Skip to main content

Featured Post

Cara Naik Busway Untuk Pertama Kali

Blog Iman Prabawa - Hari ini saya pertama kali menggunakan busway untuk menuju ke kampus baru saya di Universitas Darma Persada. Karena saya mengalami kecelakaan motor maka saya sekarang tidak  lagi menggunakan motor, karena sudah menjadi trauma, kecelakaan motor ini membuat tangan kanan saya patah dan harus dipasang besi pen di tangan kanan saya ini.

Nah karena hari ini pertama kali saya menggunakan busway, saya mau sharing aja, karena saya yakin juga masih banyak juga yang belum pernah naik busway seumur hidupnya seperti saya dan ketika ingin naik busway kemudian bertanya kesana dan kesini.


Semoga sharing dari pengalaman saya naik busway untuk pertama kali ini bisa bermanfaat untuk teman-teman yang seperti saya, yang baru pertama kali ingin menggunakan transportasi busway ini.

Beli E-Ticket Terlebih Dahulu Nah sebelum saya naik busway tentunya saya bertanya-tanya dulu sama teman-teman saya yang sudah pernah menggunakan dan pernah naik busway. Dulu saya pernah satu kali diajak teman …

Apa Bahasa Kasihmu?

Blog Iman Prabawa - Apa bahasa kasihmu? Ternyata kita mempunyai bahasa kasih yang berbeda-beda, tidak semua orang sama. Kebetulan ada satu buku yang sangat bagus yang membahas mengenai hal ini. Sebuah buku karangan Dr. Gary Chapman yang berjudul Lima Bahasa Kasih, atau kalau versi bahasa Inggrisnya berjudul, The 5 Love Languages.

Di buku itu dia memaparkan bahwa ada lima bahasa kasih dari masing-masing individu. Yang sering terjadi adalah sepasang kekasih yang mempunyai bahasa kasih yang berbeda, mereka berusaha mengekspresikan rasa sayangnya kepada pasangannya dengan bahasa kasihnya mereka. Namun rasa sayang tersebut tidak diartikan sebagai rasa sayang karena perbedaan bahasa kasih di antara mereka.

Apa Bahasa Kasihmu

Kalau kita mengerti lima bahasa kasih ini kita dapat mengekspresikan rasa sayang kita menurut bahasa kasih pasangan kita sehingga pasangan kita akan merasa disayangi oleh kita. Nah apa saja sih 5 bahasa kasih itu?



Lima Bahasa Kasih

Nah berikut ini sesuai dengan yang dipaparkan di buku Lima Bahasa Kasih yang ditulis oleh Dr. Gary Chapman, lima bahasa kasih itu antara lain :

Bahasa Kasih #1 : Kata-Kata Pendukung

Orang yang mempunyai bahasa kasih kata-kata pendukung akan sangat merasa disayang dan dihargai apabila diberikan kata-kata yang baik, dan sebaliknya kata-kata yang buruk akan sangat diingat olehnya dan akan bisa sekali merusak dirinya.  Saya sendiri setelah membaca buku ini menjadi mulai mengamati bahasa kasih tiap orang dan penasaran apakah memang seperti itu.

Saya punya pengalaman betapa sebuah kata-kata yang membesarkan hati akan sangat besar sekali pengaruhnya bagi orang-orang yang bahasa kasihnya adalah kata-kata pendukung. Buat kita yang bukan mempunyai bahasa kasih kata-kata pendukung mungkin akan merasa aneh dan bisa saja kita menganggap dia lebay karena kita sudah memberikan kata-kata yang baik ke dia.

Mungkin kita berpikir, "Ini orang kok lebay banget ya? Saya kan hanya berkata seperti itu saja, tapi kok dia segitu senangnya ya?". Buat kita yang bahasa kasihnya bukan kata-kata pendukung pasti akan berpikir seperti itu tapi buat orang yang bahasa kasihnya adalah kata-kata pendukung hal itu akan sangat menguatkannya. Dia bisa merasa dipercaya, merasa dicintai dan merasa lebih disayang hanya karena kata-kata.

Namun sebaiknya kata-kata ini tidak kita gunakan untuk memperdaya orang lain, karena pasti hal itu nanti dampaknya akan tidak baik untuk kita tho?

Cara bagaimana kita berbicara juga sangat penting. Kata-kata seperti, "Aku cinta kamu" yang diucapkan dengan intonasi yang ramah dan mesra tentunya akan menjadi sebuah pengungkapan cinta yang tulus dan sangat berbeda artinya dengan kata-kata, "Aku cinta kamu?" dengan intonasi yang seperti orang yang sedang bertanya. Atau diucapkan dengan kata-kata yang nyaring yang terdengar seperti orang yang sedang marah.

Psikolog William James kebutuhan paling mendasar dari manusia adalah kebutuhan untuk merasa dihargai. Kata-kata pendukung ini akan memenuhi kebutuhan akan hal ini pada banyak orang.

Bahasa Kasih #2 : Waktu

Orang yang bahasa kasihnya adalah waktu baru akan merasa dirinya disayang apabila diluangkan waktu untuknya. Kebersamaan dan momen penting yang dilewatkan bersama menjadi hal yang sangat berarti baginya. Seringkali hanya dengan ditemani saja dia merasa dirinya disayang, karena dengan ada disampingnya, menemaninya, itu nilainya sangat besar untuknya.

Orang yang bahasa kasihnya waktu sering berkata, "Kamu selalu saja tidak punya waktu untukku." atau "Aku ingin melalui momen berharga ini bersamamu". Aspek utama dari orang-orang yang bahasa kasihnya waktu adalah kebersamaan. Kebersamaan berarti perhatian yang dipusatkan. 

Saya sendiri bahasa kasih saya adalah waktu dan saya menemukan juga di buku ini sebuah cerita mengenai sebuah pasangan, yang mana si istri bercerita mengenai masalah di kantornya sepulang dia bekerja, lalu sang suami mendengarkan dan berusaha memberikan nasehat kepada istrinya. Maksud si suami itu sebenarnya baik, karena dia tidak ingin istrinya menjadi sedih dengan permasalahan yang dihadapinya dan berusaha memberikan solusi untuk masalahnya.

Namun sebenarnya yang coba untuk diutarakan oleh orang-orang yang bahasa kasihnya waktu adalah didengarkan dan diberi simpati. Kita seringkali tidak butuh nasehat, dengan kita bercerita seperti itu sebenarnya bukan nasehat yang kita butuhkan. Kita hanya butuh untuk didengar dan diberi simpati dan bahwa mereka juga bisa ikut merasakan tekanan yang kita rasakan. Kita sama sekali tidak butuh diberikan nasehat, karena memang bukan hal itu yang kita dengar saat itu.



Untuk orang-orang yang bahasa kasihnya bukan waktu, ada beberapa hal yang bisa dijadikan patokan untuk dilakukan ketika menghadapi orang-orang yang bahasa kasihnya adalah waktu, antara lain :
  1. Apabila pasangan anda sedang berbicara usahakan agar kalian tetap saling pandang. Dengan begitu dia merasa bahwa dirinya diperhatikan secara penuh.
  2. Jangan mendengarkan pasangan anda sambil anda melakukan pekerjaan lain. Karena dengan begini pasangan anda akan merasa tidak diperhatikan dan merasa tidak didengarkan. Mereka butuh perhatian penuh. Jadi sebaiknya hal-hal lain disingkirkan dan fokus terhadap pasangan anda. Apabila anda memang sedang ada hal yang tidak bisa ditinggalkan sebaiknya anda berbicara kepada pasangan anda, minta waktu kepadanya. Kata-kata seperti, "Aku tahu kamu mencoba untuk berbicara kepadaku dan aku berminat, dan aku ingin memberimu perhatianku sepenuhnya. Aku tidak bisa melakukannya sekarang, tapi kalau kamu memberiku waktu 10 menit untuk menyelesaikan pekerjaanku ini, aku akan duduk bersama kamu dan mendengarkanmu."
  3. Mendengarkan untuk mengetahui perasaan. Simak dengan baik apa yang diutarakan oleh pasangan anda dan berusaha memahami perasaannya. Kemudian ungkapkan dengan kata-kata seperti, "Sepertinya kamu merasa di ... " Dengan begitu maka dia akan tahu bahwa anda memang mendengarkan apa yang dia sampaikan.
  4. Perhatikan bahasa tubuh. Sering sekali bahasa tubuh menyampaikan satu pesan yang berbeda dengan apa yang disampaikan oleh kata-kata. Minta penjelasan untuk menyakinkan apa yang sedang dipikirkan atau dirasakannya.
  5. Jangan menyelak pembicaraan. Sebuah riset menunjukkan bahwa orang rata-rata hanya mendengarkan selama 17 detik sebelum mereka mulai mencoba melontarkan kata-kata dan ide mereka. Jadi coba dengarkan dengan baik dan tidak berusaha menyelak pembicaraan atau memberikan nasehat yang tidak diperlukan. Yang perlu kita lakukan hanya menjadi pendengar yang baik saja dan berempati dengan dirinya.

Bahasa Kasih #3: Menerima Hadiah

Bagi orang yang bahasa kasihnya ini hadiah merupakan simbol visual dari cinta. Harga tidak berarti banyak bagi orang yang bahasa kasihnya adalah menerima hadiah. Bukan harga yang menjadi nilainya tapi arti dari hadiah tersebut. Memberi hadiah memberitahu kepadanya bahwa kita mencintainya dan memberinya sebuah simbol nyata yang dapat ia lihat yaitu dalam bentuk hadiah.

Jika menerima hadiah merupakan bahasa kasih dari pasangan kita, maka hampir segala sesuatu yang anda berikan akan diterimanya sebagai sebuah ungkapan cinta. Dan jika ia selalu mengecam pemberian-pemberian anda di masa lalu dan hampir segala sesuatu yang anda berikan tidak bisa ia terima atau sepertinya ia cuekkan begitu saja, maka bisa dipastikan bahwa bahasa kasihnya adalah bukan menerima hadiah.

Bahasa Kasih #4: Pelayanan

Orang yang bahasa kasihnya adalah pelayanan baru akan merasa disayang apabila kita melakukan pelayanan untuknya. Mungkin memang terkesan seperti pembantu untuknya, tapi hal-hal seperti kita menyiapkan baju untuk pasangan kita ketika ia hendak pergi ke kantor, atau merapikan tempat tidurnya, atau membuang sampah, atau menyetrika baju, membuatkan makanan, hal-hal seperti itu akan sangat berarti bagi orang yang bahasa kasihnya adalah pelayanan.

Jadi kalau kebetulan kita mempunyai pasangan yang meminta kita untuk membantu kita misalnya mengerjakan tugas-tugas kuliahnya, membantunya mengerjakan pekerjaan rumahnya, dan hal-hal seperti itu bisa jadi dia adalah orang yang bahasa kasihnya adalah pelayanan. Karena dengan dilayani dan dibantu dia merasa dirinya disayang dan dicintai.

Bahasa Kasih #5: Sentuhan Fisik

Sentuhan fisik adalah salah satu cara menyampaikan cinta yang sudah ada sejak lama. Berdasarkan riset, bayi-bayi yang digendong, dipeluk, digendong, dicium mengembangkan emosional yang lebih sehat ketimbang bayi-bayi yang jarang disentuh secara fisik seperti dipeluk, digendong atau dicium tersebut.

Sentuhan fisik juga merupakan sebuah cara penyampaian cinta kita kepada pasangan kita. Saling memegang tangan, mencium, memeluk dan hubungan badan semuanya merupakan cara menyampaikan emosi cinta kepada pasangan kita.

Bagi beberapa orang, sentuhan fisik merupakan bahasa kasih utama mereka. Tanpa itu, mereka merasa tidak dicintai dan tidak disayang. Dengan sentuhan fisiklah mereka merasa tangki emosi mereka dipenuhi dan mereka dapat merasa mantap dalam hubungan dengan pasangan mereka.

Pentingnya Mengetahui Bahasa Kasih

Nah untuk detailnya teman-teman bisa langsung membaca saja buku Lima Bahasa Kasih karangan Dr. Gary Chapman ini. Dengan kita belajar dan mengetahui bahasa kasih dari pasangan kita nantinya kita bisa memberikan kasih sayang kita dengan bahasa kasih yang sesuai dengan bahasa kasih pasangan kita. Misalnya pasangan kita bahasa kasihnya adalah waktu, apabila bahasa kasih kita adalah menerima hadiah kita biasanya akan mengasumsikan bahwa pasangan kita akan merasa dicintai kalau diberi hadiah karena kita merasa disayangi kalau kita diberi hadiah.




Nah ternyata setelah kita beri hadiah pasangan kita tetap tidak merasa disayangi. Yang salah bukan hadiahnya tapi kita salah memberikan pesan cinta kita kepada pasangan kita, karena sebenarnya dia baru merasa dicintai kalau kita meluangkan waktu bersamanya, mendengarkan cerita-ceritanya dia, tidak memberikan nasehat dan hanya menjadi pendengar yang baik ketika dia sedang curhat.

Dengan kita mengetahui bahasa kasih pasangan kita ternyata adalah waktu maka kita bisa menyusun strategi apa yang bisa kita utarakan menurut bahasa kasihnya dia sehingga pasangan kita akan merasa kita sayangi. Buat pasangan yang kebetulan bahasa kasihnya sama sih tidak ada masalah ya, karena kan bahasa kasihnya adalah sama, tapi kalau berbeda kan bisa menjadi hambatan di dalam hubungan mereka karena perbedaan bahasa kasih tersebut.

Contoh lain adalah pasangan yang bahasa kasihnya berbeda, yang satu bahasa kasihnya adalah kata-kata pendukung dan yang satunya bahasa kasihnya adalah pelayanan. Yang bahasa kasihnya kata-kata pendukung akan mengungkapkan dan selalu memberikan kata-kata pendukung buat pasangannya sebagai tanda bahwa dia mencintai pasangannya, tapi pasangannya tidak akan merasa bahwa pasangannya mencintainya karena pasangannya tidak pernah melayani dia. Dia hanya merasa disayangi dan dicintai kalau pasangannya mau membuatkan dirinya teh di pagi hari, kemudian memasakkan makanan untuknya, menyiapkan baju kerjanya, hal-hal pelayanan seperti itu.

Nah karena ketidaktahuan inilah akhirnya akan membuat kedua pasangan akan merasa tidak dicintai, padahal masing-masingnya sebenarnya sudah berusaha untuk memberikan cintanya dengan bahasa kasihnya mereka yang kebetulan memang berbeda dari bahasa kasih pasangannya sehingga hal ini tidak akan ditangkap sebagai kasih sayang oleh pasangannya.

Jadi menurut saya dengan kita mengetahui lima bahasa kasih ini akan sangat membantu hubungan kita dengan pasangan kita pada akhirnya.


Baca juga :
  1. Banjir Jakarta Akankah Terulang Lagi?
  2. Sampah Di Jakarta
  3. Bakso Taman Solo

Comments

Popular posts from this blog

Cara Naik Busway Untuk Pertama Kali

Blog Iman Prabawa - Hari ini saya pertama kali menggunakan busway untuk menuju ke kampus baru saya di Universitas Darma Persada. Karena saya mengalami kecelakaan motor maka saya sekarang tidak  lagi menggunakan motor, karena sudah menjadi trauma, kecelakaan motor ini membuat tangan kanan saya patah dan harus dipasang besi pen di tangan kanan saya ini.

Nah karena hari ini pertama kali saya menggunakan busway, saya mau sharing aja, karena saya yakin juga masih banyak juga yang belum pernah naik busway seumur hidupnya seperti saya dan ketika ingin naik busway kemudian bertanya kesana dan kesini.


Semoga sharing dari pengalaman saya naik busway untuk pertama kali ini bisa bermanfaat untuk teman-teman yang seperti saya, yang baru pertama kali ingin menggunakan transportasi busway ini.

Beli E-Ticket Terlebih Dahulu Nah sebelum saya naik busway tentunya saya bertanya-tanya dulu sama teman-teman saya yang sudah pernah menggunakan dan pernah naik busway. Dulu saya pernah satu kali diajak teman …

Pengalaman Menggunakan Kasur Busa Inoac

Blog Iman Prabawa - Kali ini saya mau sharing sedikit mengenai pengalaman menggunakan kasur busa Inoac, yap! Untuk teman-teman yang pernah membaca tulisan saya "Kasur Angin Mudah Bocor?" tentu tahu saya akhirnya tidak lagi menggunakan kasur angin walau pun itu kasur menurut saya nyaman sekali digunakan, tapi karena kasurnya bocor dan ternyata banyak yang sudah mengalami juga kasur anginnya mengalami kebocoran, jadi saya sudah tidak menggunakan kasur angin lagi deh.

Search Kasur Busa Di Internet Karena mengalami kasur angin yang bocor dan di kamar saya ngga ada kasur lagi yang bisa digunakan jadi kemudian saya search aja mencari kasur yang bisa saya gunakan. Untuk menggunakan kasur spring bed seperti itu sepertinya ngga deh, pilihan saya ngga di kasur spring bed, karena tempat dari kamar saya kayanya ngga pas dipakein kasur tersebut disamping keuangan saya juga yang lagi kurang baik.

Karena kalau kasur spring bed yang ngga bagus saya pernah nyoba, dimana pernya kerasa banget …

Beli Plastik Bubble Dimana Ya?

Blog Iman Prabawa - Mungkin ada teman-teman juga yang bertanya hal yang sama dengan saya, yaitu beli plastik bubble dimana ya? Apa sih plastik buble itu? Itu lho plastik yang ada gelembungnya gitu. Yang biasanya buat pelindung barang kalau kita mau ngirim-ngirim.
Atau biasanya kalau kita beli barang dan dikirim suka dibungkus dengan plastik bubble kaya gitu. Tadi kebetulan saya ingin ngirim barang, jadi kepikiran banget untuk mendadak banget beli plastik bubble. Nah langsung aja saya search di google ternyata ada yang nyari juga ya.
Tapi kebanyakan yang jual, dan karena saya butuh cepat yang saat itu ada, saya hanya melihat ada yang posting ngga mengenai hal ini, saya lihat salah satunya ada yang bilang di pasar Mester daerah Jatinegara. Tapi karena buat saya juga terlalu jauh saya search lagi.
Dan ngga nemu juga! Akhirnya saya iseng ke ACE Hardware yang ada di dekat rumah saya di daerah Cempaka Putih. Sesampainya disana saya muter-muter dulu sebelum nanya ke petugasnya. Akhirnya ngga…