Skip to main content

Featured Post

Cara Naik Busway Untuk Pertama Kali

Blog Iman Prabawa - Hari ini saya pertama kali menggunakan busway untuk menuju ke kampus baru saya di Universitas Darma Persada. Karena saya mengalami kecelakaan motor maka saya sekarang tidak  lagi menggunakan motor, karena sudah menjadi trauma, kecelakaan motor ini membuat tangan kanan saya patah dan harus dipasang besi pen di tangan kanan saya ini.

Nah karena hari ini pertama kali saya menggunakan busway, saya mau sharing aja, karena saya yakin juga masih banyak juga yang belum pernah naik busway seumur hidupnya seperti saya dan ketika ingin naik busway kemudian bertanya kesana dan kesini.


Semoga sharing dari pengalaman saya naik busway untuk pertama kali ini bisa bermanfaat untuk teman-teman yang seperti saya, yang baru pertama kali ingin menggunakan transportasi busway ini.

Beli E-Ticket Terlebih Dahulu Nah sebelum saya naik busway tentunya saya bertanya-tanya dulu sama teman-teman saya yang sudah pernah menggunakan dan pernah naik busway. Dulu saya pernah satu kali diajak teman …

Strategi Sukses Untuk Pengusaha Pemula

Blog Iman Prabawa - Demam wirausaha melanda angkatan kerja. Banyak yang tergiur cerita manis dari pengusaha yang sukses, meski sesungguhnya ada jalan terjal menuju ke sana. Berikut saran para pakar agar impian menjadi wirausaha terwujud nyata.

Perhatikan Sekitar Anda

Kemungkinan, anda akan menemukan bahwa semakin banyak orang yang menjadi wirausaha, baik skala kecil maupun besar. Memang, sejak Gerakan Kewirausahaan Nasional dicanangkan oleh pemerintah pada 2 Maret 2011, jumlah wirausaha di Indonesia meningkat signifikan. Ini tentu menggembirakan, dan bisa jadi membuat anda tertarik untuk mengikuti jejak mereka. 

Namun menurut Roy Darmawan, SE, M.Psi, staf pengajar Magister Manajemen, Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, sebagian besar wirausaha yang ada saat ini terbentuk karena kecelakaan, bukan perencanaan. Misalnya, mereka yang tidak kunjung diterima bekerja, korban PHK, atau sudah pensiun.



"Padahal, idealnya menjadi wirausaha itu direncanakan, bahkan dicita-citakan," ujar Ketua Kelompok Kerja Pembenihan Wirausaha Kreatif Nasional tersebut. Meriza Hendri, SIP, MM, staf pengajar Fakultas Bisnis dan Manajemen Universitas Widyatama, Bandung, mengutarakan kritik serupa. "Negara kita membutuhkan jutaan wirausaha untuk membangun perekonomian bangsa agar bisa meningkatkan lapangan kerja, pendapatan negara, dan juga kebesaran bangsa," tegasnya.

"Namun saat ini yang saya temukan adalah mereka baru sebatas termotivasi, belum melihat bagaimana pengusaha mengawali bisnis dengan berbagai halangan dan tantangan," kata Meriza. "Mengacu pada definisi Joseph Scumpeter, pakar wirausaha dunia, seorang wirausaha harus memiliki prinsip inovasi, kreativitas, dan entrepreneur mindset," jelas Roy. "Ketika belum ada kreativitas, inovasi dan visi mengembangkan usaha, maka seseorang belum bisa dikategorikan wirausaha yang memiliki dampak signifikan terhadap ekonomi negara."

Karena itu, menurut Roy, sangatlah penting bagi wirausaha baru untuk memiliki pola pikir entrepreneurial, karena hal tersebut terbukti bis amenjawab tantangan yang ada di negara ini.

Tantangan apa saja yang dihadapi wirausaha pemula? 

Menurut Roy, ada dua tantangan besar dalam berwirausaha, yakni akses modal dan akses pemasaran, baik ke pasar lokal maupun internasional. 

"Saat ini, pemerintah memiliki sekitar 35 unit di berbagai kementrian dan lembaga yang menangani kewirausahaan. Sekarang, bagaimana caranya memfasilitasi sebaik mungkin, menularkan jiwa entrepreneurial, melakukan sosialisasi dan kebijakan fasilitasi, serta mendorong timbulnya wirausaha baru," tandas Roy.

Lebih rinci, Meriza memaparkan dua tantangan yang dihadapi pengusaha pemula, yakni tantangan internal dan eksternal. "Tantangan internal adalah tantangan yang datang dari diri wirausaha sendiri, antara lain ketidaktahuan akan potensi diri dan passion dalam memilih bisnis, keterbatasan pengetahuan dan skills tentang bisnis dan manajemen, serta sikap yang belum benar dalam menjalankan bisnis," tegas Meriza.

Sementara itu, tantangan kedua datang dari luar, yaitu perubahan lingkungan bisnis yang begitu cepat, seperti perubahan selera konsumen, ketatnya persaingan, dan situasi ekonomi dan politik yang tidak menentu.

Kedua pakar ini sepakat bahwa salah satu kunci sukses berwirausaha adalah dengan memilih jenis usaha yang sesuai dengan minat dan passion, sehingga anda bisa melakukan dengan antusiasme lebih tinggi.

"Sesuaikan jenis usaha dengan potensi dan passion sebelum melihat peluang. Ketika potensi dirinya adalah berbisnis kuliner, agrobisnis, atau jasa, dan mereka memiliki passion yang tinggi di bidang tersebut, maka itu adalah peluang usaha yang harus ditekuni dan dikembangkan," saran Meriza.

Ia mengingatkan agar anda jangan memilih bisnis yang bersifat musiman atau sekadar ikut-ikutan, karena peluang gagal akan lebih besar.

Lima Bekal Yang Harus Dimiliki Setiap Wirausaha

Agar bisa meraih sukses, Meriza mencatat lima bekal yang harus dimiliki setiap wirausaha. Pertama, dalami bakat dan potensi diri serta passion. Kedua, miliki pengetahuan tentang hakikat entrepreneurship, bisnis, serta manajemen.


"Seorang wirausaha tidak akan sukses tanpa pengetahuan tentang bisnis dan lingkungannya. Bisnis juga tidak akan tumbuh dan berkembang dalam jangka panjang bila tidak menggunakan manajemen yang baik dalam segala hal," tukas Meriza.

Ketiga, kuasai soft skills maupun hard skills dalam mengelola perusahaan. Keempat, miliki attitude yang benar dalam berbisnis. Kelima, miliki keyakinan atas bisnis yang dipilih, serta disiplin dan antusias dalam menjalankan bisnis.

"Wirausaha juga perlu memahami bahwa saat ini lingkungan bisnis begitu cepat berubah, tidak bisa dikontrol, dan mengalami turbulensi. Kare itu entrepreneur perlu kerangka berpikir yang tepat untuk menganalisis situasi. Hal ini bisa didapat dengan belajar dari para akademisi. Jadilah wirausaha yang berbasis pengetahuan bisnis dan manajemen," saran Meriza.

Jika sudah siap, maka saatnya sang pengusaha pemula menetapkan tujuan berbisnis. Pada tahap ini, boleh saja kalau sang wirausaha mau langsung action. Tetapi, ia tidak boleh lagi berbisnis sesuai perkiraan atau action saja. Usahanya harus dijalankan sesuai dengan aturan-aturan manajemen.

"Tanpa pengetahuan, antusiasme, dan perencanaan yang matang, tidak sedikit wirausaha yang mengalami kegagalan," Roy mengingatkan. "Prinsip "just do it" kadang baik, tapi perlu dilengkapi dengan pengetahuan, perhitungan, kemampuan di bidang bisnis, passion yang memadai, dan akses-akses yang menunjang."

Untuk itu, Roy menyarankan agar kita belajar pada wirausaha yang sudah berhasil. "Amati mereka, lalu tiru dan modifikasi." Jangan melihat dari perspektif eksternal, tetapi miliki daya dorong pribadi yang tidka bisa dihambat oleh apa pun," pesan Roy.

"Dengan memiliki kemampuan membangun networking dan partnership, selalu melihat peluang, dan selalu proaktif, maka anda memiliki nilai tambah yang unggul," tegasnya.

Sekarang, mari bicara kegagalan. Menurut Roy kegagalan tidak perlu dialami selama ada perencanaan yang matang. "Kita bisa kok, mencapai keberhasilan yang direncanakan tanpa perlu gagal dudlu. Kalaupun ada kondisi yang kurang diperhitungkan, itu bukan sebuah kegagalan. Seorang wirausaha unggul memahami bahwa tidak ada yang namanya kegagalan, yang ada adalah berhasil atau proses belajar. Mindset ini penting dimiliki, yakni selalu punya cara pandang positif terhadap apa pun yang dialami," tandasnya.

"Tidak ada wirausaha yang tidak pernah merasa gagal dan terpuruk," pesan Meriza. "Karena itu, selalu analisis penyebab kegagalan anda. Di sinilah pentingnya menerapkan knowledge management agar anda bisa mendapatkan pelajaran berharga dari keterpurukan tersebut. Untuk bisa bangkit, selalu ingat impian anda untuk menjadi seorang entrepreneur.

Meriza mengingatkan bahwa dua tahun pertama akan menentukan keberhasilan atau kegagalan sebuah usaha. Inilah masa-masa kritis bagi wirausaha dalam menjalankan bisnis karena dituntut komitmen besar.

"Dua tahun pertama akan menggambarkan bagaimana wirausaha tersebut bisa bertahan menghadapi situasi bisnis dan segala tantangannya, baik secara internal maupun eksterneal," tegasnya.

Sementara itu, lima tahun adalah waktu untuk melihat bisa tidaknya seorang wirausaha mengembangkan bisnis tersebut dengan menggunakan sistem manajemen. Dengan sistem ini, diharapkan wirausaha bisa membuat bisnis mereka berjalan sendiri.

Jika usaha anda sudah mulai berjalan, maka perhatikan lima indikator yang harus dicapai oleh wirausaha, yakni bisnis yang profitable, memberikan manfaat bagi banyak orang, menjaga kelestarian alam, memiliki sustainibility untuk minimal 10 tahun ke depan, serta bisnis yang tumbuh dan berkembang dari skala mikro, kecil, menengah dan besar.

Pemerintah kita menargetkan bahwa akan ada 33 juta wirausaha baru pada tahun 2015. Andakah salah satunya?


Baca juga :
  1. Kekuatan Dari Sebuah Merek
  2. Memulai Bisnis

Comments

Popular posts from this blog

Cara Naik Busway Untuk Pertama Kali

Blog Iman Prabawa - Hari ini saya pertama kali menggunakan busway untuk menuju ke kampus baru saya di Universitas Darma Persada. Karena saya mengalami kecelakaan motor maka saya sekarang tidak  lagi menggunakan motor, karena sudah menjadi trauma, kecelakaan motor ini membuat tangan kanan saya patah dan harus dipasang besi pen di tangan kanan saya ini.

Nah karena hari ini pertama kali saya menggunakan busway, saya mau sharing aja, karena saya yakin juga masih banyak juga yang belum pernah naik busway seumur hidupnya seperti saya dan ketika ingin naik busway kemudian bertanya kesana dan kesini.


Semoga sharing dari pengalaman saya naik busway untuk pertama kali ini bisa bermanfaat untuk teman-teman yang seperti saya, yang baru pertama kali ingin menggunakan transportasi busway ini.

Beli E-Ticket Terlebih Dahulu Nah sebelum saya naik busway tentunya saya bertanya-tanya dulu sama teman-teman saya yang sudah pernah menggunakan dan pernah naik busway. Dulu saya pernah satu kali diajak teman …

Pengalaman Menggunakan Kasur Busa Inoac

Blog Iman Prabawa - Kali ini saya mau sharing sedikit mengenai pengalaman menggunakan kasur busa Inoac, yap! Untuk teman-teman yang pernah membaca tulisan saya "Kasur Angin Mudah Bocor?" tentu tahu saya akhirnya tidak lagi menggunakan kasur angin walau pun itu kasur menurut saya nyaman sekali digunakan, tapi karena kasurnya bocor dan ternyata banyak yang sudah mengalami juga kasur anginnya mengalami kebocoran, jadi saya sudah tidak menggunakan kasur angin lagi deh.

Search Kasur Busa Di Internet Karena mengalami kasur angin yang bocor dan di kamar saya ngga ada kasur lagi yang bisa digunakan jadi kemudian saya search aja mencari kasur yang bisa saya gunakan. Untuk menggunakan kasur spring bed seperti itu sepertinya ngga deh, pilihan saya ngga di kasur spring bed, karena tempat dari kamar saya kayanya ngga pas dipakein kasur tersebut disamping keuangan saya juga yang lagi kurang baik.

Karena kalau kasur spring bed yang ngga bagus saya pernah nyoba, dimana pernya kerasa banget …

Beli Plastik Bubble Dimana Ya?

Blog Iman Prabawa - Mungkin ada teman-teman juga yang bertanya hal yang sama dengan saya, yaitu beli plastik bubble dimana ya? Apa sih plastik buble itu? Itu lho plastik yang ada gelembungnya gitu. Yang biasanya buat pelindung barang kalau kita mau ngirim-ngirim.
Atau biasanya kalau kita beli barang dan dikirim suka dibungkus dengan plastik bubble kaya gitu. Tadi kebetulan saya ingin ngirim barang, jadi kepikiran banget untuk mendadak banget beli plastik bubble. Nah langsung aja saya search di google ternyata ada yang nyari juga ya.
Tapi kebanyakan yang jual, dan karena saya butuh cepat yang saat itu ada, saya hanya melihat ada yang posting ngga mengenai hal ini, saya lihat salah satunya ada yang bilang di pasar Mester daerah Jatinegara. Tapi karena buat saya juga terlalu jauh saya search lagi.
Dan ngga nemu juga! Akhirnya saya iseng ke ACE Hardware yang ada di dekat rumah saya di daerah Cempaka Putih. Sesampainya disana saya muter-muter dulu sebelum nanya ke petugasnya. Akhirnya ngga…