Skip to main content

Sejarah Teh

Halo teman-teman, tadi saya menemukan sebuah video yang bagus di youtube dan kemudian saya pikir saya coba menerjemahkannya dan membuat menjadi sebuah artikel di sini walau di video yang akan saya embedkan di bawah ini sudah ada terjemahan bahasa Indonesianya.

Jadi kalau teman-teman menonton video yang saya embedkan di bawah ini, silakan langsung saja diaktifkan CC-nya dan pilih subtitlenya "Indonesian". Videonya saya embedkan di bagian bawah dari artikel ini dan artikel tertulis yang ada di sini merupakan hasil terjemahan dari saya dan bukan mengambil hasil terjemahan yang ada di video tersebut ya.

Berikut hasil terjemahan dari saya dari video yang saya embedkan di bagian bawah dari artikel ini.

Teh Ditemukan Secara Tidak Sengaja

Selama waktu yang dihabiskan seharian mencari biji-bijian dan tumbuhan yang bisa dimakan, petani Shennong tanpa sengaja membuat dirinya teracuni sampai 72 kali.

Namun sebelum racun-racun itu menghabisi nyawanya, ada satu daun yang jatuh dan melayang ke mulutnya. Sang petani itu mengunyah daun tersebut dan ternyata daun itu menyembuhkan dirinya dan membuat dirinya dapat hidup kembali dan seperti itulah bagaimana teh itu ditemukan. Setidaknya seperti itu menurut cerita dari legenda kuno.

Teh Tidak Menyembuhkan Dari Racun

Teh sebenarnya tidak menyembuhkan racun, namun kisah Shennong ini yang merupakan cerita mitos dari Cina mengenai penemu dari pertanian, memperlihatkan kepada kita betapa pentingnya teh di zaman Cina kuno.

Bukti-bukti arkeologis yang ada menunjukkan bahwa teh pertama kali dibudidayakan di sana sekitar 6000 tahun yang lalu atau sekitar 1500 tahun sebelum Firaun membangun Piramida Agung Giza.

Tanaman teh asli dari Cina ini merupakan tanaman yang sama dengan tanaman yang tumbuh di seluruh dunia saat ini, namun awalnya cara mengkonsumsinya berbeda dengan cara mengkonsumsi yang dilakukan saat ini.

Cara Mengkonsumsi Teh Saat Itu

Cara mengkonsumsi teh saat itu adalah dengan dimakan seperti kita memakan sayuran atau dimasak dengan bubur gandum. Cara mengkonsumsi teh yang bergeser dari yang tadinya dimakan menjadi diminum ini bergeser kurang lebih sekitar 1500 tahun yang lalu saat orang-orang mulai menyadari bahwa kombinasi dari panas dan kelembaban dapat menciptakan rasa yang kompleks dan bervariasi dari daun teh.

Cara Mengkonsumsi Saat Ini

Setelah ratusan tahun cara yang sudah diperlakukan kepada daun teh, kemudian berkembang menjadi sebuah cara standar di dalam mengkonsumsi teh dimana teh tersebut terlebih dahulu dipanaskan sebelum diminum, dimasukkan ke dalam kemasan, digiling menjadi bentuk bubuk, dicampurkan dengan air panas, dan dibuat menjadi minuman yang disebut muo cha atau matcha.

Sejarah Teh
Gambar dari Oh How Civilized

Teh yang bernama matcha ini menjadi begitu populernya sehingga kemudian berkembang menjadi sebuah budaya di Cina. Teh kemudian menjadi subjek dari buku-buku dan puisi-puisi yang ada dan merupakan minuman favorit para kaisar di Cina dan juga menjadi media bagi para seniman.

Seniman-seniman itu akan menggambar sesuatu di busa yang ada di teh matcha tersebut, mirip dengan lukisan yang dibuat di busa kopi yang sering kita lihat sekarang-sekarang ini.

Teh Matcha
Gambar dari Sunfood


Teh Dibawa ke Jepang 

Pada abad ke-9 selama dinasti Tang, seorang biarawan dari Jepang pertama kali membawa tanaman teh ke Jepang.

Orang-orang Jepang kemudian mengembangkan sendiri budaya minum teh mereka yang ini kemudian melahirkan budaya minum teh di Jepang seperti yang kita kenal sekarang ini.

Dan di abad ke-14 selama dinasti Ming, kaisar Cina mengubah standar dari daun teh dan ditekan dan dibuat menjadi seperti kue menjadi ke daun teh kering.

Daun Teh Kering
Gambar dari English Tea Store

Mengenai teh yang ditekan seperti ini ternyata saya menemukan videonya. Jadi dulu itu teh dibuat dengan cara ditekan seperti yang bisa kita lihat pada video di bawah ini.


Pada masa itu, Cina masih memegang monopoli atas tanaman teh dunia, membuat teh ini menjadi 3 barang ekspor terpenting dari negara Cina selain dari porselen dan kain sutra. Hal ini memberikan kekuatan yang besar kepada negara Cina dan juga pengaruh ekonomi yang besar seiring dengan menyebarnya teh ini ke seluruh dunia.

Awal Mula Penyebaran Teh ke Seluruh Dunia

Penyebaran teh ini dilakukan sekitar awal tahun 1600an saat para pedagang dari Belanda membawa teh-teh ini ke Eropa dalam jumlah yang besar. Teh ini kemudian dipopulerkan oleh Ratu Catherine dari Braganza, seorang wanita bangsawan Portugis. Dia ini yang kemudian membuat teh ini menjadi populer di kalangan bangsawan Inggris saat dia menikah dengan Raja Charles II pada tahun 1661.

Pada saat itu, negara Inggris sedang memperluas pengaruh kolonialnya di dunia dan menjadi sebuah kekuatan dunia baru yang sangat dominan.

Teh Merupakan Produk Yang Sangat Menguntungkan

Dan seiring dengan makin berjayanya negara Inggris, minat terhadap teh kemudian menyebar ke seluruh dunia. Pada tahun 1700, teh yang dijual di Eropa dijual seharga 10 kali lipat dari harga kopi dan saat itu tanaman teh masih tumbuh di negara Cina.

Perdagangan teh saat itu sebegitu menguntungkannya sehingga kemudian lahirlah kapal-kapal tercepat yang ada sebagai hasil dari persaingan ketat yang terjadi di antara perusahaan-perusahaan Barat.

Semuanya berlomba untuk membawa teh ke Eropa terlebih dahulu agar mereka bisa mendapatkan keuntungan yang maksimal. Awalnya, Inggris membayar teh yang mereka dapatkan dari Cina ini dengan menukarnya dengan perak.

Terjadinya Perang Candu Pertama Tahun 1839

Kemudian mereka merasa hal ini terlalu mahal, mereka kemudian mencoba untuk menukarnya dengan opium. Opium ini kemudian menimbulkan masalah kesehatan di Cina karena orang-orang kemudian menjadi kecanduan dengan opium tersebut.

Lalu pada tahun 1839, seorang bangsawan Cina memerintahkan orang-orangnya untuk menghancurkan pengiriman opium besar-besaran dari Inggris sebagai pernyataan menentang pengaruh Inggris atas Cina. Hal ini kemudian menjadi pemicu terjadinya Perang Candu Pertama (First Opium War) antara kedua negara ini.

Pertempuran ini berkecamuk di seluruh pesisir negara Cina sampai dengan tahun 1842 ketika dinasti Qing berhasil dikalahkan dan kemudian terpaksa menyerahkan pelabuhan Hongkong kepada negara Inggris dan kemudian kembali melanjutkan perdagangan dengan negara Inggris dan persyaratan dan kondisi yang tidak menguntungkan bagi negara Cina.

Perang Candu Pertama
Foto Perang Candu Pertama dari Wikipedia

Perang ini membuat kedudukan Cina di dunia menjadi lemah selama lebih dari satu abad.

Perusahaan British East India ingin bisa menanam teh mereka sendiri sehingga mereka bisa menguasai pasar. Lalu mereka menugaskan seorang ahli botani yaitu Robert Fortune untuk mencuri teh dari negara Cina dalam sebuah operasi rahasia. Dia menyamar dan melakukan perjalanan yang berbahaya melalui daerah pegunungan yang ada di Cina dan kemudian berhasil menyelundupkan pohon teh dan pekerja-pekerja teh yang berpengalaman ke daerah Darjeeling di India.

Dari sana, tanaman teh kemudian lebih menyebar lagi dengan lebih cepat ke seluruh dunia dan menjadi komoditas yang kita nikmati sehari-hari saat ini.

Nah sekarang kita tonton yuk videonya di bawah ini. Jangan lupa aktifkan CC subtitle bahasa Indonesianya ya.


Kalau begitu sekian dulu ya sharing dari saya mengenai sejarah teh ini dari menerjemahkan video yang berasal dari Ted Ed. Kalau teman-teman suka, jangan lupa juga subscribe di channel youtube mereka ya. Sampai ketemu lagi.

Comments