Skip to main content

Review Behringer MIC500USB Bahasa Indonesia

Blog Iman Prabawa - Halo teman-teman semuanya, kali ini saya mau mereview sebuah audio interface yang kebetulan baru saja saya beli. Di tulisan saya yang sebelumnya, saya kan pernah bilang kalau saya selama ini menggunakan usb microphone Samson Go Mic. Tulisan review saya mengenai Samson Go Mic bisa dibaca di blog saya dan sekarang saya merasakan kebutuhan yang lebih lagi jadi saya berpikir untuk membeli sebuah audio interface untuk laptop saya.

Setelah melihat beberapa review yang ada di youtube, kemudian saya tertarik untuk membeli Behringer MIC500USB ini karena ternyata selain bisa digunakan sebagai audio interface, Behringer MIC500USB ini juga bisa digunakan sebagai preamp terpisah.

Gambar di bawah ini saat saya baru unboxing produk ini.

Review Behringer MIC500USB Bahasa Indonesia

Saya memesan secara online di tokopedia dan responnya ternyata cepat sekali. Saya beli hari ini besoknya sudah sampai. Dan kemudian sekalian saja saya langsung membuat video buka dusnya di bawah ini.


Oke sekarang yuk kita bahas mengenai audio interface dari Behringer ini.

Behringer MIC500USB Termasuk Audio Interface Murah Yang Bagus

Ini menurut opini saya langsung setelah saya mencoba audio interface ini ya. Begitu sampai saya mencoba menggunakan microphone Shure SM57 saya dan saya cukup terkejut dengan hasil suaranya. Untuk harga audio interface yang segini, saya beli harganya Rp 1.075.000,- belum termasuk ongkos kirim ya. kurang lebih ongkos kirimnya tambah aja 30ribuan karena produk ini saya beli dari Bandung.

Kita lihat penampakan dari atasnya yuk pada gambar di bawah ini.

Tampak Atas Behringer MIC500USB

Ini bukan terbuat dari plastik lho, terbuat dari besi, Knob dan pencetannya juga terasa kokoh. Audio interface ini menggunakan tabung 12AX7, buat para gitaris yang suka sama ampli tabung pasti sangat familiar dengan tabung 12AX7.

Direct monitor itu kalau kita tekan, knob OUTPUT berperan menjadi volume untuk mengatur besar kecilnya volume yang kita dengar di headphone atau earphone kita. Kalau direct monitornya tidak kita tekan, knob outputnya akan mengatur volume yang akan keluar di speaker.

Sekarang kita lihat tampak belakangnya ya pada gambar di bawah ini.

Tampak Belakang Behringer MIC500USB

Audio interface ini menggunakan adaptor, kita lihat ada colokan untuk adaptornya, kemudian ada colokan USB, dimana colokan ini yang akan kita hubungkan nantinya ke laptop atau ke PC kita. Kemudian kita lihat lagi ada PHONES itu untuk kita colokkan ke headphone atau earphone kita. Lalu ada DIRECT OUT, dimana produk ini bisa menjadi preamp yang berdiri sendiri, jadi kalau DIRECT OUT-nya digunakan berarti kita akan menggunakan produk ini sebagai preamp dan tidak sebagai audio interface. Artinya colokan USB-nya tidak perlu kita colokin ke laptop atau PC kita.

Dari microphone colok kabel ke MIC IN lalu dari DIRECT OUT colok kabel ke audio interface yang lain kalau kita ingin menggunakan Behringer MIC500USB ini sebagai preamp yang berdiri sendiri. Lalu kita lihat ada colokan Hi-Z, ini biasanya colokan untuk gitar. Jadi kalau kalian punya gitar listrik, colokinnya ke colokan Hi-Z ini. Kemudian ada LINE IN untuk kita misalnya mau nyolokin dari hape kita misalnya, kita mau merekam sesuatu dari hape kita, tinggal colokin dari hape kita terus masuknya ke LINE IN. Atau kalau kita mau nyolokin keyboard, kita bisa colokin 2 kabel biar stereonya dapat, yang satu ke Hi-Z dan yang satunya ke LINE IN.

Oh iya kalau teman-teman yang masih awam ingin tahu alur audionya, saya pernah membuat artikel mengenai hal ini. Teman-teman bisa membacanya di artikel saya yang berjudul Tips Merekam Audio Untuk Podcast.

Hasil Audionya Gimana?

Nah teman-teman bisa nonton video review saya dimana saya mengetes audio interface ini dengan menggunakan microphone Shure SM57 saya pada video di bawah ini.


Nah gimana menurut teman-teman hasil soundnya? Kalau saya sih jujur suka dengan hasilnya, karena biasanya microphone Shure SM57 itu kalau digunakan di vocal agak kurang dapat bassnya, tapi ini bisa dapat dan cukuplah. Bassnya bisa pas kalau menurut selera saya ya karena saya ngga terlalu suka yang terlalu ngebass juga. Kalau Samson Go Mic lebih kecil lagi malah bassnya di suara kita.

Kesimpulan Penggunaan Behringer MIC500USB

Audio interface ini menurut saya sangat bagus kalau kita melihat dari segi harganya. Untuk harga segitu sangat worth it sekali! Ini menurut saya ya. Kekurangannya kalau menurut saya itu bagian preamp modenya ngga terlalu ngaruh. Kecil sekali pengaruhnya ketika kita memutar-mutar preamp modenya, jadi kaya ngga ada gunanya gitu itu preamp modenya karena hanya tipis sekali perbedaannya.

Kemudian hal lain lagi adalah kalau sudah lama digunakan bagian atasnya akan terasa panas. Tadi saya sempat kaget juga nyentuh bagian atas karena terasa cukup panas. Wajar sih karena menggunakan tabung 12AX7 seperti itu, jadi kalau digunakan untuk jangka waktu yang cukup lama kalau kita pegang bagian atasnya maka terasa panas.

Kesimpulan saya produk ini tidak untuk semua orang. Untuk orang yang cukup mengerti ini bisa menjadi produk yang bagus untuk mereka tapi buat yang tidak terlalu mengerti, karena ini cuma 1 channel saja, dan saya rasa juga tidak banyak yang terlalu mengerti mengenai penggunaan ini sebagai preamp tambahan (*buah orang yang awam sekali lho ini) sepertinya ngga akan kepake fungsi yang ini.

Terlalu terbatas sekali memang kalau cuma hanya 1 channel saja, paling untuk membuat podcast, dan kalau ada dua orang juga ngga bisa nambah channel juga. Tapi ini bisa jadi tambahan buat teman-teman yang mempunyai audio interface yang lain namun kekurangan preamp seperti saya misalnya.

Saya menggunakan audio interface Steinberg UR28M yang mana preampnya cuma ada 2, dan 2 lagi tidak ada preampnya, sehingga kalau saya mau menggunakan 2 inputnya lagi saya mesti membeli preamp tambahan agar input di audio interface Steinberg UR28M saya bisa terpakai. Saya sih sudah mempunyai sebuah preamp yaitu preamp SSL Alpha Channel dan setidaknya Behringer MIC500USB ini bisa saya gunakan kalau saya hendak menggunakan input satu lagi di Steinberg UR28M saya.

Kalau saya rangkum minus dan plusnya.

Minus Behringer MIC500USB

Minusnya adalah:
  1. Hanya 1 channel saja.
  2. Preamp modenya jadi kaya ngga ada gunanya karena terlalu tipis perbedaan antara mode yang satu dengan yang lain.
  3. Kalau digunakan cukup lama terasa panas. (*wajar sih karena menggunakan tabung)

Plus Behringer MIC500USB

Plusnya adalah:
  1. Kecil dan cukup ringan sehingga mudah untuk dibawa-bawa.
  2. Soundnya menurut saya bagus banget untuk harga segitu.
  3. Kualitas built-nya bagus. Terasa kokoh dan menggunakan besi bukan menggunakan plastik.
  4. Harga murah.
  5. Bisa digunakan sebagai preamp yang berdiri sendiri atau sebagai audio interface, jadi lebih fleksibel.
Nah saya rasa sekian dulu review bahasa Indonesia dari Behringer MIC500USB ini. Semoga bisa bermanfaat untuk teman-teman yang sedang mencari audio interface 1 channel yang bisa digunakan tidak hanya sebagai audio interface tapi juga bisa sebagai preamp yang berdiri sendiri. Sekian dulu dan sampai ketemu lagi di sharing-sharing saya yang lain ya.

Comments