajar bahasa Inggris, karena selama ini yang saya rasakan dari saat saya sekolah, saya tidak pernah mendapatkan nilai bahasa Inggris kurang dari 9. Nilai bahasa Inggris saya selalu bagus selama saya sekolah, saya dulu pernah kursus juga di LIA tapi sudah berhenti sekitar tahun 1995, jadi sudah sekitar 20 tahun saya tidak pernah lagi belajar bahasa Inggris sama sekali.

Bahkan ketika saya mengambil tes prediksi TOEFL di LIA tersebut saya sama sekali sudah lupa dengan aturan-aturan grammar, bahkan saya sudah lupa noun itu apa, pronoun itu apa, kemudian rumus untuk tenses itu saya sama sekali sudah lupa. Tapi selama ini saya rajin mendengarkan podcast atau siaran berbahasa Inggris. Misalnya seperti kita menonton video TedTalk, yang contohnya mungkin saya berikan di bawah ini, 


Nah seperti itu aja selama belasan tahun terakhir yang saya lakukan hanya sering saja menonton seperti itu atau mendengarkan podcast berbahasa Inggris, tanpa sama sekali mempelajari grammar.  Tapi saya tiap harinya bisa mendengarkan sekitar 3 jam seperti itu, biasanya saya dengarkan kalau misalnya saya lagi bawa mobil, kemudian merasakan bahwa Jakarta macet, nah kemudian saya mendengarkan podcast berbahasa Inggris di sela-sela kemacetan Jakarta. Dan biasanya saya ulang-ulangi terus hingga saya sampai bisa hafal kalimat per kalimat dari podcast yang saya dengarkan. Jadi ketika saya mendengarkan sebuah podcast, itu saya download dan kemudian saya dengarkan berulang-ulang hingga hafal kalimat per kalimatnya.

Dan kemudian isenglah saya mengikuti prediksi tes TOEFL di LIA Pramuka. Saya melihat ketika mau tes, banyak pesertanya yang pada sibuk bawa buku dan belajar, sementara saya? Saya bingung aja merhatiin orang-orang, dan berpikir dalam hati, "Wah mereka pada belajar lho!". Saya ngga tertarik untuk belajar karena buku grammar saya ngga punya, jadi ya udah gimana nanti aja deh.

Dan ketika tes berlangsung saya hanya mengandalkan feeling saja, bukan asal jawab lho tapinya. Feeling itu terbentuk karena sering mendengar podcast setiap hari jadi ketika ada soal saya langsung bisa melihat, ah jawabannya ini nih! Biasanya sih yang gue dengar ini! Saya ngga tahu secara grammarnya gimana penjelasannya tapi yang biasanya saya dengar dari podcast yang saya dengarkan setiap hari seperti itu, jadi ya udah saya pilih itu saja. Dan ternyata ketika hasilnya keluar seminggu kemudian, saya mendapatkan score sebesar 562! Ini saya scan hasil dari tes prediksi TOEFL di LIA yang mereka namakan dengan nama English Proficiency Test (EPT).

 
Tuh bisa kita lihat kan itu hasilnya? 562! Yes! Padahal saya ngga ngerti grammar sama sekali! Udah lupa! Di situ bisa kita lihat bahwa Proficiency Level saya ada di kategori Higher Intermediate. Apa itu Higher Intermediate? Kita baca aja ya definisinya di bagian belakang dari kertas ini yang juga saya scan, jadi kita lihat pada gambar di bawah ini keterangan mengenai apa itu Higher Intermediate.

Saya cukup kaget juga bisa mendapatkan nilai di atas 550 dimana nilai di atas 550 ini termasuk tinggi dan kalau teman-teman berniat ke luar negeri ini sudah bisa kemana-mana. Nilai 550 itu seperti batas minimal untuk kita ngapa-ngapain, misalnya belajar di luar negeri atau misalnya kalau kita mau mendaftar kuliah di UI, setahu saya syaratnya hanya nilai TOEFL minimal 500 dan bukannya 550. Jadi memang kalau kita sudah mendapatkan nilai di atas 550 sudah enak.

Kok Bisa TOEFL Di Atas 550?

Nah kemudian pertanyaannya adalah, "Kok bisa ya scorenya di atas 550 tapi saya ngga pernah belajar grammar?". Ternyata saya mendapatkan jawabannya dari video di bawah ini, dan itu yang memang saya lakukan selama lebih dari 10 tahun, sehingga kemudian terbangun feeling di dalam diri saya ketika melihat soal.


Di video tersebut dikatakan dengan kita rajin mendengar seperti misalnya podcast maka kita akan terbiasa dengan struktur kalimat dalam bahasa Inggris, yang mana kalau memang podcastnya juga bagus bahasa Inggris dan secara grammar memang sudah bagus, kita terbiasa mendengar kalimat yang grammarnya pun sudah bagus, sehingga kita akan terbiasa dan ketika mendengar sesuatu yang salah kita akan bilang, "Ngga gitu! Yang benar itu gini!", tapi ketika kita ditanya kenapa begitu? Kita ngga bisa menjawab, paling kita bisa jawab, "Ngga tahu! Biasa dengar orang ngomong bahasa Inggris kaya gitu soalnya."

Jadi sebenarnya saya belajar grammar tanpa saya sadari selama saya rajin mendengarkan podcast berbahasa Inggris. Grammarnya sudah ada di kalimat yang saya dengar, dan kalimat yang saya dengar itu sudah mengandung grammar yang betul, sehingga ketika saya mengerjakan soal TOEFL tersebut saya hanya mengacu kepada apa yang biasa saya dengar. Ah ini salah nih! Biasanya ngga gini soalnya yang saya dengar! Dan ini menjadi satu cara yang menyenangkan lho untuk kita bisa berbahasa Inggris dengan lancar.

Nah kalau teman-teman lihat, di bagian speaking skill, di tes tersebut ada tes di mana kita akan ngobrol dengan seseorang. Di situ nilai saya hanya Intermediate, nah ini yang sekarang saya akan latih lebih dalam lagi. Karena sekarang saya mulai mempelajari teori mengenai grammar juga, karena saya akan mengajar bahasa Inggris ke depannya, jadi saya harus mengetahui mengenai teori-teori grammar juga untuk menjelaskan mengapa begini dan mengapa begitu. Saya rajin latihan speaking juga sekarang dan juga latihan pronunciation yang baik, saya lagi mengejar untuk bisa punya aksen British English, kemarin sempat saya rekam hasil saya membaca novel dan saya coba kirimkan hasil rekaman tersebut ke seorang guru bahasa Inggris, dia bilang pronunciation saya sudah mirip seperti orang Inggris. Tapi saya masih belum puas, dan saya masih latihan dan terus latihan hingga memang aksen tersebut terbentuk sampai benar-benar tercetak di dalam diri saya.

4 Skills Dalam Bahasa

Nah ternyata memang kalau kita ingin mempelajari bahasa ada empat skills atau empat keahlian yang harus kita latih, antara lain:
  1. Speaking Skill
  2. Listening Skill
  3. Reading Skill
  4. Writing Skill
Nah keempatnya ini harus kita latih dengan baik. Kalau speaking itu berarti kita harus latihan berbicara, dan ini yang biasanya jarang kita lakukan. Kita biasanya hanya fokus di reading dan writing skill saja. Grammar masuk ke dalam bagian writing skill, sementara bagian speaking dan listening ini jarang terlalu kita latih. Ngga heran ketika kita ketemu orang bule beneran kalau dia sudah ngomong cepat kita bingung, "Ini orang ngomongnya cepat amat sih! Ngga ngerti dia ngomong apa!". Kalau kita nonton film tanpa subtitle sama sekali walaupun subtitle bahasa Inggris tidak ada, dan kita bisa mengerti berarti listening skill kita sudah bagus tuh artinya. Apalagi kalau kita bisa menuliskan apa yang barusan mereka ucapkan di film tersebut dan benar! Wah itu berarti listening skill kita sudah bagus sekali. 

Nah berbekal dari ini makanya saya ingin menciptakan pengajaran bahasa Inggris yang seru, dan tentunya berbeda dengan pengajaran-pengajaran bahasa Inggris yang ada sekarang ini. Mungkin 6 bulan atau setahun dari sekarang saya sudah siap untuk membuka pengajaran untuk teman-teman yang ingin belajar bahasa Inggris, dan saya bisa membuat sebuah pengajaran bahasa Inggris yang lain dari pengajaran bahasa Inggris yang ditawarkan saat ini. Kalau begitu sekian dulu sharing dari saya, semoga bisa bermanfaat, dan sampai jumpa nanti di pengajaran bahasa Inggris saya. See you then..


Belajar Bahasa Arab

posted May 18, 2016, 7:23 AM by Iman Prabawa   [ updated Sep 5, 2017, 8:43 AM ]

Saya sekarang ini lagi terpikir untuk belajar bahasa Arab, kenapa? Karena saya pikir saya perlu untuk bisa mengerti dan paham nantinya dengan Al Qur'an, maka dari itu langkah pertama yang perlu saya lakukan adalah mempelajari bahasa Arabnya terlebih dahulu.

Saya baru sadar ketika saya kuliah sastra Jepang, setiap orang yang belajar bahasa Jepang, dan dia mempelajari kanji Jepang, pasti dia akan tahu dan mengerti apa yang dia baca. Misalnya tulisan seperti ini,

今何時ですか?

Tulisan di atas itu dibacanya "ima nanji desu ka?" yang artinya adalah "sekarang jam berapa?". Nah dari sini saya mulai sadar bahwa ketika seseorang belajar kanji Jepang, dia tidak hanya belajar cara membacanya tapi ketika dia ditanya artinya apa sih? Dia juga bisa menjelaskan artinya apa.

Dari situ saya berangkat ke pemikiran kalau begitu saya harus bisa bahasa Arab nih, untuk pada akhirnya ketika saya membaca Al Qur'an saya bisa tahu apa yang saya baca. Dan tentunya ketika shalat berjamaah di mesjid, misalnya pada saat shalat Jum'at kan setelah shalat itu biasanya ada membaca doa, dan kita biasanya tidak tahu kan itu doanya tentang apa? Karena biasanya doa setelah shalatnya dibaca dengan menggunakan bahasa Arab. Saya pikir kalau saya mengerti bahasa Arab saya akan bisa mengerti artinya dari doa yang sedang dibaca oleh sang Imam tersebut.

Ternyata saya menemukan apa yang saya pikirkan ini juga ternyata dipikirkan oleh orang ini. Wah! Benar banget apa yang dikatakan dia di video di bawah ini,



Website Belajar Bahasa Arab Gratis

Nah saya menemukan website bagus untuk belajar bahasa Arab, tentunya ini menggunakan bahasa Inggris ya penjelasannya. Dan yang saya salut dari website ini, dibagikan secara gratis pelajarannya, tanpa memungut biaya sedikit pun. Dan orang yang membagikan dan membuat pengajaran ini ternyata bukan orang yang sembarang, bisa dibaca di LINK INI mengenai profil beliau.

Dan untuk pelajaran-pelajarannya yang dia berikan bisa kita lihat DISINI. Itu juga kita mendownload video-videonya yang ada di situ secara gratis pula. Jadi tinggal gimana semangat kita dalam belajar saja.


Video Youtube Untuk Belajar Membaca Al Qur'an

Saya juga menemukan video-video youtube yang bagus, ini saya embed di sini agar saya gampang nanti untuk mencarinya kalau saya lagi ingin menontonnya.

Bagian 1


Kemudian video berikutnya,

Bagian 2


Lanjut video berikutnya,

Bagian 3


Lanjut video berikut,

Bagian 4


Lanjut video berikut,

Bagian 5


Lanjut video berikut,

Bagian 6



Lanjut video berikut,

Bagian 7



Lanjut video berikut,

Bagian 8


Lanjut video berikut,

Bagian 9


Lanjut video berikut,

Bagian 10


Lanjut video berikut,

Bagian 11


Lanjut video berikut,

Bagian 12


Lanjut video berikut,

Bagian 13


Lanjut video berikut,

Bagian 14


Lanjut video berikut,

Bagian 15


Lanjut video berikut,

Bagian 16


Lanjut video berikut,

Bagian 17


Lanjut video berikut,

Bagian 18


Lanjut video berikut,

Bagian 19


Lanjut video berikut,

Bagian 20


Lanjut video berikut,

Bagian 21


Lanjut video berikut,

Bagian 22


Lanjut video berikut,

Bagian 23


Lanjut video berikut,

Bagian 24


Lanjut video berikut,

Bagian 25



Lanjut video berikut,

Bagian 26


Lanjut video berikut,

Bagian 27



Ini saya postingan ini lebih untuk memudahkan diri saya untuk mencari ketika ingin belajar, ketimbang di bookmark, mendingan di posting di sini aja. Siapa tahu ada yang lagi mencari juga dan bisa bermanfaat juga buat yang lain. Wassalam.




Harry Potter Salah Grammar?

posted May 11, 2016, 4:49 AM by Iman Prabawa   [ updated May 11, 2016, 6:54 AM ]


Saya baru saja membaca bukunya Harry Potter dalam bentuk e-book yang judulnya Harry Potter and The Philosopher's Stone, ini yang saya baca adalah edisi British. Kan buku Harry Potter itu ada yang edisi Amerika dan edisi Inggris atau British. Nah kebetulan karena saya mendapatkan audio booknya yang versi British, jadi e-booknya juga saya nyarinya yang edisi British, biar ketika saya melatih pronunciation saya, sama persis dengan apa yang tertera di buku. Karena saya juga punya e-book yang versi Amerika-nya, memang terdapat perbedaan antara yang edisi British dan yang edisi Amerika.

Yang edisi British itu bisa kita lihat seperti gambar di bawah ini,



Kesalahan Grammar Di Buku Harry Potter


Nah ketika saya membaca di dalamnya, ternyata saya menemukan ada salah grammar nih sepertinya, saya coba skrinsutkan ya seperti apa di bawah ini,


Itu kalau kita lihat dari skrinsut di atas, kita bisa lihat yang saya beri kotak warna merah, kalimatnya adalah,

"While he drove, Uncle Vernon complained to Aunt Petunia"

Hayo, kalau kita perhatikan ini tensesnya salah ngga sih? Bukankah seharusnya adalah seperti berikut ini,

"While he was driving, Uncle Vernon complained to Aunt Petunia"

Seharusnya tenses yang digunakan pada kalimat di atas adalah Past Continuous Tense dan bukannya Past Tense seperti tertera di dalam e-book tersebut. Saya tentunya juga menjadi penasaran, apakah saya yang kemudian menjadi salah, bahwa memang sebenarnya itu juga bisa seperti itu. Saya kemudian juga meminta pendapat dari teman-teman yang lain, salah satunya saya posting di salah satu forum yang ada di facebook, kemudian saya mendapatkan jawaban seperti berikut ini,



Kemudian saya juga bertanya kepada kakak saya yang dia adalah seorang pengajar bahasa Inggris, sudah puluhan tahun mengajar dan memang dulunya kuliah di jurusan bahasa Inggris, jadi benar-benar tahu mengenai grammar yang betul. Ini jawaban dari dia,


Dan di situ kata-katanya dia adalah "Tapi kalau isi soal di sekolah jangan sampai pake past tense.. pasti coret ya!". Nah berarti memang ini kalimat adalah salah secara grammarnya. Dan ternyata saya mendapat juga ketika saya mencari, saya menemukan videonya Minoo dari Anglo-Link yang menjelaskan mengenai Past Continuous, Past Perfect dan Past Perfect Continuous. Saya embedkan saja ya videonya di bawah ini,

 
Di menit 7:49 Minoo menjelaskan mengenai kesalahan yang sering terjadi, dia mencontohkan dua buah kalimat, yang pertama adalah,

I saw the accident when I drove.

Dan yang benar dari kalimat di atas adalah,

I saw the accident when I was driving.

Kemudian contoh kalimat kedua yang dia contohkan dalam video tersebut adalah,

I spoke when he put the phone down.

Dan yang benar dari kalimat di atas adalah,

I was speaking when he put the phone down.

Jadi apa yang disampaikan oleh Minoo di dalam videonya memang benar-benar terjadi, dan memang secara grammar salah. Cuma karena kita sebagai orang Indonesia kemudian berpikir, "Oh ini kan orang bule yang menulisnya, dia ngga mungkin salah kalau begitu". Ternyata memang salah.

Lho? Kalau orang bule aja salah, gimana kita dong? Nah lho! Kita juga kalau kita perhatikan masih banyak orang Indonesia yang masih salah dalam berbahasa. Tapi kita bisa berbicara dengan lancar ya? Saya beri contoh sederhana saja, siapa yang tahu kalau arti dari kata bergeming adalah diam? Pasti ngga banyak yang tahu kan?

Kesalahan Sebagai Native Speaker


Ini saya sendiri aja salah, dan baru tahu ketika melihat ke Kamus Besar Bahasa Indonesia, bahwa arti kata bergeming itu sama dengan diam. Ini saya skrinsutkan ya definisi kata geming dari Kamus Besar Bahasa Indonesia Online,


Jadi kalau kita misalnya ada kalimat seperti ini,

Mobil itu tidak bergeming sedikitpun dihantam sedemikian keras.

Itu maksudnya adalah mobil tersebut tetap diam walau dihantam sedemikian keras, maksudnya begitu kan? Tapi ternyata dengan definisi bergeming = diam dari Kamus Besar Bahasa Indonesia, berarti kalimat di atas akan mengandung arti,

Mobil itu tidak diam sedikitpun dihantam sedemikian keras.

Jadi artinya lain kan? Jadi dihantam sedemikian keras berarti mobilnya bergerak. Jadi kalimat yang tepat kalau menggunakan kata "bergeming" adalah,

Walau dihantam sedemikian keras mobil itu tetap bergeming.

Hayoo, sekarang saya tanya, siapa yang salah selama ini? Saya ngacung deh! Saya juga baru tahu soalnya kalau arti bergeming itu adalah diam, jadi saya sebagai seorang Indonesian Native Speaker salah dalam berbahasa.

Jadi wajar aja kalau orang bule juga mengalami yang namanya salah di dalam mereka berbahasa. Mereka ini yang notabenenya orang asli Inggris kan belum tentu mereka mempelajari tata bahasa mereka dengan benar kan? Tata bahasa kan atau grammar kan dibuat oleh para ahli bahasa kan? Yang kemudian diajarkan di sekolah. Masih inget pelajaran bahasa Indonesia kita waktu zaman kita masih sekolah? Ada yang dapat 10 untuk mata pelajaran bahasa Indonesia? Seharusnya kita sebagai orang Indonesia wajib dapat nilai sempurna atau 10 dong ya? Tapi kenyataannya kan tidak ya? Tapi kita bisa lancar berbicara dan berkomunikasi dengan orang lain dengan menggunakan bahasa Indonesia.

Pelajaran Yang Bisa Diambil


Dari tulisan ini pelajaran yang bisa diambil adalah kalau kita lagi belajar bahasa Inggris, JANGAN TAKUT SALAH! Kita kan begitu ya, mikir banget ketika mau ngomong, takut kalau nanti kita akan membuat kesalahan. Nah ini aja orang bulenya aja masih ada salahnya juga. Dan ternyata ketika saya cari tahu juga, ada buku yang berjudul When Bad Grammar Happens To Good People, yang penampakannya seperti terlihat pada gambar di bawah ini,


Isi buku ini menjelaskan banyak kesalahan yang terjadi ternyata di kalangan para penutur asli bahasa Inggris, atau para English Native Speakers itu. Nah kan, jadi memang kita juga kalau melihat ke diri kita sendiri, apakah kita sudah berbahasa Indonesia dengan baik dan benar dan memenuhi kaidah-kaidah EYD? Belum juga pastinya? Tapi kok kita bisa aja tuh lancar di dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia?

Sepertinya yang bisa berbahasa Indonesia secara baik dan benar dan memenuhi kaidah-kaidah EYD dengan benar hanyalah orang-orang ahli bahasa yang memang mereka mempelajari bahasa Indonesia secara serius melihat dari kaidah dan tata aturan yang ada. Sementara kita? Yang penting orang bisa mengerti dan paham akan apa yang kita sampaikan, karena pada akhirnya bahasa itu adalah alat untuk berkomunikasi kan? Ketika orang lain bisa mengerti dengan baik apa yang kita sampaikan dan juga cara menyampaikan kita baik dan termasuk sopan, lalu kemudian orang tidak terlalu berpikir mengenai kesalahan tata bahasa yang kita gunakan juga. Bukan begitu? Tapi memang lebih baik kalau kita bisa memenuhi kaidah tata bahasa yang benar, tapi hal itu sebaiknya tidak membuat kita takut untuk membuat kesalahan. Seperti itu sih menurut saya.




Mengapa Belajar Bahasa Itu Begitu Sulit?

posted May 2, 2016, 12:21 PM by Iman Prabawa   [ updated May 2, 2016, 1:24 PM ]


Saya akhir-akhir ini lagi mengamati, mengapa sih belajar bahasa itu sepertinya begitu sulit? Karena memang ke depannya saya ingin fokus di pengajaran bahasa, saya mulai memperhatikan gimana agar nanti ketika saya mengajar bahasa itu bisa menciptakan pengajaran yang mudah untuk dimengerti. Bukan hanya mudah untuk dimengerti, tapi juga bisa mudah untuk dipelajari. Karena sebenarnya bahasa itu seharusnya tidak sulit, mengapa saya bilang begitu? Karena sebodoh-bodohnya orang pasti menguasai satu bahasa, betul ngga?

Kita lihat orang Jepang, pasti bisa menguasai bahasa Jepang, walaupun dia adalah orang yang sangat bodoh, katakanlah begitu. Orang Amerika pasti bisa berbahasa Inggris, orang Indonesia pasti juga bisa berbahasa Indonesia. Cuma yang kemudian menjadi masalah adalah ketika seseorang ingin mempelajari bahasa kedua setelah bahasa utamanya dia, mengapa jadi terasa sulit sekali ya?


Mengapa Belajar Bahasa Terasa Sulit Sekali??


Kenapa ya belajar bahasa itu terasa sulit sekali? Padahal kalau kita lihat yang saya ceritakan tadi di atas bahwa sebodoh-bodohnya orang, pasti menguasai satu bahasa. Mungkin teman-teman berkata, "Yah kalau bahasa sendiri sih gampang, tapi kalau kita mempelajari bahasa lain selain bahasa kita, susah banget!"

Yakin bahasa sendiri itu gampang? Kalau memang bahasa sendiri itu gampang, tapi mengapa pelajaran bahasa Indonesia kita ngga dapat 10? Hayoo.. Kita lihat pada skrinsut di bawah ini, ada yang bingung dengan bahasa sendiri,


Kemudian kalau saya tanya kepada teman-teman semua, yang benar itu di dalam bahasa Indonesia, "memerhatikan" atau "memperhatikan"? Pasti banyak yang salah jawabannya! Lalu definisi "bergeming" itu juga banyak yang salah mengartikannya, misalnya dalam kalimat,

Dia tidak bergeming sedikit pun walau dihajar bertubi-tubi.

Kalau kita cek di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), bisa ngecek secara online, maka kita akan temukan bahwa arti dari bergeming itu adalah,

geming/ge·ming/ Jk, bergeming/ber·ge·ming/ v tidak bergerak sedikit juga; diam saja;

Arti bergeming menurut KBBI adalah diam. Nah lho! Pasti banyak yang mengartikan bergeming itu sebagai "bergerak" ya, jadi tidak bergeming itu = tidak bergerak. Saya juga dulu begitu, jadi kalau kita lihat arti dari kalimat di atas adalah dia tidak diam sedikit pun walau dihajar bertubi-tubi. Jadi beda artinya kan ya?

Nah jadi, kalau saya amati sebenarnya yang membuat kita kesulitan belajar bahasa itu adalah ketika kita sudah berhadapan dengan yang namanya grammar. Grammar itu apa sih? Grammar itu adalah seperangkat peraturan yang diciptakan untuk membuat bahasa kita menjadi baik dan benar. Dalam bahasa mudahnya grammar itu adalah tata bahasa.

Gunanya grammar itu buat apa? Gunanya grammar itu untuk memperbaiki susunan kata-kata kita agar penggunaan bahasa kita menjadi jauh lebih baik. Ini sebenarnya kalau menurut saya yang membuat kita susah dan kesulitan ketika mempelajari bahasa selain bahasa utama kita. Karena kita fokus di grammar, kita fokus di peraturannya dan tata bahasanya. Sementara di bahasa sendiri, kita belajar berbicara dahulu baru kemudian kita mempelajari grammar setelah kita bisa berbicara.

Kita baru belajar bahasa Indonesia setelah kita bisa berbicara bahasa Indonesia kan? Baru kita pelajari ternyata ada aturan-aturan, dan sampai sekarang saja sebenarnya kita tidak menguasai bahasa Indonesia dengan 100% benar, tapi kita bisa berbicara dan bisa mengeluarkan semua ide dan apa yang ada di pikiran kita dengan menggunakan bahasa Indonesia kan?


Grammar Menghambat Kita Untuk Lancar Berbahasa


Saya membaca salah satu tulisan di web Talk English, disitu dia berkata bahwa belajar bahasa Inggris dengan belajar grammar itu akan menghambat kita untuk bisa cepat belajar, karena kalau kita belajar bahasa Inggris yang notabenenya adalah bahasa kedua setelah bahasa utama kita dengan fokus utama di belajar grammar maka akan memperlambat kita untuk bisa lancar di dalam berbahasa Inggris. Untuk teman-teman yang bahasa Inggrisnya bagus bisa membacanya sendiri di website Talk English pemaparan dia mengenai mengapa belajar grammar akan membuat kita lama untuk bisa menguasai bahasa Inggris.


Kalau kita lihat, anak Inggris kenapa sih lancar berbahasa Inggris? Kita lihat anak Inggris yang umurnya 6 tahun atau misalnya anak Jepang yang berumur 6 tahun, kenapa anak Jepang sudah bisa lancar berbahasa Jepang? Coba deh anak-anak itu kita tanya, apakah mengerti grammar? Untuk yang anak Inggris kita tanya bentuk Past Tense itu gimana sih? Hebat kalau dia tahu Past Tense itu apa, tapi dia bisa berbicara dengan sangat lancar. Sementara kita yang mengerti Past Tense itu apa, tidak bisa selancar anak kecil Inggris tersebut di dalam berbicara bahasa Inggris. Jadi apa dong yang salah? Itu anak kecil ngga belajar sama sekali grammar, dia juga pasti ngga tahu kalau ditanya pronoun itu apa sih? Possessive pronoun itu gimana? Mungkin dia akan bengong mendapati pertanyaan seperti itu, sementara kita yang belajar bahasa Inggris tahu banyak tentang hal itu tapi begitu disuruh berbicara kita kalah lancar dengan anak kecil Inggris yang berumur 6 tahun.

Jadi ada kesalahan dong di dalam kita belajar bahasa kedua kita selama ini? Ini sebenarnya yang lagi saya cari tahu dan lagi saya gali, kebetulan saya sekarang lagi mempelajari bahasa Jepang. Saya kuliah lagi di Universitas Darma Persada dan mengambil kuliah jurusan Sastra Jepang. Target saya adalah saya bisa menguasai N1 saat saya wisuda nanti. N1 itu adalah peringkat tertinggi di dalam bahasa Jepang. Ada 5 tingkatan di dalam bahasa Jepang, N5 adalah yang paling terendah, kemudian N4 di atasnya, kemudian N3 di atasnya lagi, dan N2 di atasnya lagi dan yang tertinggi adalah N1. Kalau saya bisa menemukan ini nanti akan saya sharingkan gimana saya belajar dan bisa menguasai bahasa Jepang sehingga pada akhirnya bisa lancar berbicara dalam bahasa Jepang. Tapi itu nanti tentunya bukan sekarang, karena sekarang mah saya masih baru beginner di dalam bahasa Jepang.


Bahasa Itu Adalah Skill


Nah yang perlu kita ketahui, belajar bahasa itu adalah skill dan bukannya pengetahuan. Skill itu untuk kita bisa mahir ya berarti kita harus latih dan latih dan latih. Jadi kata kunci untuk bisa mahir di dalam menguasai suatu skill adalah latihan yang banyak. Contohnya musisi, kalau dia ingin bisa bermain dengan baik di alat musiknya, misalnya dia adalah seorang gitaris. Untuk dia bisa menguasai dan bisa mahir di dalam bermain gitar, maka yang harus dia lakukan adalah banyak latihan. Bukan banyak membaca tentang gitar, karena banyak membaca tentang materi gitar tidak akan membuat dia bisa menguasai permainan gitar. Membaca banyak materi tentang gitar hanya akan membuat dia mahir di dalam berbicara dan menyampaikan tapi begitu disuruh main, dia ngga bisa sama sekali.

Sementara orang yang banyak berlatih dan misalnya tidak pernah membaca materi tentang gitar, bisa saja ketika dia ditanya tentang teknik ini dan teknik itu dia tidak tahu, tapi ketika dia disuruh memainkan gitarnya, maka orang-orang akan kaget dengan kemampuan dia di dalam memainkan gitarnya. Bisa saja kita jadi berkata, "Tadi gue tanya tapping, loe ngga tahu, tapi begitu loe main loe bisa mainin tapping di gitar. Mana keren banget lagi! Loe mah merendah aja jadi orang!". Bisa jadi dia bukan merendah tapi memang dia tidak tahu namanya apa yang dia mainkan, dan dia baru tahu kalau apa yang dia tadi mainkan di gitar tersebut adalah teknik yang dinamakan dengan teknik tapping.

Saya mau sharing pengalaman saya sedikit mengenai bahasa Inggris. Saya belajar bahasa Inggris itu dari umur saya 12 tahun mungkin ya, ngga terlalu dari kecil banget. Kemudian saya les di LIA sempat sewaktu saya SMA, dan setelah saya kuliah di Universitas Indonesia saya tidak pernah lagi ikutan les. Yang saya lakukan hanya banyak mendengarkan kaset bahasa Inggris yang ada terjemahannya. Saya banyak mendengar kaset bahasa Inggris tersebut selama kurang lebih 10 tahun. Saya berhenti les bahasa Inggris di umur saya yang ke-18, kemudian tidak pernah les bahasa Inggris sama sekali, hanya rajin mendengarkan kaset berbahasa Inggris.

Kemudian 18 tahun kemudian saya iseng ikutan tes EPT (English Proficiency Test) di LIA, karena berpikir ah ingin iseng ngajar bahasa Inggris juga ah. Ternyata saya mendapatkan hasil nilai yang lumayan tinggi yaitu 562 nilai saya. Padahal saat ikutan saya sudah lupa tuh yang namanya pronoun itu apa, noun itu apa, bahkan saya tidak tahu. Untung saja tes seperti itu kan bukan ditanya pronoun itu apa, noun itu apa, yang mana yang merupakan adjective, atau past tense itu rumusnya apa kan? Mereka hanya memberikan kalimat dan disitu kita memilih jawabannya, kemudian kita juga disuruh mendengarkan, ada tes listeningnya, dan juga ada tes speakingnya juga. Saya mendapatkan nilai yang lumayan tinggi, 562 itu termasuk Higher Intermediate, cuma satu tingkat di bawah Advance atau level tertingginya. Saya juga penasaran kalau saya ikut TOEFL bisa kena berapa ya score saya? Bisa kena 600 ngga ya? Minimal di atas 550 lah ya..

Jadi dari situ saya berpikir, ternyata apa yang saya dengarkan selama sepuluh tahun kaset berbahasa Inggris. Kaset tersebut bukan membahas mengenai pelajaran bahasa Inggris lho, kaset tersebut seperti kalau teman-teman menonton TED Talk, hanya membahas mengenai kehidupan saja, tapi berbahasa Inggris, ngga ada hubungannya sama sekali dengan pelajaran bahasa Inggris, hanya bahasa yang digunakan ketika menyampaikannya adalah bahasa Inggris. Dan kemudian juga dengan rajin mendengarkan tersebut ketika saya ikut tesnya LIA tersebut ketika bagian listening tidak susah untuk saya mendengar dengan jelas apa yang disampaikan karena saya sudah terbiasa mendengar.

Berangkat dari situ saya jadi berpikir, sebenarnya ada cara untuk belajar bahasa Inggris tanpa kita harus berkutat dengan belajar rumus-rumus itu. Tinggal sekarang gimana caranya merumuskan ini semua, nah nanti tunggu tanggal mainnya ya. Sekarang sih saya lagi rajin sharing aja mengenai pelajaran bahasa Inggris di blogspot yang saya khususkan untuk sharing mengenai pelajaran bahasa Inggris. Silakan saja teman-teman mampir di sana kalau ingin mendapatkan sharing dari saya mengenai pelajaran bahasa Inggris.

Di situ saya juga banyak sharing mengenai gimana kita bisa melatih aksen kita agar ketika kita mengucapkan bahasa Inggris kita tidak terdengar Indonesia banget. Karena menurut saya aksen atau logat itu penting agar apa yang kita sampaikan ketika kita berbicara dengan orang asing, mereka tidak bingung dan bertanya kita barusan ngomong apa sih, dan tolong dong diulangi lagi. Persis sama kalau kita mendengar orang bule yang berbahasa Indonesia. Kalau orang bulenya memang baru belajar bahasa Indonesia kan pengucapan bahasa Indonesianya masih agak gimana gitu, seperti Cinta Laura gitu, "Mana uyjan, beycek, ngga ada oyjek".

Kita akan ada jeda waktu mikir, ini bule barusan ngomong apa sih?? Ngga jelas deh dia ngomong apa. Nah itu yang akan dirasakan oleh orang bule kalau pronunciation bahasa Inggris kita tidak bagus. Mereka akan diam dan mikir dulu, dan mencerna apa yang barusan kita katakan, karena apa yang kita katakan itu tidak jelas menurut telinga mereka. Karena mereka tidak pernah terbiasa mendengar bahasa Inggris dengan pelafalan melayu seperti yang kita ucapkan tersebut.

Jadi menguasai pronunciation atau pelafalan bahasa Inggris dengan baik akan memudahkan kita di dalam berkomunikasi dengan orang asing. Sekian dulu tulisan saya kali ini ya.. nanti kita lanjut lagi, karena saya sudah mengantuk nih. Hihihi kriuk kriuk. Wassalam.





1-4 of 4