Skip to main content

Featured Post

Cara Naik Busway Untuk Pertama Kali

Blog Iman Prabawa - Hari ini saya pertama kali menggunakan busway untuk menuju ke kampus baru saya di Universitas Darma Persada. Karena saya mengalami kecelakaan motor maka saya sekarang tidak  lagi menggunakan motor, karena sudah menjadi trauma, kecelakaan motor ini membuat tangan kanan saya patah dan harus dipasang besi pen di tangan kanan saya ini.

Nah karena hari ini pertama kali saya menggunakan busway, saya mau sharing aja, karena saya yakin juga masih banyak juga yang belum pernah naik busway seumur hidupnya seperti saya dan ketika ingin naik busway kemudian bertanya kesana dan kesini.


Semoga sharing dari pengalaman saya naik busway untuk pertama kali ini bisa bermanfaat untuk teman-teman yang seperti saya, yang baru pertama kali ingin menggunakan transportasi busway ini.

Beli E-Ticket Terlebih Dahulu Nah sebelum saya naik busway tentunya saya bertanya-tanya dulu sama teman-teman saya yang sudah pernah menggunakan dan pernah naik busway. Dulu saya pernah satu kali diajak teman …

Dinamika Teori Relativitas Albert Einstein

Blog Iman Prabawa - Musim gugur pada tahun 1915 ALbert Einstein menemukan rumus yang mengatur semesta, menjelaskan ruang waktu sebagai kasur yang sedang melesak di mana materi dan energi menyatu. Seperti orang gemuk yang tidur di atasnya, mengubah geometri dari kosmos untuk menghasilkan efek yang kita sebut gravitasi, yang mewajibkan sorot cahaya juga kelereng serta apel yang jatuh untuk mengikuti alur yang melengkung ketika menembus ruang.

Teori Relativitas Albert Einstein

Teori yang sering kita dengar sebagai relativitas. Sejak terbitnya revolusi ilmiah dan masa-masa Isaac Newton, penemu teori gravitasi, saintis dan filsuf telah menganggap ruang waktu sebagai semacam panggung di mana kita, materi dan energi sebagai aktor, berjalan dan beraksi.

Institute for Advanced Study mengkaji ulang satu abad gravitasi. Bahkan alam pun sepertinya ikut ambil bagian. Musim semi yang lalu, para astronom mengatakan mereka telah menemukan "salib Einstein", dimana gravitasi dari sekelompok galaksi di kejauhan telah membelah cahaya dari suatu supernova di belakangnya menjadi sorotan-sorotan terpisah di dalam mana teleskop dapat berulang kali melihat bintang meledak, di dalam suatu versi kosmik dari film "Groundhog Day".


Tidak ada orang yang akan lebih dikejutkan oleh semua ini daripada Einstein sendiri. Ruang waktu yang telah dikemukakannya ternyata jauh lebih heboh daripada yang ia bayangkan di tahun 1907. Pada saat itu ia mendapat pewahyuan bahwa sebuah tubuh yang jatuh akan terasa tidak berbobot. Pemahaman itu menjuruskannya untuk mencoba meluaskan teori relativitasnya yang baru, dari gerbong kereta yang tergelincir ke sisi alam semesta.


Teori Relativitas Khusus

Menurut teori yang fundamental itu, yang sekarang dikenal sebagai relativitas khusus, hukum-hukum fisika tidak peduli pada seberapa cepat kita bergerak, hukum-hukum fisika dan kecepatan cahaya adalah sama. Einstein menemukan bahwa hukum-hukum fisika harus tampak sama, terlepas dari bagaimana kita bergerak, jatuh, memutar, jungkir-balik atau tertekan ke dalam kursi dari mobil yang sedang tancap gas.

Salah satu konsekuensi, yang segera disadari oleh Einstein, adalah sorot cahaya pun akan melekuk ke bawah dan waktu akan melambat di ladang gravitasi. Gravitasi bukanlah suatu daya yang dipancarkan menembus ruang waktu seperti magnetisme, ia adalah geometri dari ruang waktu itu sendiri yang menahan planet-planet di orbitnya dan membuat apel jatuh.


Perjalanan Einstein Menemukan Teori Relativitas

Einstein memerlukan delapan tahun yang sulit berikutnya untuk menemukan bagaimana cara kerja ruang waktu yang lentur ini, selama berpindah-pindah dari Bern, Praguw, dan Zurich lalu ke posisi yang bergengsi di Berlin.

Pada tahun 1913, ia dan mantan teman kelasnya Jerome Grossmann dengan heboh menerbitkan garis besar dari teori gravitasi yang tidak terlalu relatif dibandingkan harapan mereka. Tetapi teori ini memang benar dalam meramalkan pembelokan cahaya, dan Erwin Freundlich, seorang astronom di Berlin Observatory, mulai mengukur pembelokan cahaya bintang selama suatu gerhana matahari di Crimea.

Ketika Perang Dunia I dimulai, Freundlich dan teman-teman ekspedisinya ditangkap sebagai mata-mata. Lalu Einstein menemukan kekurangan di dalam kalkulasinya. Jadi didirikanlah panggung untuk serangkaian kuliah untuk Prussian Academi yang akan merupakan hitung mundur terakhir dari upaya Einstein untuk memahami gravitasi.

Setelah itu, ia menggunakan teori yang sedang mencuat untuk menghitung suatu anomali yang membingungkan di dalam pergerakan Merkuri, orbitnya yang berbentuk telur berubah sebesar 43 detik-lengkung per abad. Jawabannya sangat tepat, dan jantung Einstein berdebar keras.

Rumus persamaan yang Einstein tulis adalah sama dengan rumus yang pernah ia tulis di buku catatannya dua tahun sebelumnya tetapi telah ia tinggalkan. Di salah satu sisi dari tanda persamaan adalah distribusi materi dan energi di dalam ruang. Di sisi yang lain adalah geometri dari ruang, yang disebut metrik, yang adalah resep untuk cara menghitung jarak  di antara dua titik.

Seperti yang kelak dijelaskan oleh fisikawan Princeton, John Wheeler, "Ruang waktu menentukan bagaimana materi bergerak, materi menentukan bagaimana ruang waktu melengkung." Ini mudah untuk dikatakan tetapi sulit untuk dihitung. Bintang-bintang mungkin adalah aktor di panggung, tetapi setiap kali mereka bergerak, seluruh panggung berubah menyusun ulang dirinya sendiri.

Pada bulan Desember 1915, ia menerima telegram dari Karl Schwarzchild, seorang astrofisikawan yang sedang melayani di medan perang, yang telah memecahkan rumus persamaan Einstein untuk menjelaskan ladang gravitasi di seputar satu bintang tunggal.

Ada yang ganjil dari karyanya bahwa pada suatu jarak tertentu dari bintang, kelak dikenal sebagai radius Schwarzchild, rumus persamaan itu akan runtuh. Ini adalah awal dari lubang hitam. Einstein bingung bahwa rumus persamaannya dapat dipecahkan untuk satu bintang tunggal. Salah satu terang yang menuntunnya adalah fisikawan dan filsuf Austria, Ernst Mach, yang menganggap segala sesuatu di semesta adalah relatif. Einstein memaknai Prinsip Mach, sebagaimana ia menyebutnya, bahwa seharusnya mustahil untuk memecahkan rumus persamaannya untuk kasus satu benda tunggal.

Seperti sebagian besar rekan-rekannya di masa itu, Einstein menganggap semesta terdiri dari gugusan awan bintang-bintang, Bima Sakti, dikelilingi oleh ruang yang sangat luas. Pada tahun 1971 Einstein mulai merancang suatu semesta tanpa batas. Di dalam modelnya ini, ruang melengkung untuk bertemu dengan dirinya sendiri, seperti sisi dari kaleng susu. Tetapi model semesta ini tidak stabil, dan silinder bisa runtuh jika tidak ada sesuatu yang menahan sisi-sisinya.

Sesuatu itu adalah sebuah faktor tetap yang ditambahkan ke persamaan yang oleh Einstein disebut sebagai konstanta kosmologikal. Secara fisik, istilah yang baru ini, yang disimbolkan oleh huruf Yunani lambda, mewakili suatu daya tolak kisaran panjang.

Sebuah semesta yang statis seperti yang, menurut anggapan hampir semua orang, dihuni oleh mereka dan di mana geometri hanya ditentukan oleh materi. Namun Willem de Sitter, seorang astronom Belanda, memunculkan bahwa semesta sama sekali tidak memiliki materi dan sedang terbang menjauh.

Lalu, Edwin Hubble menemukan bahwa semesta memang benar-benar sedang mengembang. Pada tahun 1998 para astronom menemukan bahwa energi gelap, yang bertindak persis seperti konstanta kosmologikal, sepertinya meniup ruang waktu menjauh, persis seperti di semestanya de Sitter.



Malah sebenarnya, sekarang ini sebagian besar kosmolog setuju bahwa tidak semua gerakan itu relatif dan bahwa ruang waktu memang memiliki eksistensi terlepas dari materi, meskipun ia tidak statis dan absolut. Contoh yang paling bagus adalah gelombang gravitasional, riak kompresi dan peregangan yang melesat menembus ruang kosong dengan kecepatan cahaya.

Sukses Terbesar Albert Einstein

Sukses terbesar Einstein muncul di tahun 1919, ketika Arthur Eddington melakukan eksperimen yang telah dimulai oleh Freundlich, dan memastikan bahwa semua cahaya dari surga/langit membengkok selama gerhana, dibengkokkan oleh gravitasi gelap matahari, persis seperti yang telah diramalkan oleh Einstein.

Pada relativitas umum, panggung bangkit beraksi. Ruang waktu dapat melengkung, melipat, membungkus dirinya di sekeliling bintang yang mati dan menghilang ke dalam lubang hitam. Ia dapat memantul-mantul seperti perut Sinterklas, memancarkan gelombang kompresi gravitasional, atau memutar seperti adonan di dalam mixer. Ia bahkan bisa robek atau patah. Ia dapat meregang dan tumbuh, atau runtuh ke dalam sebuah titik kepadatan abadi di akhir atau awal waktu.


Artikel ini diambil dari majalah Media Kawasan edisi Maret 2016


Baca juga :
  1. Pertarungan Antara Capung dan Monyet
  2. Pelajaran Berharga Bagi Si Pemalas
  3. Sang Pangeran dan Pengalaman Terbaiknya

Comments

Popular posts from this blog

Cara Naik Busway Untuk Pertama Kali

Blog Iman Prabawa - Hari ini saya pertama kali menggunakan busway untuk menuju ke kampus baru saya di Universitas Darma Persada. Karena saya mengalami kecelakaan motor maka saya sekarang tidak  lagi menggunakan motor, karena sudah menjadi trauma, kecelakaan motor ini membuat tangan kanan saya patah dan harus dipasang besi pen di tangan kanan saya ini.

Nah karena hari ini pertama kali saya menggunakan busway, saya mau sharing aja, karena saya yakin juga masih banyak juga yang belum pernah naik busway seumur hidupnya seperti saya dan ketika ingin naik busway kemudian bertanya kesana dan kesini.


Semoga sharing dari pengalaman saya naik busway untuk pertama kali ini bisa bermanfaat untuk teman-teman yang seperti saya, yang baru pertama kali ingin menggunakan transportasi busway ini.

Beli E-Ticket Terlebih Dahulu Nah sebelum saya naik busway tentunya saya bertanya-tanya dulu sama teman-teman saya yang sudah pernah menggunakan dan pernah naik busway. Dulu saya pernah satu kali diajak teman …

Pengalaman Menggunakan Kasur Busa Inoac

Blog Iman Prabawa - Kali ini saya mau sharing sedikit mengenai pengalaman menggunakan kasur busa Inoac, yap! Untuk teman-teman yang pernah membaca tulisan saya "Kasur Angin Mudah Bocor?" tentu tahu saya akhirnya tidak lagi menggunakan kasur angin walau pun itu kasur menurut saya nyaman sekali digunakan, tapi karena kasurnya bocor dan ternyata banyak yang sudah mengalami juga kasur anginnya mengalami kebocoran, jadi saya sudah tidak menggunakan kasur angin lagi deh.

Search Kasur Busa Di Internet Karena mengalami kasur angin yang bocor dan di kamar saya ngga ada kasur lagi yang bisa digunakan jadi kemudian saya search aja mencari kasur yang bisa saya gunakan. Untuk menggunakan kasur spring bed seperti itu sepertinya ngga deh, pilihan saya ngga di kasur spring bed, karena tempat dari kamar saya kayanya ngga pas dipakein kasur tersebut disamping keuangan saya juga yang lagi kurang baik.

Karena kalau kasur spring bed yang ngga bagus saya pernah nyoba, dimana pernya kerasa banget …

Beli Plastik Bubble Dimana Ya?

Blog Iman Prabawa - Mungkin ada teman-teman juga yang bertanya hal yang sama dengan saya, yaitu beli plastik bubble dimana ya? Apa sih plastik buble itu? Itu lho plastik yang ada gelembungnya gitu. Yang biasanya buat pelindung barang kalau kita mau ngirim-ngirim.
Atau biasanya kalau kita beli barang dan dikirim suka dibungkus dengan plastik bubble kaya gitu. Tadi kebetulan saya ingin ngirim barang, jadi kepikiran banget untuk mendadak banget beli plastik bubble. Nah langsung aja saya search di google ternyata ada yang nyari juga ya.
Tapi kebanyakan yang jual, dan karena saya butuh cepat yang saat itu ada, saya hanya melihat ada yang posting ngga mengenai hal ini, saya lihat salah satunya ada yang bilang di pasar Mester daerah Jatinegara. Tapi karena buat saya juga terlalu jauh saya search lagi.
Dan ngga nemu juga! Akhirnya saya iseng ke ACE Hardware yang ada di dekat rumah saya di daerah Cempaka Putih. Sesampainya disana saya muter-muter dulu sebelum nanya ke petugasnya. Akhirnya ngga…