Blog‎ > ‎

TOEFL Score Diatas 550!

posted Jun 17, 2016, 5:14 PM by Iman Prabawa   [ updated Jan 18, 2017, 8:45 PM ]

Kali ini saya mau sharing pengalaman saya meraih tes prediksi TOEFL. Kebetulan beberapa bulan yang lalu saya iseng ikutan prediksi tes TOEFL di LIA Pramuka. Karena saya berpikir akan selanjutnya mengajar bahasa Inggris, karena selama ini yang saya rasakan dari saat saya sekolah, saya tidak pernah mendapatkan nilai bahasa Inggris kurang dari 9. Nilai bahasa Inggris saya selalu bagus selama saya sekolah, saya dulu pernah kursus juga di LIA tapi sudah berhenti sekitar tahun 1995, jadi sudah sekitar 20 tahun saya tidak pernah lagi belajar bahasa Inggris sama sekali.

Bahkan ketika saya mengambil tes prediksi TOEFL di LIA tersebut saya sama sekali sudah lupa dengan aturan-aturan grammar, bahkan saya sudah lupa noun itu apa, pronoun itu apa, kemudian rumus untuk tenses itu saya sama sekali sudah lupa. Tapi selama ini saya rajin mendengarkan podcast atau siaran berbahasa Inggris. Misalnya seperti kita menonton video TedTalk, yang contohnya mungkin saya berikan di bawah ini, 


Nah seperti itu aja selama belasan tahun terakhir yang saya lakukan hanya sering saja menonton seperti itu atau mendengarkan podcast berbahasa Inggris, tanpa sama sekali mempelajari grammar.  Tapi saya tiap harinya bisa mendengarkan sekitar 3 jam seperti itu, biasanya saya dengarkan kalau misalnya saya lagi bawa mobil, kemudian merasakan bahwa Jakarta macet, nah kemudian saya mendengarkan podcast berbahasa Inggris di sela-sela kemacetan Jakarta. Dan biasanya saya ulang-ulangi terus hingga saya sampai bisa hafal kalimat per kalimat dari podcast yang saya dengarkan. Jadi ketika saya mendengarkan sebuah podcast, itu saya download dan kemudian saya dengarkan berulang-ulang hingga hafal kalimat per kalimatnya.

Dan kemudian isenglah saya mengikuti prediksi tes TOEFL di LIA Pramuka. Saya melihat ketika mau tes, banyak pesertanya yang pada sibuk bawa buku dan belajar, sementara saya? Saya bingung aja merhatiin orang-orang, dan berpikir dalam hati, "Wah mereka pada belajar lho!". Saya ngga tertarik untuk belajar karena buku grammar saya ngga punya, jadi ya udah gimana nanti aja deh.

Dan ketika tes berlangsung saya hanya mengandalkan feeling saja, bukan asal jawab lho tapinya. Feeling itu terbentuk karena sering mendengar podcast setiap hari jadi ketika ada soal saya langsung bisa melihat, ah jawabannya ini nih! Biasanya sih yang gue dengar ini! Saya ngga tahu secara grammarnya gimana penjelasannya tapi yang biasanya saya dengar dari podcast yang saya dengarkan setiap hari seperti itu, jadi ya udah saya pilih itu saja. Dan ternyata ketika hasilnya keluar seminggu kemudian, saya mendapatkan score sebesar 562! Ini saya scan hasil dari tes prediksi TOEFL di LIA yang mereka namakan dengan nama English Proficiency Test (EPT).

 
Tuh bisa kita lihat kan itu hasilnya? 562! Yes! Padahal saya ngga ngerti grammar sama sekali! Udah lupa! Di situ bisa kita lihat bahwa Proficiency Level saya ada di kategori Higher Intermediate. Apa itu Higher Intermediate? Kita baca aja ya definisinya di bagian belakang dari kertas ini yang juga saya scan, jadi kita lihat pada gambar di bawah ini keterangan mengenai apa itu Higher Intermediate.

Saya cukup kaget juga bisa mendapatkan nilai di atas 550 dimana nilai di atas 550 ini termasuk tinggi dan kalau teman-teman berniat ke luar negeri ini sudah bisa kemana-mana. Nilai 550 itu seperti batas minimal untuk kita ngapa-ngapain, misalnya belajar di luar negeri atau misalnya kalau kita mau mendaftar kuliah di UI, setahu saya syaratnya hanya nilai TOEFL minimal 500 dan bukannya 550. Jadi memang kalau kita sudah mendapatkan nilai di atas 550 sudah enak.

Kok Bisa TOEFL Di Atas 550?

Nah kemudian pertanyaannya adalah, "Kok bisa ya scorenya di atas 550 tapi saya ngga pernah belajar grammar?". Ternyata saya mendapatkan jawabannya dari video di bawah ini, dan itu yang memang saya lakukan selama lebih dari 10 tahun, sehingga kemudian terbangun feeling di dalam diri saya ketika melihat soal.


Di video tersebut dikatakan dengan kita rajin mendengar seperti misalnya podcast maka kita akan terbiasa dengan struktur kalimat dalam bahasa Inggris, yang mana kalau memang podcastnya juga bagus bahasa Inggris dan secara grammar memang sudah bagus, kita terbiasa mendengar kalimat yang grammarnya pun sudah bagus, sehingga kita akan terbiasa dan ketika mendengar sesuatu yang salah kita akan bilang, "Ngga gitu! Yang benar itu gini!", tapi ketika kita ditanya kenapa begitu? Kita ngga bisa menjawab, paling kita bisa jawab, "Ngga tahu! Biasa dengar orang ngomong bahasa Inggris kaya gitu soalnya."

Jadi sebenarnya saya belajar grammar tanpa saya sadari selama saya rajin mendengarkan podcast berbahasa Inggris. Grammarnya sudah ada di kalimat yang saya dengar, dan kalimat yang saya dengar itu sudah mengandung grammar yang betul, sehingga ketika saya mengerjakan soal TOEFL tersebut saya hanya mengacu kepada apa yang biasa saya dengar. Ah ini salah nih! Biasanya ngga gini soalnya yang saya dengar! Dan ini menjadi satu cara yang menyenangkan lho untuk kita bisa berbahasa Inggris dengan lancar.

Nah kalau teman-teman lihat, di bagian speaking skill, di tes tersebut ada tes di mana kita akan ngobrol dengan seseorang. Di situ nilai saya hanya Intermediate, nah ini yang sekarang saya akan latih lebih dalam lagi. Karena sekarang saya mulai mempelajari teori mengenai grammar juga, karena saya akan mengajar bahasa Inggris ke depannya, jadi saya harus mengetahui mengenai teori-teori grammar juga untuk menjelaskan mengapa begini dan mengapa begitu. Saya rajin latihan speaking juga sekarang dan juga latihan pronunciation yang baik, saya lagi mengejar untuk bisa punya aksen British English, kemarin sempat saya rekam hasil saya membaca novel dan saya coba kirimkan hasil rekaman tersebut ke seorang guru bahasa Inggris, dia bilang pronunciation saya sudah mirip seperti orang Inggris. Tapi saya masih belum puas, dan saya masih latihan dan terus latihan hingga memang aksen tersebut terbentuk sampai benar-benar tercetak di dalam diri saya.

4 Skills Dalam Bahasa

Nah ternyata memang kalau kita ingin mempelajari bahasa ada empat skills atau empat keahlian yang harus kita latih, antara lain:
  1. Speaking Skill
  2. Listening Skill
  3. Reading Skill
  4. Writing Skill
Nah keempatnya ini harus kita latih dengan baik. Kalau speaking itu berarti kita harus latihan berbicara, dan ini yang biasanya jarang kita lakukan. Kita biasanya hanya fokus di reading dan writing skill saja. Grammar masuk ke dalam bagian writing skill, sementara bagian speaking dan listening ini jarang terlalu kita latih. Ngga heran ketika kita ketemu orang bule beneran kalau dia sudah ngomong cepat kita bingung, "Ini orang ngomongnya cepat amat sih! Ngga ngerti dia ngomong apa!". Kalau kita nonton film tanpa subtitle sama sekali walaupun subtitle bahasa Inggris tidak ada, dan kita bisa mengerti berarti listening skill kita sudah bagus tuh artinya. Apalagi kalau kita bisa menuliskan apa yang barusan mereka ucapkan di film tersebut dan benar! Wah itu berarti listening skill kita sudah bagus sekali. 

Nah berbekal dari ini makanya saya ingin menciptakan pengajaran bahasa Inggris yang seru, dan tentunya berbeda dengan pengajaran-pengajaran bahasa Inggris yang ada sekarang ini. Mungkin 6 bulan atau setahun dari sekarang saya sudah siap untuk membuka pengajaran untuk teman-teman yang ingin belajar bahasa Inggris, dan saya bisa membuat sebuah pengajaran bahasa Inggris yang lain dari pengajaran bahasa Inggris yang ditawarkan saat ini. Kalau begitu sekian dulu sharing dari saya, semoga bisa bermanfaat, dan sampai jumpa nanti di pengajaran bahasa Inggris saya. See you then..