Wednesday, April 30, 2014

Minimarket Membunuh Warung Kecil

Blog Iman Prabawa - Fenomena minimarket membunuh warung kecil memang sangat terlihat sekali di Indonesia. Setidaknya ini yang saya pikir terjadi di dekat rumah saya, dimana ada sebuah warung yang memang sudah lama sekali buka disitu, dan tepat disebelahnya berdiri sebuah mini market.

Padahal kalau dilihat di dalam satu kawasan sudah ada berdiri beberapa mini market, yang saya hitung ada 3 mini market yang lokasinya sangat berdekatan, sekitar tidak sampai 100 meter dari lokasi dimana mini market yang baru ini dibangun.

Minimarket Membunuh Warung Kecil


Fenomena Mini Market Di Indonesia

Nah kalau kita lihat dari gambar di atas, warung di atas menurut prediksi saya tidak bisa bertahan lama. Kenapa? Karena di minimarket yang ada di sebelahnya yang baru saya berdiri sekitar seminggu yang lalu, ada tempat untuk nongkrongnya, dan juga secara harga juga pastinya sama bahkan bisa lebih murah dari warung yang ada di depannya. 




Tadinya warung itu adalah warung yang biasa orang membeli minuman atau rokok karena di malam hari biasanya ada tukang makanan yang berjualan disitu, sehingga warung tersebut bisa hidup dari orang-orang yang membeli minuman atau membeli rokok. Ada juga kantor disebelahnya dimana menurut saya warung ini hidup dari orang-orang yang bekerja di kantor, misalnya membeli minuman ringan di warung depannya.

Nah sekarang dengan berdiri mini market yang berada tepat disebelahnya, pastinya orang akan lebih memilih untuk membeli minuman dan makanan di mini market yang ada di sebelahnya dong. Dan warung ini pun harus berpikir mengenai pindah atau memikirkan merubah usahanya karena kalau diteruskan sudah pasti menurut saya omsetnya akan menurun jauh, walau memang namanya rejeki kan urusan Allah.


Jadi memang penting untuk kita mempunyai perencanaan dan bersiap untuk mengatasi hal yang terburuk yang akan terjadi di dalam bisnis atau usaha kita. Pastinya si pemilik warung tidak mengharapkan hal ini terjadi, dan kita juga tidak bisa berharap terlalu banyak kepada pemerintah Indonesia saat ini.

Namun ketika ternyata hal ini terjadi, apa yang akan kita lakukan? Apakah kita akan menjadi marah? Terus menjadi anarkis dan berusaha membakar mini market yang ada? Dari kejadian seperti ini kita bisa berpikir dan belajar mengenai menyiapkan perencanaan dan harus selalu siap akan adanya kejutan di depan kita.

Saya hanya berharap semoga ke depannya pemerintah Indonesia mau dan lebih memperhatikan rakyatnya dan tidak hanya sekedar melihat mana yang kiranya akan menghasilkan pemasukan yang banyak ke kantong mereka tanpa peduli dengan rakyat Indonesia. Semogaa.. :-)


Baca juga :
  1. Gado-gado di Cempaka Putih
  2. Apa Bahasa Kasihmu?
  3. Gubug Makan Mang Engking

Thursday, April 24, 2014

Pentingnya Mempunyai Perencanaan Untuk Kehidupan Kita

Blog Iman Prabawa - Tulisan ini lebih untuk ke diri saya sendiri karena kemarin ketika saya lagi ingin makan di satu tempat dimana saya biasa makan. Saya cukup kaget karena ternyata bangunannya dibongkar. Padahal baru saja ngga sampai setahun bangunan tersebut direnovasi, dan saya juga sempat ngobrol dengan pedagang makanan yang ada disitu, saya bertanya kepada mereka dimana kemudian mereka akan berdagang selama bangunan tersebut direnovasi.

Pentingnya Mempunyai Perencanaan Untuk Kehidupan Kita
 
Jadi bangunannya ternyata dibongkar untuk direnovasi kembali. Karena bangunan sebelahnya memang sudah perlu untuk direnovasi. Pedagang tersebut mengatakan kalau dia juga kaget, tapi dia juga tidak bisa berbuat banyak karena kan disitu dia menyewa tempat, dan memang renovasi itu nantinya pastinya akan menjadi jauh lebih baik lagi, tapi bisa jadi akan memakan waktu selama setahun. Nah selama setahun itu apakah mereka akan berhenti berjualan makanan??

Pentingnya Mempunyai Perencanaan


Dari kejadian ini saya jadi berpikir, tidak ada sesuatu yang pasti! Kita sekarang bekerja nih dan kemudian posisi kita sudah mapan, katakanlah kita menjadi direktur utama dari satu perusahaan, itu belum menjadi jaminan kita akan terus seperti itu. Bisa saja besok terjadi musibah dan ternyata kita mengalami kecelakaan, dan kemudian kita jadi tidak bisa bekerja lagi.



Pemikiran seperti ini dilontarkan oleh teman saya yang kebetulan bekerja di Singapore dan mempunyai tingkat gaji yang sangat baik, dimana jauh sekali dengan penghasilan saya. Dia berkata, "Belum tentu man! Karena kan bisa aja besok gue dipecat, atau besok gue kena musibah yang gue ngga bisa kerja lagi. Semua tergantung Allah man! Kalau Allah menghendaki kan semua bisa aja kejadian tho? Makanya kita harus terus bersyukur dan bersyukur atas apa yang sudah kita terima walau sekecil apa pun itu."

Kata-kata itu tertanam dalam di diri saya dan selalu saya ingat-ingat. Dan kejadian dengan pedagang ini juga menjadi salah satu hal yang seperti menguatkan kata-kata tersebut. Tapi saya juga jadi berpikir bahwa memang sangat penting untuk kita mempunyai perencanaan dalam kehidupan kita. Ketika kita misalnya berdagang, kita harus merencanakan dari uang yang kita hasilkan, berapa yang akan kita sisihkan untuk kita gunakan untuk kebutuhan keseharian kita, dan berapa persen yang harus kita sisihkan untuk ekspansi usaha kita dan juga hal-hal yang lain.

Pos-pos itu memang harus kita pikirkan dengan baik, sehingga ketika ada kejadian mendadak kita jauh lebih siap. Karena saya pikir kalau saja pedagang itu jauh lebih siap, pasti mereka sudah menyiapkan misalnya gerobak tambahan untuk mereka bisa gunakan atau gerobak yang sudah siap mereka sewa untuk mereka bisa meneruskan usaha berjualan makanan mereka itu.

Saya tidak menyalahkan mereka tapi dari mereka lah saya jadi belajar banyak. Memang sebenarnya kalau kita mau membuka mata kita, kita bisa belajar banyak sekali dari sekeliling kita hanya dengan melihat dan berusaha mengkaji apa yang kita bisa ambil pelajaran darinya. Dan memang seringkali pelajaran itu datang begitu saja kepada kehidupan kita, tapi kalau kita mau untuk sejenak berhenti dan berpikir pastinya kita akan mengetahui bahwa itu pelajaran yang dapat kita ambil.


Sungguh saya merasa belajar banyak sekali dari kejadian ini dan merasa diingatkan untuk membuat perencanaan yang jelas dalam hidup saya. Karena untuk membangun sebuah rumah saja kan dibutuhkan gambarnya terlebih dahulu, butuh direncanakan terlebih dahulu, rumahnya mau seperti apa, ada berapa kamarnya, berapa kamar mandinya, desainnya seperti apa, nanti gentengnya menggunakan apa, dindingnya seperti apa.

Masa untuk kehidupan kita sendiri kita tidak berusaha untuk memikirkannya? Kejadian ini benar-benar membuat saya belajar banyak. Terima kasih ya Allah.. :-)


Baca juga :
  1. Apa Bahasa Kasihmu?
  2. Cara Mengingat Tempat Parkir
  3. Gubug Makan Mang Engking Depok

Wednesday, April 23, 2014

Apa Bahasa Kasihmu?

Blog Iman Prabawa - Apa bahasa kasihmu? Ternyata kita mempunyai bahasa kasih yang berbeda-beda, tidak semua orang sama. Kebetulan ada satu buku yang sangat bagus yang membahas mengenai hal ini. Sebuah buku karangan Dr. Gary Chapman yang berjudul Lima Bahasa Kasih, atau kalau versi bahasa Inggrisnya berjudul, The 5 Love Languages.

Di buku itu dia memaparkan bahwa ada lima bahasa kasih dari masing-masing individu. Yang sering terjadi adalah sepasang kekasih yang mempunyai bahasa kasih yang berbeda, mereka berusaha mengekspresikan rasa sayangnya kepada pasangannya dengan bahasa kasihnya mereka. Namun rasa sayang tersebut tidak diartikan sebagai rasa sayang karena perbedaan bahasa kasih di antara mereka.

Apa Bahasa Kasihmu

Kalau kita mengerti lima bahasa kasih ini kita dapat mengekspresikan rasa sayang kita menurut bahasa kasih pasangan kita sehingga pasangan kita akan merasa disayangi oleh kita. Nah apa saja sih 5 bahasa kasih itu?



Lima Bahasa Kasih

Nah berikut ini sesuai dengan yang dipaparkan di buku Lima Bahasa Kasih yang ditulis oleh Dr. Gary Chapman, lima bahasa kasih itu antara lain :

Bahasa Kasih #1 : Kata-Kata Pendukung

Orang yang mempunyai bahasa kasih kata-kata pendukung akan sangat merasa disayang dan dihargai apabila diberikan kata-kata yang baik, dan sebaliknya kata-kata yang buruk akan sangat diingat olehnya dan akan bisa sekali merusak dirinya.  Saya sendiri setelah membaca buku ini menjadi mulai mengamati bahasa kasih tiap orang dan penasaran apakah memang seperti itu.

Saya punya pengalaman betapa sebuah kata-kata yang membesarkan hati akan sangat besar sekali pengaruhnya bagi orang-orang yang bahasa kasihnya adalah kata-kata pendukung. Buat kita yang bukan mempunyai bahasa kasih kata-kata pendukung mungkin akan merasa aneh dan bisa saja kita menganggap dia lebay karena kita sudah memberikan kata-kata yang baik ke dia.

Mungkin kita berpikir, "Ini orang kok lebay banget ya? Saya kan hanya berkata seperti itu saja, tapi kok dia segitu senangnya ya?". Buat kita yang bahasa kasihnya bukan kata-kata pendukung pasti akan berpikir seperti itu tapi buat orang yang bahasa kasihnya adalah kata-kata pendukung hal itu akan sangat menguatkannya. Dia bisa merasa dipercaya, merasa dicintai dan merasa lebih disayang hanya karena kata-kata.

Namun sebaiknya kata-kata ini tidak kita gunakan untuk memperdaya orang lain, karena pasti hal itu nanti dampaknya akan tidak baik untuk kita tho?

Cara bagaimana kita berbicara juga sangat penting. Kata-kata seperti, "Aku cinta kamu" yang diucapkan dengan intonasi yang ramah dan mesra tentunya akan menjadi sebuah pengungkapan cinta yang tulus dan sangat berbeda artinya dengan kata-kata, "Aku cinta kamu?" dengan intonasi yang seperti orang yang sedang bertanya. Atau diucapkan dengan kata-kata yang nyaring yang terdengar seperti orang yang sedang marah.

Psikolog William James kebutuhan paling mendasar dari manusia adalah kebutuhan untuk merasa dihargai. Kata-kata pendukung ini akan memenuhi kebutuhan akan hal ini pada banyak orang.

Bahasa Kasih #2 : Waktu

Orang yang bahasa kasihnya adalah waktu baru akan merasa dirinya disayang apabila diluangkan waktu untuknya. Kebersamaan dan momen penting yang dilewatkan bersama menjadi hal yang sangat berarti baginya. Seringkali hanya dengan ditemani saja dia merasa dirinya disayang, karena dengan ada disampingnya, menemaninya, itu nilainya sangat besar untuknya.

Orang yang bahasa kasihnya waktu sering berkata, "Kamu selalu saja tidak punya waktu untukku." atau "Aku ingin melalui momen berharga ini bersamamu". Aspek utama dari orang-orang yang bahasa kasihnya waktu adalah kebersamaan. Kebersamaan berarti perhatian yang dipusatkan. 

Saya sendiri bahasa kasih saya adalah waktu dan saya menemukan juga di buku ini sebuah cerita mengenai sebuah pasangan, yang mana si istri bercerita mengenai masalah di kantornya sepulang dia bekerja, lalu sang suami mendengarkan dan berusaha memberikan nasehat kepada istrinya. Maksud si suami itu sebenarnya baik, karena dia tidak ingin istrinya menjadi sedih dengan permasalahan yang dihadapinya dan berusaha memberikan solusi untuk masalahnya.

Namun sebenarnya yang coba untuk diutarakan oleh orang-orang yang bahasa kasihnya waktu adalah didengarkan dan diberi simpati. Kita seringkali tidak butuh nasehat, dengan kita bercerita seperti itu sebenarnya bukan nasehat yang kita butuhkan. Kita hanya butuh untuk didengar dan diberi simpati dan bahwa mereka juga bisa ikut merasakan tekanan yang kita rasakan. Kita sama sekali tidak butuh diberikan nasehat, karena memang bukan hal itu yang kita dengar saat itu.



Untuk orang-orang yang bahasa kasihnya bukan waktu, ada beberapa hal yang bisa dijadikan patokan untuk dilakukan ketika menghadapi orang-orang yang bahasa kasihnya adalah waktu, antara lain :
  1. Apabila pasangan anda sedang berbicara usahakan agar kalian tetap saling pandang. Dengan begitu dia merasa bahwa dirinya diperhatikan secara penuh.
  2. Jangan mendengarkan pasangan anda sambil anda melakukan pekerjaan lain. Karena dengan begini pasangan anda akan merasa tidak diperhatikan dan merasa tidak didengarkan. Mereka butuh perhatian penuh. Jadi sebaiknya hal-hal lain disingkirkan dan fokus terhadap pasangan anda. Apabila anda memang sedang ada hal yang tidak bisa ditinggalkan sebaiknya anda berbicara kepada pasangan anda, minta waktu kepadanya. Kata-kata seperti, "Aku tahu kamu mencoba untuk berbicara kepadaku dan aku berminat, dan aku ingin memberimu perhatianku sepenuhnya. Aku tidak bisa melakukannya sekarang, tapi kalau kamu memberiku waktu 10 menit untuk menyelesaikan pekerjaanku ini, aku akan duduk bersama kamu dan mendengarkanmu."
  3. Mendengarkan untuk mengetahui perasaan. Simak dengan baik apa yang diutarakan oleh pasangan anda dan berusaha memahami perasaannya. Kemudian ungkapkan dengan kata-kata seperti, "Sepertinya kamu merasa di ... " Dengan begitu maka dia akan tahu bahwa anda memang mendengarkan apa yang dia sampaikan.
  4. Perhatikan bahasa tubuh. Sering sekali bahasa tubuh menyampaikan satu pesan yang berbeda dengan apa yang disampaikan oleh kata-kata. Minta penjelasan untuk menyakinkan apa yang sedang dipikirkan atau dirasakannya.
  5. Jangan menyelak pembicaraan. Sebuah riset menunjukkan bahwa orang rata-rata hanya mendengarkan selama 17 detik sebelum mereka mulai mencoba melontarkan kata-kata dan ide mereka. Jadi coba dengarkan dengan baik dan tidak berusaha menyelak pembicaraan atau memberikan nasehat yang tidak diperlukan. Yang perlu kita lakukan hanya menjadi pendengar yang baik saja dan berempati dengan dirinya.

Bahasa Kasih #3: Menerima Hadiah

Bagi orang yang bahasa kasihnya ini hadiah merupakan simbol visual dari cinta. Harga tidak berarti banyak bagi orang yang bahasa kasihnya adalah menerima hadiah. Bukan harga yang menjadi nilainya tapi arti dari hadiah tersebut. Memberi hadiah memberitahu kepadanya bahwa kita mencintainya dan memberinya sebuah simbol nyata yang dapat ia lihat yaitu dalam bentuk hadiah.

Jika menerima hadiah merupakan bahasa kasih dari pasangan kita, maka hampir segala sesuatu yang anda berikan akan diterimanya sebagai sebuah ungkapan cinta. Dan jika ia selalu mengecam pemberian-pemberian anda di masa lalu dan hampir segala sesuatu yang anda berikan tidak bisa ia terima atau sepertinya ia cuekkan begitu saja, maka bisa dipastikan bahwa bahasa kasihnya adalah bukan menerima hadiah.

Bahasa Kasih #4: Pelayanan

Orang yang bahasa kasihnya adalah pelayanan baru akan merasa disayang apabila kita melakukan pelayanan untuknya. Mungkin memang terkesan seperti pembantu untuknya, tapi hal-hal seperti kita menyiapkan baju untuk pasangan kita ketika ia hendak pergi ke kantor, atau merapikan tempat tidurnya, atau membuang sampah, atau menyetrika baju, membuatkan makanan, hal-hal seperti itu akan sangat berarti bagi orang yang bahasa kasihnya adalah pelayanan.

Jadi kalau kebetulan kita mempunyai pasangan yang meminta kita untuk membantu kita misalnya mengerjakan tugas-tugas kuliahnya, membantunya mengerjakan pekerjaan rumahnya, dan hal-hal seperti itu bisa jadi dia adalah orang yang bahasa kasihnya adalah pelayanan. Karena dengan dilayani dan dibantu dia merasa dirinya disayang dan dicintai.

Bahasa Kasih #5: Sentuhan Fisik

Sentuhan fisik adalah salah satu cara menyampaikan cinta yang sudah ada sejak lama. Berdasarkan riset, bayi-bayi yang digendong, dipeluk, digendong, dicium mengembangkan emosional yang lebih sehat ketimbang bayi-bayi yang jarang disentuh secara fisik seperti dipeluk, digendong atau dicium tersebut.

Sentuhan fisik juga merupakan sebuah cara penyampaian cinta kita kepada pasangan kita. Saling memegang tangan, mencium, memeluk dan hubungan badan semuanya merupakan cara menyampaikan emosi cinta kepada pasangan kita.

Bagi beberapa orang, sentuhan fisik merupakan bahasa kasih utama mereka. Tanpa itu, mereka merasa tidak dicintai dan tidak disayang. Dengan sentuhan fisiklah mereka merasa tangki emosi mereka dipenuhi dan mereka dapat merasa mantap dalam hubungan dengan pasangan mereka.

Pentingnya Mengetahui Bahasa Kasih

Nah untuk detailnya teman-teman bisa langsung membaca saja buku Lima Bahasa Kasih karangan Dr. Gary Chapman ini. Dengan kita belajar dan mengetahui bahasa kasih dari pasangan kita nantinya kita bisa memberikan kasih sayang kita dengan bahasa kasih yang sesuai dengan bahasa kasih pasangan kita. Misalnya pasangan kita bahasa kasihnya adalah waktu, apabila bahasa kasih kita adalah menerima hadiah kita biasanya akan mengasumsikan bahwa pasangan kita akan merasa dicintai kalau diberi hadiah karena kita merasa disayangi kalau kita diberi hadiah.




Nah ternyata setelah kita beri hadiah pasangan kita tetap tidak merasa disayangi. Yang salah bukan hadiahnya tapi kita salah memberikan pesan cinta kita kepada pasangan kita, karena sebenarnya dia baru merasa dicintai kalau kita meluangkan waktu bersamanya, mendengarkan cerita-ceritanya dia, tidak memberikan nasehat dan hanya menjadi pendengar yang baik ketika dia sedang curhat.

Dengan kita mengetahui bahasa kasih pasangan kita ternyata adalah waktu maka kita bisa menyusun strategi apa yang bisa kita utarakan menurut bahasa kasihnya dia sehingga pasangan kita akan merasa kita sayangi. Buat pasangan yang kebetulan bahasa kasihnya sama sih tidak ada masalah ya, karena kan bahasa kasihnya adalah sama, tapi kalau berbeda kan bisa menjadi hambatan di dalam hubungan mereka karena perbedaan bahasa kasih tersebut.

Contoh lain adalah pasangan yang bahasa kasihnya berbeda, yang satu bahasa kasihnya adalah kata-kata pendukung dan yang satunya bahasa kasihnya adalah pelayanan. Yang bahasa kasihnya kata-kata pendukung akan mengungkapkan dan selalu memberikan kata-kata pendukung buat pasangannya sebagai tanda bahwa dia mencintai pasangannya, tapi pasangannya tidak akan merasa bahwa pasangannya mencintainya karena pasangannya tidak pernah melayani dia. Dia hanya merasa disayangi dan dicintai kalau pasangannya mau membuatkan dirinya teh di pagi hari, kemudian memasakkan makanan untuknya, menyiapkan baju kerjanya, hal-hal pelayanan seperti itu.

Nah karena ketidaktahuan inilah akhirnya akan membuat kedua pasangan akan merasa tidak dicintai, padahal masing-masingnya sebenarnya sudah berusaha untuk memberikan cintanya dengan bahasa kasihnya mereka yang kebetulan memang berbeda dari bahasa kasih pasangannya sehingga hal ini tidak akan ditangkap sebagai kasih sayang oleh pasangannya.

Jadi menurut saya dengan kita mengetahui lima bahasa kasih ini akan sangat membantu hubungan kita dengan pasangan kita pada akhirnya.


Baca juga :
  1. Banjir Jakarta Akankah Terulang Lagi?
  2. Sampah Di Jakarta
  3. Bakso Taman Solo