Skip to main content

Featured Post

Cara Naik Busway Untuk Pertama Kali

Blog Iman Prabawa - Hari ini saya pertama kali menggunakan busway untuk menuju ke kampus baru saya di Universitas Darma Persada. Karena saya mengalami kecelakaan motor maka saya sekarang tidak  lagi menggunakan motor, karena sudah menjadi trauma, kecelakaan motor ini membuat tangan kanan saya patah dan harus dipasang besi pen di tangan kanan saya ini.

Nah karena hari ini pertama kali saya menggunakan busway, saya mau sharing aja, karena saya yakin juga masih banyak juga yang belum pernah naik busway seumur hidupnya seperti saya dan ketika ingin naik busway kemudian bertanya kesana dan kesini.


Semoga sharing dari pengalaman saya naik busway untuk pertama kali ini bisa bermanfaat untuk teman-teman yang seperti saya, yang baru pertama kali ingin menggunakan transportasi busway ini.

Beli E-Ticket Terlebih Dahulu Nah sebelum saya naik busway tentunya saya bertanya-tanya dulu sama teman-teman saya yang sudah pernah menggunakan dan pernah naik busway. Dulu saya pernah satu kali diajak teman …

Cara Belajar Bahasa Inggris Dengan Baik

Blog Iman Prabawa - Halo teman-teman, ketemu lagi dengan saya Iman Prabawa. Nah setelah beberapa lama saya ngga pernah posting lagi karena lagi sibuk kuliah bahasa Jepang dan juga lagi mempelajari bahasa Inggris. Saya rencananya di kemudian hari memang ingin fokus di bahasa, masih tetap di pengajaran, musik akan saya tinggalkan dan saya akan beralih di pengajaran bahasa.

Nah selama ini saya sudah mempelajari bahasa Inggris cukup lama, terakhir saya belajar bahasa Inggris, mempelajari grammar dan lain sebagainya itu kira-kira 20 tahun yang lalu, dan selama 20 tahun saya ngga pernah buka-buka buku grammar sama sekali bahkan saya sudah tidak ingat dan tidak tahu apa itu noun apa itu pronoun dan lain-lain.

Tapi selama itu saya hanya rajin mendengarkan podcast berbahasa Inggris yang disampaikan oleh pembicara asli orang bule, yang sering saya ulangi berkali-kali dan berkali-kali hingga saya sampai hafal kalimat per kalimatnya.



Dan ketika saya memutuskan untuk mengajar, ah saya pikir mengajar bahasa Inggris ah, sudah cukup lama sekali soalnya saya terpapar dengan bahasa Inggris. Jadi kemudian saya lalu memutuskan untuk les bahasa Inggris lagi di LIA. Tapi di LIA itu sebelum boleh ikut lesnya saya harus mengikuti tes English Proficiency Test (EPT) untuk mengetahui peringkat saya, kebetulan saya mengambil kelas TOEFL, dan disuruh ikut dulu tes untuk prediksi TOEFL.

Dan ternyata setelah ikut tes, saat itu saya masih belum buka buku grammar, jadi pada saat mau tes, saya lihat orang-orang pada bawa buku dan belajar, saya sendiri cenga-cengo aja ngga tahu mau belajar apaan. Jadi saya pasrah aja, kalau jelek nilainya ya udah biarin deh.


Nilai EPT Di Atas 550

Ternyata ketika selesai tes, hasilnya baru bisa diambil seminggu kemudian, saya mendapatkan score 562. Bisa dilihat DISINI, kebetulan saya memang scan hasilnya. Saya cukup kaget juga lho, kok bisa ya nilainya tinggi padahal saya ngga pernah belajar bahasa Inggris? Ngga pernah sedikitpun buka-buka buku grammar, dan kerjaan saya tiap hari hanya rajin dengarkan podcast. Untuk dengarin podcast ini saya bisa dibilang addicted banget!

Dulu podcastnya masih dalam bentuk kaset, jadi bisa dengarin sekitar 5 kaset sehari, yang kira-kira bisa dihitung sekitar 5 jam sehari saya mendengarkan podcast bahasa Inggris. Saya setel di mobil saya kalau saya pergi, dan satu kaset bisa saya ulang sampai ratusan kali, sampai kasetnya rusak. Podcastnya tentang apa? Podcastnya tentang kehidupan sehari-hari aja, bukan tentang pelajaran bahasa Inggris, sama sekali ngga ada pelajaran bahasa Inggrisnya disitu.

Kalau teman-teman suka menonton TEDx di youtube, coba aja cari, kira-kira seperti itu topiknya. Dan untuk satu topik biasanya saya ulang hingga ratusan kali. Kenapa saya ulang hingga ratusan kali? Karena saya senang aja dengarnya. Jadi sampai saya hafal habis ini orangnya mau ngomong ini nih.

Jadi saya belajar struktur kalimat dalam bahasa Inggris hanya dari sering dengarin para native English speaker ngomong aja di podcast tersebut. Dan ketika menjawab soal di tes LIA saya hanya mengandalkan feeling saya saja. Ini biasanya gue dengar yang benar itu yang ini nih, yang ini mah salah! Ngga gini nih! Kalau saya ditanya kenapa? Jawaban saya saat itu cuma, ngga tahu! Yang biasa saya dengar sih di podcast kalau orang bule ngomong itu yang ini, tapi kalau ditanya kenapa saya ngga tahu kenapa. Jadi kemampuan berbahasa Inggris saya terbentuk karena saya sering mendengar podcast bahasa Inggris.


Belajar Bahasa Inggris Tapi Ngga Lancar Ngomong

Dan saya menemukan banyak orang yang belajar bahasa Inggris cukup lama, tapi ngga bisa juga pada akhirnya lancar ngomong. Padahal dia termasuk orang yang sangat rajin dalam belajar. Kenapa begitu? Nah karena saya saat ini akan fokus di pengajaran bahasa, saya kemudian mencari tahu. Ternyata penyebabnya adalah karena belajar grammar! Nah lho! Belajar grammar itu ternyata akan menghambat kita untuk kita bisa lancar berbicara, karena kita jadi kemudian berpikir ketika ingin berbicara, ini rumusnya gimana sih? Kalau past tense itu kan gini, eh benar ngga ya? Sementara ketika kita berbicara kita ngga punya banyak waktu untuk berpikir, beda dengan kalau kita menulis. Kalau kita menulis, kita punya banyak waktu untuk mikir, entah itu berpikir kata-kata yang kita gunakan itu tepat atau tidak, kira-kira nanti tanggapan orang kalau kita gunakan kata ini gimana, atau kita berpikir masalah struktur kalimatnya benar atau ngganya.



Tapi kalau kita berbicara, kita ngga punya banyak waktu. Sehingga kalau kita kebanyakan belajar grammar, kita akan jadi berpikir dan berpikir dan berpikir, apalagi kita mencoba mentranslate dari bahasa Indonesia terus kita translate ke bahasa Inggris, udah gitu kita mikir ini tenses-nya apa ya? Lalu kemudian kita pikir lagi, nah pada saat kita mikir, orang yang kita ajak bicara sudah keburu pergi duluan karena kita kelamaan merespons dia.

Ketika dia bertanya ke kita, kita masih bingung, gimana menjawabnya, karena kita mikir dalam bahasa Indonesia, kemudian kita coba translate ke bahasa Inggris, kemudian kita memikirkan juga secara grammarnya, walhasil kelamaan! Kita ngga punya banyak waktu soalnya ketika kita lagi berbicara sama orang.


Jangan Belajar Grammar!

Nah ini akhirnya saya temukan pengajar bahasa Inggris yang menurut saya bagus banget. Namanya A.J. Hoge, dia ini adalah seorang master di bidang pengajaran bahasa Inggris untuk orang asing (TESOL/Teaching English to Speakers of Other Languages). Di salah satu videonya dia menjelaskan kepada kita bahwa jangan belajar grammar! Kalau memang kita ingin lancar di dalam berbicara dalam bahasa Inggris. Kenapa? Coba ditonton sendiri aja videonya dia di bawah ini,


Saya mengikuti banyak apa yang disharingkan oleh A.J Hoge ini dan menurut saya sangat masuk akal sekali. Dan lagi dia memang pendidikannya S2 di bidang tersebut kemudian pengalaman dia mengajar bahasa Inggris sangat banyak sekali, dia pernah mengajar di Korea, di Jepang, di Vietnam, dan lain-lain, dan dia menemukan banyak sekali masalah yang sama dengan orang-orang tersebut ketika belajar bahasa Inggris, yaitu ngga lancar ketika sudah diajak ngobrol bahasa Inggris.

Bagus di tes, nilainya tinggi ketika mengerjakan tes tertulis, tapi begitu diajak ngobrol ngga lancar. Merasa seperti itu juga? Jangan belajarin grammar makanya! Sekarang saya sendiri lagi mencoba metodenya A.J. Hoge ini yang akan saya terapkan juga ke belajar bahasa Jepang saya, karena menurut saya caranya A.J. Hoge ini benar-benar berdasarkan penelitian dan pengamatan dia sendiri terhadap beribu-ribu muridnya, dan saya salah satu yang mengalami hal yang sama, ngga ngerti grammar tapi ketika mengerjakan tes bahasa Inggris ternyata nilai saya tinggi tuh.

Kalau kalian tanya saya saat saya mengerjakan tes EPT LIA tersebut, rumusnya present perfect tense itu apa, saya pasti akan menjawab ngga tahu! Tapi kalau ditanya sekarang, saya sudah tahu karena saya belajarin grammar juga untuk menulis, dan untuk mengajar. Kata A.J Hoge di video tersebut kalau kita ingin menulis kita bagus, kita memang perlu mempelajari grammar, tapi nanti setelah kita sudah lancar ngomong dalam bahasa Inggris.


Pelajari Frase Kalimat

Jadi kata A.J Hoge, pelajari saja frase kalimat, dan jangan hafalkan kata per kata. Tapi satu frase kalimat. Misalnya kalimat, "John hates ice cream", disitu kita belajar bahwa hate itu harus ditambahin s, John hates dan bukan John hate. Kalau kita biasa mendengar seperti ini, dan menghafalkannya satu frase kalimat seperti ini, nanti kita ngga akan berpikir lagi, eh ini pake s atau ngga ya??

Udah akan langsung otomatis aja di kitanya ketika kita berbicara, ditonton aja video-videonya A.J Hoge yang lain dia menjelaskan juga mengenai gimana cara mempelajari frase kalimat ini. Saya sendiri sekarang lagi merancang pembelajaran bahasa Inggris saya, tapi mungkin lebih fokus ngga ke grammar ya, karena sekarang yang saya lagi kejar itu adalah pronunciation. Banyak orang yang melupakan pentingnya melatih pronunciation, padahal menurut saya ini yang paling penting.


Pronunciation Lebih Penting Dari Grammar!

Kenapa saya bilang pronunciation itu lebih penting dari grammar? Karena kalau kita berkomunikasi lalu pengucapan kita ngga jelas, karena aksen kita masih Indonesia banget, maka orang yang kita ajak bicara akan bingung. Loe ngomong apa sih???



Pernah ngga kita mengalami berbicara sama teman kita sendiri yang dia ngga jelas ngomong apa, terus kita ngomong, "Loe ngomong apa kumur-kumur sih?" Pernah pastinya ya? Itu kenapa kita berbicara seperti itu? Karena kita tidak bisa jelas mendengar apa yang disampaikan oleh teman kita, dan itu seringkali terjadi ketika kita mempelajari bahasa Inggris dan kemudian ketika kita mengucapkan kata bahasa Inggris, kita akan mengucapkan dengan logat Indonesia, yang tentunya akan membuat orang bule asli kalau dengar bingung.

Sementara kalau pronunciation kita bagus tapi grammar kita ancur misalnya, orang masih akan tetap bisa mengerti maksudnya kita, karena mereka bisa jelas mendengar kata yang kita ucapkan, dan kemudian mereka bisa menangkap artinya, dan tinggal mereka membantu merapikan kalimat kita yang berantakan tersebut, tapi orang tersebut masih akan tetap mengerti dan paham ketimbang kalau kita berbicara secara grammar sempurna tapi secara pengucapannya ancur. Orang bule ngga akan ngerti kita ngomong apa.

Nah jadi seperti itu kira-kira, pelajari juga pronunciation dengan baik agar orang ketika mendengar kita berbicara akan bisa menangkap dengan jelas kata-kata yang kita ucapkan tersebut. Kayanya sekian dulu aja ya sharing dari saya ini, nanti saya akan buat videonya aja deh, kayanya saya lebih mudah untuk menjelaskan lewat video ketimbang lewat tulisan deh. Hihihi kriuk kriuk.

Kalau begitu sekian dulu dan wassalam yaa..


Baca juga:
  1. Belajar Bahasa Inggris Lewat Film
  2. Tips Lancar Ngomong Inggris
  3. Pengalaman Beli Buku Di Periplus

Comments

Popular posts from this blog

Cara Naik Busway Untuk Pertama Kali

Blog Iman Prabawa - Hari ini saya pertama kali menggunakan busway untuk menuju ke kampus baru saya di Universitas Darma Persada. Karena saya mengalami kecelakaan motor maka saya sekarang tidak  lagi menggunakan motor, karena sudah menjadi trauma, kecelakaan motor ini membuat tangan kanan saya patah dan harus dipasang besi pen di tangan kanan saya ini.

Nah karena hari ini pertama kali saya menggunakan busway, saya mau sharing aja, karena saya yakin juga masih banyak juga yang belum pernah naik busway seumur hidupnya seperti saya dan ketika ingin naik busway kemudian bertanya kesana dan kesini.


Semoga sharing dari pengalaman saya naik busway untuk pertama kali ini bisa bermanfaat untuk teman-teman yang seperti saya, yang baru pertama kali ingin menggunakan transportasi busway ini.

Beli E-Ticket Terlebih Dahulu Nah sebelum saya naik busway tentunya saya bertanya-tanya dulu sama teman-teman saya yang sudah pernah menggunakan dan pernah naik busway. Dulu saya pernah satu kali diajak teman …

Pengalaman Menggunakan Kasur Busa Inoac

Blog Iman Prabawa - Kali ini saya mau sharing sedikit mengenai pengalaman menggunakan kasur busa Inoac, yap! Untuk teman-teman yang pernah membaca tulisan saya "Kasur Angin Mudah Bocor?" tentu tahu saya akhirnya tidak lagi menggunakan kasur angin walau pun itu kasur menurut saya nyaman sekali digunakan, tapi karena kasurnya bocor dan ternyata banyak yang sudah mengalami juga kasur anginnya mengalami kebocoran, jadi saya sudah tidak menggunakan kasur angin lagi deh.

Search Kasur Busa Di Internet Karena mengalami kasur angin yang bocor dan di kamar saya ngga ada kasur lagi yang bisa digunakan jadi kemudian saya search aja mencari kasur yang bisa saya gunakan. Untuk menggunakan kasur spring bed seperti itu sepertinya ngga deh, pilihan saya ngga di kasur spring bed, karena tempat dari kamar saya kayanya ngga pas dipakein kasur tersebut disamping keuangan saya juga yang lagi kurang baik.

Karena kalau kasur spring bed yang ngga bagus saya pernah nyoba, dimana pernya kerasa banget …

Beli Plastik Bubble Dimana Ya?

Blog Iman Prabawa - Mungkin ada teman-teman juga yang bertanya hal yang sama dengan saya, yaitu beli plastik bubble dimana ya? Apa sih plastik buble itu? Itu lho plastik yang ada gelembungnya gitu. Yang biasanya buat pelindung barang kalau kita mau ngirim-ngirim.
Atau biasanya kalau kita beli barang dan dikirim suka dibungkus dengan plastik bubble kaya gitu. Tadi kebetulan saya ingin ngirim barang, jadi kepikiran banget untuk mendadak banget beli plastik bubble. Nah langsung aja saya search di google ternyata ada yang nyari juga ya.
Tapi kebanyakan yang jual, dan karena saya butuh cepat yang saat itu ada, saya hanya melihat ada yang posting ngga mengenai hal ini, saya lihat salah satunya ada yang bilang di pasar Mester daerah Jatinegara. Tapi karena buat saya juga terlalu jauh saya search lagi.
Dan ngga nemu juga! Akhirnya saya iseng ke ACE Hardware yang ada di dekat rumah saya di daerah Cempaka Putih. Sesampainya disana saya muter-muter dulu sebelum nanya ke petugasnya. Akhirnya ngga…