Skip to main content

Pengalaman Naik Kapal Roro Dari Batam

Halo semuanya. Kali ini saya mau sharing pengalaman saya naik kapal Roro dari pelabuhan Telaga Punggur Batam ke pelabuhan Bulang Linggi, Tanjung Uban, Pulau Bintan. Karena ini juga pertama kalinya saya naik kapal Roro ini, jadi sekalian saya dokumentasikan juga perjalanan saya dari pulau Batam ke pulau Bintan dengan menggunakan kapal Roro ini.


Nah yang namanya kapal Roro itu kapal yang seperti terlihat pada gambar di atas. Itu kapalnya baru saja merapat dan kemudian nanti setelah kapalnya merapat, kita akan naik kapal tersebut.

Saya juga kebetulan memvideokan pengalaman saya naik kapal Roro ini karena saya ingin tahu berapa lama sih waktunya kalau saya naik kapal Roro dari Batam ke pulau Bintan karena biasanya kalau saya menggunakan kapal speedboat itu memakan waktu kurang lebih sekitar 15 menitan.

Tiket Kapal Roro Untuk naik kapal Roro kita perlu untuk membeli tiketnya terlebih dahulu. Loket tiketnya seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini.


Kalau kita melihat dari apa yang ter…

Tanjung Pinang Ke Singapura

Blog Iman Prabawa - Kali ini perjalanan saya dari Tanjung Pinang ke Singapura. Baru kali ini saya ke Singapura melalui Tanjung Pinang, biasanya sih lewat jalur udara. Seru juga nih kali ini lewat Tanjung Pinang. Buat teman-teman yang ngga tahu Tanjung Pinang itu dimana, Tanjung Pinang itu terletak di Pulau Bintan. Nah buat teman-teman yang juga bingung Pulau Bintan itu dimana, Pulau Bintan itu letaknya di sebelahnya Pulau Batam.

Kalau Pulau Batam sepertinya semua orang mengenalnya ya? Tapi kalau Pulau Bintan bisa dibilang ngga semua orang tahu. Kita bisa ke Singapura melalui Batam dan juga bisa melalui Tanjung Pinang. Kalau kita melalui Tanjung Pinang kita bisa naik Ferry dari Pelabuhan Sri Bintan Pura.


Pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjung Pinang

Nah kalau kita ke Singapura melalui Pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjung Pinang ini kita bisa naik Sindo Ferry, yang kurang lebih sekitar 1 jam setengah hingga 2 jam kemarin pengalaman sih segituan kalau saya tidak salah yaa.. Nah ini videonya, kebetulan kemarin saya memvideokannya, karena memang saya baru kali naik ferry dari Tanjung Pinang menuju Singapura.


Untuk ongkosnya, teman-teman perlu merogoh kocek kemarin sih harga tiket ferrynya itu 190ribu, belum termasuk biaya seperti masuk ke dalamnya ya. Nih tiketnya seperti ini, dan jangan lupa siapkan passport yaa.. Ntar ketinggalan lagi seperti teman saya waktu itu pernah cerita kalau temannya dia pernah ketinggalan passport.

Tanjung Pinang Ke Singapura

 Kalau melalui Tanjung Pinang, jamnya ngga sebebas kalau teman-teman dari Batam. Karena kalau dari Batam karena lebih banyak yang ke Singapura jadinya jamnya pun jauh lebih banyak ketimbang yang dari Tanjung Pinang. Ini yang dari Tanjung Pinang bisa dilihat saja penumpangnya sedikit sekali.

Penumpang Ferry Sindo

Tuh kan sepi banget kan? Nah kalau yang dari Batam, sepulang dari Singapura, saya naik kapal ferry yang menuju Batam, dan yang saya alami jauh lebih ramai ketimbang kapan ferry yang ini. Kalau teman-teman naik dari Tanjung Pinang, dari pelabuhan Sri Bintan Pura, teman-teman akan melewati apa sih namanya, pokoknya terlihat seperti gambar di bawah ini.

Menuju Pelabuhan Sri Bintan Pura

Baru kemudian nanti di ujungnya nunggu dulu sebentar, kalau sudah dibuka nanti teman-teman tinggal masuk saja. Tapi kalau belum dibuka ya kita nunggu dulu diluarnya seperti orang-orang yang berada disitu.

Menunggu Di Pelabuhan

Yang mau nganter bisa sampai disini saja, karena nanti kalau masuk sudah tidak boleh. Disitu kan ada plangnya juga ya, pemberitahuannya. Nanti didalam akan ada imigrasi ketika kita masuk, dimana passport dan barang bawaan kita dicek dulu.



Oh iya nanti begitu masuk tiketnya diserahkan kepada petugas yang nantinya akan menyobeknya..

Tiket Masuk

Nanti kita akan diberi lembar imigrasi yang perlu kita isi seperti begini. Ini tiap masuk negara yang berbeda pasti kita akan dapat yang model begini ya. Waktu saya ke Jepang juga begini, cuma kalau ke Singapura kita ngga butuh yang namanya visa.

Imigrasi Singapura

Kita menunggu di ruang tunggu di dalam sampai kemudian perahu ferrynya pun datang, dan kemudian kita tinggal naik deh ke dalam kapal ferry itu. Ini kapal ferry yang baru datang dari Singapura sampai di pelabuhan Sri Bintan, Tanjung Pinang.

Ferry Sindo

Akhirnya setelah dua jam di dalam kapal ferry akhirnya kita sampai juga di pelabuhan Harbour Front Singapura. Ngga boleh foto-foto, jadi saya foto depannya doang, pas nyampe yang ngga ada tulisan ngga boleh foto-foto.

Sampai Di Singapura

Kemudian kita naik taksi untuk menuju ke hotel kita. Dari pelabuhan Harbour Front ke daerah Irrawady Road karena saya menginap di hotel Ibis di daerah Irrawady Road, naik taksi kemarin ongkosnya kalau tidak salah itu $21. Lumayan jauh soalnya, Irrawady Road itu daerahnya dekat dengan Novena.

Novena Singapore

Sampai hotel saya jalan-jalan kaki deh mengelilingi hotel. Biasanya sih gitu, pingin tahu keadaan sekitar hotel seperti apa.



Ternyata banyak orang bule ya sekarang yang tinggal di Singapore. Itu terlihat di video saya di atas itu. Nah sekian dulu perjalanan saya dari Tanjung Pinang ke Singapura ini. Sampai ketemu lagi. Salam.

Comments

  1. Mas Iman, tiket ferry dari Tanjung Pinang - Singapore apakah beli langsung di pelabuhan atau bisa booking ? Thanks, Toni.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya sih kemarin beli langsung di pelabuhannya, kurang tahu saya kalau bisa booking atau ngganya, seharusnya mah bisa saya rasa sih.. tapi untuk detailnya coba dihubungi langsung aja pihak yang menjual tiketnya..

      Delete
  2. Mas Iman, ada MRT terdekat ngga dari pelabuhan Harbour Front?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kayanya ngga deh, tapi ngga tahu juga, kemarin itu saya dari Harbour Front naik taksi langsung menuju hotel soalnya. Ngga nanya MRT sama supir taksinya..

      Delete
    2. seingat saya ada MRT dari pelabuhan Harbour Front dan kita masuknya dari dalam mall yang ada di Harbour Front. bantu jawab ya hihi

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Pengalaman Menggunakan Kasur Busa Inoac

Kali ini saya mau sharing sedikit mengenai pengalaman menggunakan kasur busa Inoac, yap! Untuk teman-teman yang pernah membaca tulisan saya "Kasur Angin Mudah Bocor?" tentu tahu saya akhirnya tidak lagi menggunakan kasur angin walau pun itu kasur menurut saya nyaman sekali digunakan, tapi karena kasurnya bocor dan ternyata banyak yang sudah mengalami juga kasur anginnya mengalami kebocoran, jadi saya sudah tidak menggunakan kasur angin lagi deh.

Search Kasur Busa Di Internet Karena mengalami kasur angin yang bocor dan di kamar saya ngga ada kasur lagi yang bisa digunakan jadi kemudian saya search aja mencari kasur yang bisa saya gunakan. Untuk menggunakan kasur spring bed seperti itu sepertinya ngga deh, pilihan saya ngga di kasur spring bed, karena tempat dari kamar saya kayanya ngga pas dipakein kasur tersebut disamping keuangan saya juga yang lagi kurang baik.

Karena kalau kasur spring bed yang ngga bagus saya pernah nyoba, dimana pernya kerasa banget di badan saya, jadi …

Beli Plastik Bubble Dimana Ya?

Blog Iman Prabawa - Mungkin ada teman-teman juga yang bertanya hal yang sama dengan saya, yaitu beli plastik bubble dimana ya? Apa sih plastik buble itu? Itu lho plastik yang ada gelembungnya gitu. Yang biasanya buat pelindung barang kalau kita mau ngirim-ngirim.
Atau biasanya kalau kita beli barang dan dikirim suka dibungkus dengan plastik bubble kaya gitu. Tadi kebetulan saya ingin ngirim barang, jadi kepikiran banget untuk mendadak banget beli plastik bubble. Nah langsung aja saya search di google ternyata ada yang nyari juga ya.
Tapi kebanyakan yang jual, dan karena saya butuh cepat yang saat itu ada, saya hanya melihat ada yang posting ngga mengenai hal ini, saya lihat salah satunya ada yang bilang di pasar Mester daerah Jatinegara. Tapi karena buat saya juga terlalu jauh saya search lagi.
Dan ngga nemu juga! Akhirnya saya iseng ke ACE Hardware yang ada di dekat rumah saya di daerah Cempaka Putih. Sesampainya disana saya muter-muter dulu sebelum nanya ke petugasnya. Akhirnya ngga…

Kasur Angin Mudah Bocor?

Blog Iman Prabawa - Kali ini saya mau sharing pengalaman saya membeli kasur angin belum lama ini. Memang kasur angin itu mudah bocor ya? Nah untuk hal ini saya juga baru tahu, sekalian saya ingin sharing pengalaman saya, mungkin teman-teman yang lain ada yang mengalami hal yang lain? Silakan sharing di bagian komen jadi kita bisa saling tahu juga.

Pengalaman Membeli Kasur Angin Selama ini saya di kamar saya menggunakan sofa yang bisa dirubah menjadi tempat tidur. Dan lumayan bisa digunakan hingga sampai saya mengalami kecelakaan dan tangan saya patah. Kemudian saya harus dioperasi dan dipasang pen di tangan sebelah kanan saya.

Setelah seminggu saya dirawat di rumah sakit, ketika saya pulang dan mulai tidur di kamar saya itu, di kasur sofa itu baru saya merasakan masalah. Kasur itu menjadi tidak enak, mungkin karena tangan saya sakit ya? Darisitu kemudian saya jadi mikir untuk membeli kasur yang kecil aja, sofa itu menjadi tidak enak karena sambungannya sudah tidak bagus dan itu kerasa…