Blog‎ > ‎

Mengapa Belajar Bahasa Itu Begitu Sulit?

posted May 2, 2016, 12:21 PM by Iman Prabawa   [ updated May 2, 2016, 1:24 PM ]

Saya akhir-akhir ini lagi mengamati, mengapa sih belajar bahasa itu sepertinya begitu sulit? Karena memang ke depannya saya ingin fokus di pengajaran bahasa, saya mulai memperhatikan gimana agar nanti ketika saya mengajar bahasa itu bisa menciptakan pengajaran yang mudah untuk dimengerti. Bukan hanya mudah untuk dimengerti, tapi juga bisa mudah untuk dipelajari. Karena sebenarnya bahasa itu seharusnya tidak sulit, mengapa saya bilang begitu? Karena sebodoh-bodohnya orang pasti menguasai satu bahasa, betul ngga?

Kita lihat orang Jepang, pasti bisa menguasai bahasa Jepang, walaupun dia adalah orang yang sangat bodoh, katakanlah begitu. Orang Amerika pasti bisa berbahasa Inggris, orang Indonesia pasti juga bisa berbahasa Indonesia. Cuma yang kemudian menjadi masalah adalah ketika seseorang ingin mempelajari bahasa kedua setelah bahasa utamanya dia, mengapa jadi terasa sulit sekali ya?


Mengapa Belajar Bahasa Terasa Sulit Sekali??


Kenapa ya belajar bahasa itu terasa sulit sekali? Padahal kalau kita lihat yang saya ceritakan tadi di atas bahwa sebodoh-bodohnya orang, pasti menguasai satu bahasa. Mungkin teman-teman berkata, "Yah kalau bahasa sendiri sih gampang, tapi kalau kita mempelajari bahasa lain selain bahasa kita, susah banget!"

Yakin bahasa sendiri itu gampang? Kalau memang bahasa sendiri itu gampang, tapi mengapa pelajaran bahasa Indonesia kita ngga dapat 10? Hayoo.. Kita lihat pada skrinsut di bawah ini, ada yang bingung dengan bahasa sendiri,


Kemudian kalau saya tanya kepada teman-teman semua, yang benar itu di dalam bahasa Indonesia, "memerhatikan" atau "memperhatikan"? Pasti banyak yang salah jawabannya! Lalu definisi "bergeming" itu juga banyak yang salah mengartikannya, misalnya dalam kalimat,

Dia tidak bergeming sedikit pun walau dihajar bertubi-tubi.

Kalau kita cek di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), bisa ngecek secara online, maka kita akan temukan bahwa arti dari bergeming itu adalah,

geming/ge·ming/ Jk, bergeming/ber·ge·ming/ v tidak bergerak sedikit juga; diam saja;

Arti bergeming menurut KBBI adalah diam. Nah lho! Pasti banyak yang mengartikan bergeming itu sebagai "bergerak" ya, jadi tidak bergeming itu = tidak bergerak. Saya juga dulu begitu, jadi kalau kita lihat arti dari kalimat di atas adalah dia tidak diam sedikit pun walau dihajar bertubi-tubi. Jadi beda artinya kan ya?

Nah jadi, kalau saya amati sebenarnya yang membuat kita kesulitan belajar bahasa itu adalah ketika kita sudah berhadapan dengan yang namanya grammar. Grammar itu apa sih? Grammar itu adalah seperangkat peraturan yang diciptakan untuk membuat bahasa kita menjadi baik dan benar. Dalam bahasa mudahnya grammar itu adalah tata bahasa.

Gunanya grammar itu buat apa? Gunanya grammar itu untuk memperbaiki susunan kata-kata kita agar penggunaan bahasa kita menjadi jauh lebih baik. Ini sebenarnya kalau menurut saya yang membuat kita susah dan kesulitan ketika mempelajari bahasa selain bahasa utama kita. Karena kita fokus di grammar, kita fokus di peraturannya dan tata bahasanya. Sementara di bahasa sendiri, kita belajar berbicara dahulu baru kemudian kita mempelajari grammar setelah kita bisa berbicara.

Kita baru belajar bahasa Indonesia setelah kita bisa berbicara bahasa Indonesia kan? Baru kita pelajari ternyata ada aturan-aturan, dan sampai sekarang saja sebenarnya kita tidak menguasai bahasa Indonesia dengan 100% benar, tapi kita bisa berbicara dan bisa mengeluarkan semua ide dan apa yang ada di pikiran kita dengan menggunakan bahasa Indonesia kan?


Grammar Menghambat Kita Untuk Lancar Berbahasa


Saya membaca salah satu tulisan di web Talk English, disitu dia berkata bahwa belajar bahasa Inggris dengan belajar grammar itu akan menghambat kita untuk bisa cepat belajar, karena kalau kita belajar bahasa Inggris yang notabenenya adalah bahasa kedua setelah bahasa utama kita dengan fokus utama di belajar grammar maka akan memperlambat kita untuk bisa lancar di dalam berbahasa Inggris. Untuk teman-teman yang bahasa Inggrisnya bagus bisa membacanya sendiri di website Talk English pemaparan dia mengenai mengapa belajar grammar akan membuat kita lama untuk bisa menguasai bahasa Inggris.


Kalau kita lihat, anak Inggris kenapa sih lancar berbahasa Inggris? Kita lihat anak Inggris yang umurnya 6 tahun atau misalnya anak Jepang yang berumur 6 tahun, kenapa anak Jepang sudah bisa lancar berbahasa Jepang? Coba deh anak-anak itu kita tanya, apakah mengerti grammar? Untuk yang anak Inggris kita tanya bentuk Past Tense itu gimana sih? Hebat kalau dia tahu Past Tense itu apa, tapi dia bisa berbicara dengan sangat lancar. Sementara kita yang mengerti Past Tense itu apa, tidak bisa selancar anak kecil Inggris tersebut di dalam berbicara bahasa Inggris. Jadi apa dong yang salah? Itu anak kecil ngga belajar sama sekali grammar, dia juga pasti ngga tahu kalau ditanya pronoun itu apa sih? Possessive pronoun itu gimana? Mungkin dia akan bengong mendapati pertanyaan seperti itu, sementara kita yang belajar bahasa Inggris tahu banyak tentang hal itu tapi begitu disuruh berbicara kita kalah lancar dengan anak kecil Inggris yang berumur 6 tahun.

Jadi ada kesalahan dong di dalam kita belajar bahasa kedua kita selama ini? Ini sebenarnya yang lagi saya cari tahu dan lagi saya gali, kebetulan saya sekarang lagi mempelajari bahasa Jepang. Saya kuliah lagi di Universitas Darma Persada dan mengambil kuliah jurusan Sastra Jepang. Target saya adalah saya bisa menguasai N1 saat saya wisuda nanti. N1 itu adalah peringkat tertinggi di dalam bahasa Jepang. Ada 5 tingkatan di dalam bahasa Jepang, N5 adalah yang paling terendah, kemudian N4 di atasnya, kemudian N3 di atasnya lagi, dan N2 di atasnya lagi dan yang tertinggi adalah N1. Kalau saya bisa menemukan ini nanti akan saya sharingkan gimana saya belajar dan bisa menguasai bahasa Jepang sehingga pada akhirnya bisa lancar berbicara dalam bahasa Jepang. Tapi itu nanti tentunya bukan sekarang, karena sekarang mah saya masih baru beginner di dalam bahasa Jepang.


Bahasa Itu Adalah Skill


Nah yang perlu kita ketahui, belajar bahasa itu adalah skill dan bukannya pengetahuan. Skill itu untuk kita bisa mahir ya berarti kita harus latih dan latih dan latih. Jadi kata kunci untuk bisa mahir di dalam menguasai suatu skill adalah latihan yang banyak. Contohnya musisi, kalau dia ingin bisa bermain dengan baik di alat musiknya, misalnya dia adalah seorang gitaris. Untuk dia bisa menguasai dan bisa mahir di dalam bermain gitar, maka yang harus dia lakukan adalah banyak latihan. Bukan banyak membaca tentang gitar, karena banyak membaca tentang materi gitar tidak akan membuat dia bisa menguasai permainan gitar. Membaca banyak materi tentang gitar hanya akan membuat dia mahir di dalam berbicara dan menyampaikan tapi begitu disuruh main, dia ngga bisa sama sekali.

Sementara orang yang banyak berlatih dan misalnya tidak pernah membaca materi tentang gitar, bisa saja ketika dia ditanya tentang teknik ini dan teknik itu dia tidak tahu, tapi ketika dia disuruh memainkan gitarnya, maka orang-orang akan kaget dengan kemampuan dia di dalam memainkan gitarnya. Bisa saja kita jadi berkata, "Tadi gue tanya tapping, loe ngga tahu, tapi begitu loe main loe bisa mainin tapping di gitar. Mana keren banget lagi! Loe mah merendah aja jadi orang!". Bisa jadi dia bukan merendah tapi memang dia tidak tahu namanya apa yang dia mainkan, dan dia baru tahu kalau apa yang dia tadi mainkan di gitar tersebut adalah teknik yang dinamakan dengan teknik tapping.

Saya mau sharing pengalaman saya sedikit mengenai bahasa Inggris. Saya belajar bahasa Inggris itu dari umur saya 12 tahun mungkin ya, ngga terlalu dari kecil banget. Kemudian saya les di LIA sempat sewaktu saya SMA, dan setelah saya kuliah di Universitas Indonesia saya tidak pernah lagi ikutan les. Yang saya lakukan hanya banyak mendengarkan kaset bahasa Inggris yang ada terjemahannya. Saya banyak mendengar kaset bahasa Inggris tersebut selama kurang lebih 10 tahun. Saya berhenti les bahasa Inggris di umur saya yang ke-18, kemudian tidak pernah les bahasa Inggris sama sekali, hanya rajin mendengarkan kaset berbahasa Inggris.

Kemudian 18 tahun kemudian saya iseng ikutan tes EPT (English Proficiency Test) di LIA, karena berpikir ah ingin iseng ngajar bahasa Inggris juga ah. Ternyata saya mendapatkan hasil nilai yang lumayan tinggi yaitu 562 nilai saya. Padahal saat ikutan saya sudah lupa tuh yang namanya pronoun itu apa, noun itu apa, bahkan saya tidak tahu. Untung saja tes seperti itu kan bukan ditanya pronoun itu apa, noun itu apa, yang mana yang merupakan adjective, atau past tense itu rumusnya apa kan? Mereka hanya memberikan kalimat dan disitu kita memilih jawabannya, kemudian kita juga disuruh mendengarkan, ada tes listeningnya, dan juga ada tes speakingnya juga. Saya mendapatkan nilai yang lumayan tinggi, 562 itu termasuk Higher Intermediate, cuma satu tingkat di bawah Advance atau level tertingginya. Saya juga penasaran kalau saya ikut TOEFL bisa kena berapa ya score saya? Bisa kena 600 ngga ya? Minimal di atas 550 lah ya..

Jadi dari situ saya berpikir, ternyata apa yang saya dengarkan selama sepuluh tahun kaset berbahasa Inggris. Kaset tersebut bukan membahas mengenai pelajaran bahasa Inggris lho, kaset tersebut seperti kalau teman-teman menonton TED Talk, hanya membahas mengenai kehidupan saja, tapi berbahasa Inggris, ngga ada hubungannya sama sekali dengan pelajaran bahasa Inggris, hanya bahasa yang digunakan ketika menyampaikannya adalah bahasa Inggris. Dan kemudian juga dengan rajin mendengarkan tersebut ketika saya ikut tesnya LIA tersebut ketika bagian listening tidak susah untuk saya mendengar dengan jelas apa yang disampaikan karena saya sudah terbiasa mendengar.

Berangkat dari situ saya jadi berpikir, sebenarnya ada cara untuk belajar bahasa Inggris tanpa kita harus berkutat dengan belajar rumus-rumus itu. Tinggal sekarang gimana caranya merumuskan ini semua, nah nanti tunggu tanggal mainnya ya. Sekarang sih saya lagi rajin sharing aja mengenai pelajaran bahasa Inggris di blogspot yang saya khususkan untuk sharing mengenai pelajaran bahasa Inggris. Silakan saja teman-teman mampir di sana kalau ingin mendapatkan sharing dari saya mengenai pelajaran bahasa Inggris.

Di situ saya juga banyak sharing mengenai gimana kita bisa melatih aksen kita agar ketika kita mengucapkan bahasa Inggris kita tidak terdengar Indonesia banget. Karena menurut saya aksen atau logat itu penting agar apa yang kita sampaikan ketika kita berbicara dengan orang asing, mereka tidak bingung dan bertanya kita barusan ngomong apa sih, dan tolong dong diulangi lagi. Persis sama kalau kita mendengar orang bule yang berbahasa Indonesia. Kalau orang bulenya memang baru belajar bahasa Indonesia kan pengucapan bahasa Indonesianya masih agak gimana gitu, seperti Cinta Laura gitu, "Mana uyjan, beycek, ngga ada oyjek".

Kita akan ada jeda waktu mikir, ini bule barusan ngomong apa sih?? Ngga jelas deh dia ngomong apa. Nah itu yang akan dirasakan oleh orang bule kalau pronunciation bahasa Inggris kita tidak bagus. Mereka akan diam dan mikir dulu, dan mencerna apa yang barusan kita katakan, karena apa yang kita katakan itu tidak jelas menurut telinga mereka. Karena mereka tidak pernah terbiasa mendengar bahasa Inggris dengan pelafalan melayu seperti yang kita ucapkan tersebut.

Jadi menguasai pronunciation atau pelafalan bahasa Inggris dengan baik akan memudahkan kita di dalam berkomunikasi dengan orang asing. Sekian dulu tulisan saya kali ini ya.. nanti kita lanjut lagi, karena saya sudah mengantuk nih. Hihihi kriuk kriuk. Wassalam.