Skip to main content

Featured Post

Cara Naik Busway Untuk Pertama Kali

Blog Iman Prabawa - Hari ini saya pertama kali menggunakan busway untuk menuju ke kampus baru saya di Universitas Darma Persada. Karena saya mengalami kecelakaan motor maka saya sekarang tidak  lagi menggunakan motor, karena sudah menjadi trauma, kecelakaan motor ini membuat tangan kanan saya patah dan harus dipasang besi pen di tangan kanan saya ini.

Nah karena hari ini pertama kali saya menggunakan busway, saya mau sharing aja, karena saya yakin juga masih banyak juga yang belum pernah naik busway seumur hidupnya seperti saya dan ketika ingin naik busway kemudian bertanya kesana dan kesini.


Semoga sharing dari pengalaman saya naik busway untuk pertama kali ini bisa bermanfaat untuk teman-teman yang seperti saya, yang baru pertama kali ingin menggunakan transportasi busway ini.

Beli E-Ticket Terlebih Dahulu Nah sebelum saya naik busway tentunya saya bertanya-tanya dulu sama teman-teman saya yang sudah pernah menggunakan dan pernah naik busway. Dulu saya pernah satu kali diajak teman …

Review Philips BT 50 Bluetooth Speaker

Blog Iman Prabawa - Halo teman-teman semuanya, kali ini saya mau mereview sebuah bluetooth speaker keluaran dari Philips, yaitu Philips BT 50. Saya membeli ini karena pada awalnya saya merasakan kebutuhan untuk mendengarkan pembelajaran bahasa melalui handphone saya. Yang saya rasakan tidak kedengaran kalau saya hanya mengandalkan speaker dari handphone tersebut. Sementara kalau saya menggunakan earphone, saya tidak terlalu suka berlama-lama menggunakan earphone, entah kenapa. Kerasa ngga enak aja kalau saya menggunakan earphone, itulah mengapa kemudian saya memilih untuk membeli sebuah bluetooth speaker.

Philips BT 50 Bluetooth Speaker

Nah kemudian ketika saya browsing dan mencari-cari, sebuah bluetooth speaker yang kecil sehingga enak untuk dibawa-bawa, karena kalau terlalu besar kan repot untuk membawa-bawanya. Saya kemudian tertarik untuk membeli Philips BT 50 ini yang kalau kita lihat penampakannya adalah seperti terlihat di bawah ini,


Review Philips BT 50 Bluetooth Speaker 001

Kalau kita membeli Philips BT 50 ini kita akan mendapatkan satu buah kabel untuk kita mencas bluetooth speaker ini, seperti terlihat pada gambar di bawah ini,

Review Philips BT 50 Bluetooth Speaker 002

Pilihan warnanya ada banyak, ada yang warna putih, hitam, dan warna yang lain (saya lupa warna apa saja. Kemudian kita juga bisa mencolokan dari handphone kita ke bluetooth speaker ini kalau kita tidak mau menggunakan fasilitas bluetoothnya. Tinggal kita colokkan aja di colokan yang terlihat pada gambar di bawah ini,

Review Philips BT 50 Bluetooth Speaker 004

Dicolokkan di yang bertuliskan "AUDIO IN", maka kita akan langsung bisa mendengarkan suara dari handphone kita kalau kita tidak mau menggunakan koneksi bluetooth dari handphone kita. Sementara kalau kita mau mengkoneksikan handphone kita dengan bluetooth speakernya, tinggal kita pencet tombol "PAIRING" yang terlihat pada gambar di bawah ini,

Review Philips BT 50 Bluetooth Speaker 003

Menghubungkannya mudah kok, kebetulan saya juga sudah membuat videonya sehingga teman-teman akan bisa langsung melihat sendiri cara saya menghubungkan handphone dengan bluetooth speaker ini.

Video Review Philips BT 50

Nah langsung saja yuk kita tonton video review Philips BT 50 yang sudah saya buat di bawah ini,



Untuk Closed Captionnya sebagai berikut:
Halo teman-teman ketemu lagi dengan saya Iman Prabawa. Kali ini saya mau mereview dan memberikan gambaran dari produk yang sudah saya gunakan yaitu Philips BT50. Ini adalah bluetooth speaker. Karena waktu itu saya membutuhkan untuk saya mendengarkan, saya pikir saya perlu untuk mendengarkan film misalnya saya nonton dari tablet saya, atau saya mendengarkan pembelajaran-pembelajaran bahasa Inggris, saya butuh speaker yang, saya ngga terlalu pingin pake earphone, karena kalau menggunakan earphone terlalu lama kadang-kadang ngga baik juga untuk telinga kita. Saya pikir begitu, makanya saya mencari bluetooth speaker.

Nah ini tampilannya, kalau kita lihat di monitor seperti ini. Yuk langsung saja. Nah seperti ini nih tampilannya, Philips wireless speaker rechargeable battery, white. Ini dari bhinneka.com. Nah yang saya rasakan di bhinneka itu, saya sudah beberapa kali beli bahkan 20, 30 kali produk dan selalu merasa puas. Biasanya kalau mereka lagi ada acara-acara gitu lho, entah itu apa, misalnya gadget accesories fair kaya gitu misalnya, itu harganya jauh lebih murah ketimbang yang lain. Makanya saya pikir seru juga, apalagi keuntungannya yang lain yang saya rasakan kalau kita belanja 300ribu untuk daerah Jakarta, biasanya sudah pasti free ongkos kirim. Gitu lho. Itu beberapa keuntungan.

Saya rasa ini bukan iklan karena saya juga ngga dibayar, juga dibawah itu bukan link affiliate atau segala macam, saya hanya seorang konsumen yang merasa puas dengan pelayanannya bhinneka.com. Kemudian kita lanjut aja ya, langsung ke review dari saya mengenai Philips ini. Kekurangan dan kelebihannya apa, ini kalau menurut saya sendiri, kalau untuk dengar musik buat saya, ngga tahu buat saya, ngga rekomen. Ini masih bisa digunakan kalau kita mendengarkan film, atau mendengarkan news audio gitu lho. Kalau musik saya lebih suka pake earphone atau headphone karena claritynya jauh lebih baik. Tapi itu juga tergantung headphone dan earphone apa yang kita pakai.

Nah kalau begitu kita langsung lihat aja yuk dimana saya mereview mengenai ini. Yuk..

Nah ini, seperti ini teman-teman dusnya itu, kalau kita buka, itu isinya cuma ini, si speaker ini dengan ini nih. Ini kalau kita mau ngecas, selebihnya cuma manual-manual aja, tuh kertas-kertas aja. Cuma itu doang, jadi ini seperti ini. Okey kita coba singkirkan dulu ini.

Ini digunakan misalnya kalau kita mau ngecas misalnya saya menggunakan power bank ini. Menggunakan power bank terus kita mau ngecas, di sini di bagian belakangnya ada ini, tuh, nah ketika kita ngecas begitu, dia akan nyala seperti ini, berkelap kelip seperti itu. Kalau dia sudah mau abis biasanya dia, ketika kita nyalakan dia agak merah. Nah ini untuk ngepairing nanti kita akan coba hidupkan, kemudian ini colokan ini untuk audio input. Kalau misalnya kita tidak menggunakan bluetooth kita bisa menggunakan colok kabel. Kabel ke sini terus kabel ke handphone kita atau tablet kita.



Nah sekarang kita akan ngetes. Saya akan nyalakan ini. Ketika dinyalakan begini, nah ini sebenarnya ada beberapa pilihan, kalau kita mau colok audio input berarti kita, gunakan nya yang di tengah nih, audio in. Tapi kalau kita menggunakan bluetooth berarti dia ke kanan. Tuh, nyalanya beda, berarti kalau bluetooth dia biru, kalau dia audio input colok pake kabel dia putih, gitu. Kita akan coba menggunakan bluetooth. Nah ini karena sudah saya koneksikan dengan tablet saya.

Nanti dia akan, nah itu tandanya dia sudah terkoneksi. Untuk teman-teman tahu caranya mengkoneksikan saya sudah membahasnya di video sebelumnya yang membahas mengenai logitech mouse. Di situ saya membahas mengenai cara menghubungkan bluetooth dengan tablet kita. Nah kita akan mencoba tes ini ya, cuma ini sebenarnya ngga bisa jadi gambaran detail, cuma ini cuma bisa jadi gambaran kasar aja. Ini menurut saya, untuk ukuran seperti ini dia keras banget, gitu lho. Termasuk keras, cuma dia, kekurangannya adalah dia tidak ada pengatur volume. Jadi volumenya kita hanya atur dari tablet kita, misalnya saya menyetel lagu ya.

Nah ini saya, nah saya tidak mengeraskan atau mengecilkan dari sini. Saya bisanya mengeraskan atau mengecilkannya dari sini. Ini kalau saya kecilkan misalnya. Kita akan coba dari kecil sampai ke gede ya. Okey saya coba gedekan pelan-pelan. Nah ini maksimal, gedenya maksimal, dan kemudian yang saya rasakan, ini kalau diarahkan begini dengan kalau diarahkan ke telinga kita beda. Saya sendiri lebih suka kalau saya arahkan begini, makanya agak sedikit kendala dengan Philips ini. Gitu lho, kalau begini agak kurang claritynya.

Terus agak lebih ngebass ketimbang kalau saya arahkan seperti ini. Kita lihat ya, coba ya. Lumayan sih ini, cuma kalau saya sendiri lebih suka menggunakannya ketika misalnya saya menonton film, gitu. Tapi tetap harus saya hadapkan ke sini, karena kalau ngga claritynya agak kurang, itu yang saya rasakan. Jadi ini aplikasinya kalau menurut saya bagusan kalau kita nonton film terus kita dengarin vocal, misalnya saya mendengarkan ini, pelajaran bahasa Inggris misalnya.

Lumayan sih, cuma kalau saya sendiri kalau dengarin musik, penilaian saya sendiri kalau dengarin musik saya lebih cenderung memilih menggunakan earphone ketimbang saya menggunakan ini, gitu lho. Earphone dengan headphone itu jauh lebih bagus, tapi tergantung jenis earphone dan headphone yang kita gunakan juga sih.

Nah kira-kira seperti itu teman-teman, tanggapannya kalau menurut saya lumayan, ini lumayan. Cuma kalau untuk dengar musik, buat saya, masih lebih mendingan pake earphone. Itu sih, earphone atau pake headphone. Gitu, tapi untuk ukuran sekecil ini, dia cukup keras. Itu aja dan cukup kecil sih, cuma yang menyulitkan buat saya, saya ngga terlalu suka kalau ditaruh begini. Saya harus ditaruh begini, mungkin kalau ada cagakan begitu jadi ke arah sini, akan lebih baik. Nah sekian dulu sharing dari saya, berdasarkan pengalaman pribadi saya menggunakan ini. Semoga bisa bermanfaat buat teman-teman yang lain dan wassalam.

Kesimpulan Menggunakan Philips Bluetooth Speaker BT 50

Kesimpulan saya menggunakan bluetooth speaker Philips BT 50 ini adalah masih bisa kalau untuk hanya mendengarkan podcast, walau kalau di saya sih masih kurang gimana gitu. Maka dari itu karena merasa kurang puas dengan Philips BT 50 ini saya kemudian membeli Philips BT 2500 Bluetooth Speaker baru kemudian sesuai dengan apa yang saya butuhkan saya puas kemudian dengan kakaknya dari Philips BT 50 ini.


Kalau untuk digunakan untuk mendengarkan musik, kalau menurut saya bluetooth speaker BT 50 ini ngga enak, karena claritynya ngga jelas. Tapi kalau untuk sekedar mendengarkan podcast atau nonton film masih bisa yang saya rasakan. Masih lumayan kalau untuk sekedar mendengarkan podcast atau suara manusia, misalnya kita hendak menonton film dari handphone kita.

Kekurangannya adalah ngga ada tombol volume sehingga kalau kita ingin mengecilkan atau membesarkan volume suaranya harus dari handphone kita, sementara kalau kakaknya Philips Bluetooth Speaker BT 2500 ada tombol volumenya sehingga kita bisa mengecilkan atau menggedekan volumenya dari tombol yang ada tersebut, walau mengecilkan lewat handphone juga tetap bisa.

Kalau begitu sekian dulu ya sharing review Philips BT 50 bluetooth speaker ini, semoga bisa memberikan gambaran untuk teman-teman semuanya. Wassalam.


Baca juga:
  1. Review Philips BT 2500 Bluetooth Speaker
  2. Review Logitech M557 Bluetooth Mouse
  3. Review USB Microphone Samson Go Mic

Comments

Popular posts from this blog

Cara Naik Busway Untuk Pertama Kali

Blog Iman Prabawa - Hari ini saya pertama kali menggunakan busway untuk menuju ke kampus baru saya di Universitas Darma Persada. Karena saya mengalami kecelakaan motor maka saya sekarang tidak  lagi menggunakan motor, karena sudah menjadi trauma, kecelakaan motor ini membuat tangan kanan saya patah dan harus dipasang besi pen di tangan kanan saya ini.

Nah karena hari ini pertama kali saya menggunakan busway, saya mau sharing aja, karena saya yakin juga masih banyak juga yang belum pernah naik busway seumur hidupnya seperti saya dan ketika ingin naik busway kemudian bertanya kesana dan kesini.


Semoga sharing dari pengalaman saya naik busway untuk pertama kali ini bisa bermanfaat untuk teman-teman yang seperti saya, yang baru pertama kali ingin menggunakan transportasi busway ini.

Beli E-Ticket Terlebih Dahulu Nah sebelum saya naik busway tentunya saya bertanya-tanya dulu sama teman-teman saya yang sudah pernah menggunakan dan pernah naik busway. Dulu saya pernah satu kali diajak teman …

Pengalaman Menggunakan Kasur Busa Inoac

Blog Iman Prabawa - Kali ini saya mau sharing sedikit mengenai pengalaman menggunakan kasur busa Inoac, yap! Untuk teman-teman yang pernah membaca tulisan saya "Kasur Angin Mudah Bocor?" tentu tahu saya akhirnya tidak lagi menggunakan kasur angin walau pun itu kasur menurut saya nyaman sekali digunakan, tapi karena kasurnya bocor dan ternyata banyak yang sudah mengalami juga kasur anginnya mengalami kebocoran, jadi saya sudah tidak menggunakan kasur angin lagi deh.

Search Kasur Busa Di Internet Karena mengalami kasur angin yang bocor dan di kamar saya ngga ada kasur lagi yang bisa digunakan jadi kemudian saya search aja mencari kasur yang bisa saya gunakan. Untuk menggunakan kasur spring bed seperti itu sepertinya ngga deh, pilihan saya ngga di kasur spring bed, karena tempat dari kamar saya kayanya ngga pas dipakein kasur tersebut disamping keuangan saya juga yang lagi kurang baik.

Karena kalau kasur spring bed yang ngga bagus saya pernah nyoba, dimana pernya kerasa banget …

Beli Plastik Bubble Dimana Ya?

Blog Iman Prabawa - Mungkin ada teman-teman juga yang bertanya hal yang sama dengan saya, yaitu beli plastik bubble dimana ya? Apa sih plastik buble itu? Itu lho plastik yang ada gelembungnya gitu. Yang biasanya buat pelindung barang kalau kita mau ngirim-ngirim.
Atau biasanya kalau kita beli barang dan dikirim suka dibungkus dengan plastik bubble kaya gitu. Tadi kebetulan saya ingin ngirim barang, jadi kepikiran banget untuk mendadak banget beli plastik bubble. Nah langsung aja saya search di google ternyata ada yang nyari juga ya.
Tapi kebanyakan yang jual, dan karena saya butuh cepat yang saat itu ada, saya hanya melihat ada yang posting ngga mengenai hal ini, saya lihat salah satunya ada yang bilang di pasar Mester daerah Jatinegara. Tapi karena buat saya juga terlalu jauh saya search lagi.
Dan ngga nemu juga! Akhirnya saya iseng ke ACE Hardware yang ada di dekat rumah saya di daerah Cempaka Putih. Sesampainya disana saya muter-muter dulu sebelum nanya ke petugasnya. Akhirnya ngga…