Skip to main content

Featured Post

Cara Naik Busway Untuk Pertama Kali

Blog Iman Prabawa - Hari ini saya pertama kali menggunakan busway untuk menuju ke kampus baru saya di Universitas Darma Persada. Karena saya mengalami kecelakaan motor maka saya sekarang tidak  lagi menggunakan motor, karena sudah menjadi trauma, kecelakaan motor ini membuat tangan kanan saya patah dan harus dipasang besi pen di tangan kanan saya ini.

Nah karena hari ini pertama kali saya menggunakan busway, saya mau sharing aja, karena saya yakin juga masih banyak juga yang belum pernah naik busway seumur hidupnya seperti saya dan ketika ingin naik busway kemudian bertanya kesana dan kesini.


Semoga sharing dari pengalaman saya naik busway untuk pertama kali ini bisa bermanfaat untuk teman-teman yang seperti saya, yang baru pertama kali ingin menggunakan transportasi busway ini.

Beli E-Ticket Terlebih Dahulu Nah sebelum saya naik busway tentunya saya bertanya-tanya dulu sama teman-teman saya yang sudah pernah menggunakan dan pernah naik busway. Dulu saya pernah satu kali diajak teman …

Tiga Permintaan Sang Penebang Kayu

Blog Iman Prabawa - Dahulu kala, hiduplah seorang penebang kayu. Siang dan malam, ia bekerja keras di hutan untuk mendapatkan uang agar istri dan anak-anaknya bisa hidup layak. Namun, sang penebang kayu belum berhasil melepaskan diri dari kemiskinan.

Suatu kali, ketika hari masih subuh, sang penebang kayu sudah bangun untuk berangkat ke huta. Ketika tiba di sana, bukannya mulai bekerja, ia malah meratap keras-keras. 

"Oh, malangnya aku! Aku tidak pernah bisa membahagiakan keluargaku sendiri. Lebih baik, aku akhiri saja hidupku ini! Huhuhu.."

Tepat setelah penebang kayu mengucapkan kata-kata terakhir, muncul kepulan asap di depannya. Dari tengah-tengah asap, tampak sesosok lelaki berpakaian indah yang kini berdiri di hadapan si penebang kayu.

"Wahai penebang kayu, mengapa engkau menangis begitu keras?" Ratapanmu terdengar sampai ke tempat dewa-dewa, " ujar lelaki itu dengan suara yang berwibawa.

Sang penebang kayu berhenti meratap. Ia terbengon-bengong menatap lelaki di hadapannya. "Si.. siapa engkau?" tanyanya.

"Aku adalah Dewa Jupiter, dan aku datang untuk menolongmu. Berhentilah menangis, karena aku akan memberimu tiga permintaan. Engkau tinggal mengucapkan permintaan-permintaan itu, dan aku akan mengabulkannya."


Penebang kayu semakin terbengong-bengong. Untuk sesaat, ia tidak bisa mengatakan apa-apa. Ia bertanya-tanya apakah ia sedang bermimpi.

"Aa.. apakah ini nyata? kata si penebang kayu tersebut.

"Tentu saja! Buat apa dewa bermain-main? sahut dewa Jupiter. "Ingat tiga permintaan. Bijaklah memilih permintaan yang akan membuat engkau dan keluargamu bahagia."

"Apapun yang aku inginkan?" tanya penebang kayu yang masih tidak percaya.

Dewa Jupiter mengangguk, "Benar. Apa pun yang engkau inginkan. Engkau cukup mengatakan aku ingin diikuti dengan permintaan yang kau inginkan. Selamat tinggal!"

Lalu kepulan asap kembali muncul. Sang dewa menghilang dalam sekejap, secepat datangnya.

Sang penebang kayu merasa tidak percaya akan keberuntungannya. Kebahagiaannya begitu meluap-luap. Akhirnya! Nasib malangnya akan segera berubah! Ia langsung berlari pulang untuk mengabari keluarganya.

Tiga Permintaan Sang Penebang Kayu

Begitu sampai di rumah, sang penebang kayu langsung mencari istrinya. Ia menemukan sang istri di dapur, sedang sibuk memasak bubur di dalam panci.

"Mon cherie! Sayangku! Kita akan kaya raya! Kita tidak akan hidup miskin lagi!"

Istri penebang kayu berhenti mengaduk bubur di panci. "Apa maksudmu suamiku?"

Sang penebang kayu mengajak istrinya duduk, lalu ia menceritakan apa yang terjadi padanya di hutan. Begitu selesai bercerita, istirnya langsung tersenyum lebar. Matanya berbinar-binar.

"Oh suamiku! Ini kabar yang sungguh bagus. Tapi kita tidak boleh terburu-buru. Sebaiknya, kita menunggu sampai besok sebelum mulai mengajukan permintaan-permintaan kita."

Penebang kayu setuju. Dia senang punya istri yang sungguh bijak. Mereka pun sepakat untuk menjalani hari itu seperti biasa. Penebang kayu kembali ke hutan dan bekerja. Sang istri membersihkan rumah, memasak makan malam, dan mengurus anak-anak.

Malam itu, setelah anak-anak mereka pergi tidur, penebang kayu dan istrinya duduk bersama di meja makan. Sang penebang kayu berkata, "Sebelum kita mengajukan tiga permintaan esok pagi, mari kita manfaatkan malam ini untuk mengucap selamat tinggal pada kemiskinan."

Istrinya setuju, "Kita masih punya satu botol anggur. Yuk, kita minum anggur itu sambil mengenang masa lalu."

Mereka pun menuang anggur, menyalakan perapian, dan mengobrol sambil tertawa-tawa. Sudah lama pasangan itu tidak tertawa selepas itu.

Sang penebang kayu menyesap anggurnya, bersandar di bangkunya, dan menghela napas. "Sungguh hari yang luar biasa. Bubur yang kau masak sangat lezat, tapi... sudah cukup lama kita tidak makan daging. Pasti sosis sapi akan lezat sekali jika disantap bersama anggur ini."

Istrinya mengangguk. "Kau benar suamiku! Kita sudah lama tidak makan daging karena kita tidak punya uang untuk membelinya."

"Sebenarnya, aku ingin kita punya sosis malam ini, " ucap sang penebang kayu. Setelah mengucapkan itu, dia langsung menyadari kesalahannya. Dia telah mengucapkan permintaan pertama!

Dengan mata terbelalak, ia dan istrinya menatap ke atas meja di depan mereka. Kini, sesuai permintaan sang penebang kayu, ada sepiring penuh sosis sapi disana.

"Astaga! Lihat apa yang kau lakukan!" jerit istri si penebang kayu. Dia sudah mengkhayal akan meminta rumah yang besar, atau berpeti-peti emas, atau peternakan yang dipenuhi berbagai macam hewan. Dia memikirkan semua dengan sangat berhati-hati. Tapi sekarang, suaminya yang ceroboh telah mengurangi jatah permintaan mereka.

"Kau sungguh bodoh! Mengapa kau mengatakan kau ingin sosis ketika ada begitu banyak hal di dunia ini yang bisa kita minta?"

Dengan penuh penyesalan, sang penebang kayu mencengkeram kepalanya. "Aku minta maaf istriku! Aku janji akan berhati-hati dengan permintaan kita selanjutnya."



Namun istrinya benar-benar marah. Ia terus memikirkan bahwa satu dari tiga permintaan mereka kini telah hilang sia-sia. "Kau ini sungguh bodoh!" seru istri sang penebang kayu, yang terus mengulangi omelannya.

Di dalam hati, penebang kayu berharap agar istrinya diam. Tapi istrinya tidak mau berhenti. "Kenapa sih, aku harus menikahi orang bodoh sepertimu? Aku bisa saja menikahi orang lain, tapi aku malah menikahi lelaki yang berharap minta sosis!"

Akhirnya, sang penebang kayu kehilangan kesabaran. "Hentikan omelanmu! Aku ingin sosis ini bergantung di hidungmu supaya kamu berhenti bicara!"

Tentu saja, Dewa Jupiter mendengar permintaan penebang kayu tersebut dan mengabulkannya. Sebelum sang istri bisa berkata apa-apa, sepotong sosis menjulur keluar dari hidungnya dan menggelantung disana, seperti belalai gajah.

Sejenak, sang penebang kayu merasa lega karena istrinya tidak lagi bisa mengomel. Tapi, ia kemudian merasa bersalah. Bagaimanapun juga, ia mencintai istrinya dan kasihan melihat sang istri harus punya hidup sosis.

Penebang kayu menghela napas berat, dan berkata, "Yah sekarang kita tinggal punya satu permintaan. Dengan permintaan terakhir ini, aku bisa saja minta kekayaan, atau berpeti-peti emas, atau rumah mewah."

Istrinya tidak bisa menyahut karena sosis yang menggelantung di hidungnya. Ia hanya menatap penebang kayu dengan sedih.

"Bagaimana istriku? Apakah kau ingin kita hidup mewah tapi ada sosis menggantung di hidungmu? Atau kau ingin menjadi istri penebang kayu yang sederhana, tapi memiliki hidung yang normal?"

Sang istri tidak berkata apa-apa, tapi ia tahu apa yang akan dilakukan suaminya. Dan sang penebang kayu pun mengucapkan permintaan terakhirnya. Lalu kemudian hidung istrinya pun kembali normal. Ya, penebang kayu memang tidak berhasil menjadi kaya raya dan memiliki berpeti-peti emas. Tapi ia bisa tetap hidup bahagia bersama anak-anak dan istrinya yang memiliki hidung yang indah.


Baca juga :
  1. Taman Wisata Alam Mangrove Pantai Indah Kapuk
  2. Buku Personality Plus
  3. Menyikat Gigi Sehabis Makan

Comments

Popular posts from this blog

Cara Naik Busway Untuk Pertama Kali

Blog Iman Prabawa - Hari ini saya pertama kali menggunakan busway untuk menuju ke kampus baru saya di Universitas Darma Persada. Karena saya mengalami kecelakaan motor maka saya sekarang tidak  lagi menggunakan motor, karena sudah menjadi trauma, kecelakaan motor ini membuat tangan kanan saya patah dan harus dipasang besi pen di tangan kanan saya ini.

Nah karena hari ini pertama kali saya menggunakan busway, saya mau sharing aja, karena saya yakin juga masih banyak juga yang belum pernah naik busway seumur hidupnya seperti saya dan ketika ingin naik busway kemudian bertanya kesana dan kesini.


Semoga sharing dari pengalaman saya naik busway untuk pertama kali ini bisa bermanfaat untuk teman-teman yang seperti saya, yang baru pertama kali ingin menggunakan transportasi busway ini.

Beli E-Ticket Terlebih Dahulu Nah sebelum saya naik busway tentunya saya bertanya-tanya dulu sama teman-teman saya yang sudah pernah menggunakan dan pernah naik busway. Dulu saya pernah satu kali diajak teman …

Pengalaman Menggunakan Kasur Busa Inoac

Blog Iman Prabawa - Kali ini saya mau sharing sedikit mengenai pengalaman menggunakan kasur busa Inoac, yap! Untuk teman-teman yang pernah membaca tulisan saya "Kasur Angin Mudah Bocor?" tentu tahu saya akhirnya tidak lagi menggunakan kasur angin walau pun itu kasur menurut saya nyaman sekali digunakan, tapi karena kasurnya bocor dan ternyata banyak yang sudah mengalami juga kasur anginnya mengalami kebocoran, jadi saya sudah tidak menggunakan kasur angin lagi deh.

Search Kasur Busa Di Internet Karena mengalami kasur angin yang bocor dan di kamar saya ngga ada kasur lagi yang bisa digunakan jadi kemudian saya search aja mencari kasur yang bisa saya gunakan. Untuk menggunakan kasur spring bed seperti itu sepertinya ngga deh, pilihan saya ngga di kasur spring bed, karena tempat dari kamar saya kayanya ngga pas dipakein kasur tersebut disamping keuangan saya juga yang lagi kurang baik.

Karena kalau kasur spring bed yang ngga bagus saya pernah nyoba, dimana pernya kerasa banget …

Beli Plastik Bubble Dimana Ya?

Blog Iman Prabawa - Mungkin ada teman-teman juga yang bertanya hal yang sama dengan saya, yaitu beli plastik bubble dimana ya? Apa sih plastik buble itu? Itu lho plastik yang ada gelembungnya gitu. Yang biasanya buat pelindung barang kalau kita mau ngirim-ngirim.
Atau biasanya kalau kita beli barang dan dikirim suka dibungkus dengan plastik bubble kaya gitu. Tadi kebetulan saya ingin ngirim barang, jadi kepikiran banget untuk mendadak banget beli plastik bubble. Nah langsung aja saya search di google ternyata ada yang nyari juga ya.
Tapi kebanyakan yang jual, dan karena saya butuh cepat yang saat itu ada, saya hanya melihat ada yang posting ngga mengenai hal ini, saya lihat salah satunya ada yang bilang di pasar Mester daerah Jatinegara. Tapi karena buat saya juga terlalu jauh saya search lagi.
Dan ngga nemu juga! Akhirnya saya iseng ke ACE Hardware yang ada di dekat rumah saya di daerah Cempaka Putih. Sesampainya disana saya muter-muter dulu sebelum nanya ke petugasnya. Akhirnya ngga…