Skip to main content

Barburger Cempaka Putih

Barburger Cempaka Putih ini terletak di jalan Cempaka Putih Raya, di depan Alfamart Cempaka Putih dan di depannya Soerabi Bandung, Cempaka Putih.

Tapi artikel ini bukan merupakan review makanan ya, tapi merupakan hasil jepretan kamera hape saya aja karena saya suka jeprat-jepret menggunakan hape saya dan kemudian saya edit menggunakan aplikasi yang ada di hape saya.

Barburger Cempaka Putih Seperti ini fotonya setelah saya edit menggunakan aplikasi Google Snapseed dan Picarts.


Dan sebelum di ke Picarts-in saya edit dulu di Google Snapseed dan seperti ini hasilnya.


Sementara foto yang asli dari hape saya tanpa diedit adalah foto yang seperti terlihat di bawah ini.


Nah seperti itu kira-kira. Tempat ini dekat sekali dengan rumah saya, jalan kaki juga paling cuma 5 menit aja.

Kalau soal rasa sih masalah selera ya, dua kali saya beli burgernya dan kalau buat saya sih ngga masuk ke selera saya, saya jujur ngga suka burgernya. Ini kalau saya lho, tapi kan ini masalah selera, yang ngga enak bu…

Mikrofon USB vs XLR, Yang Mana Yang Harus Saya Beli?

Untuk tahu yang mana yang sebaiknya kita beli antara mikrofon USB dan XLR, maka kita perlu tahu terlebih dahulu kebutuhan kita untuk apa. Kita akan bahas kelebihan dan kekurangan dari masing-masing mikrofon tersebut di sini.


Kali ini kita akan membandingkan 2 buah mikrofon yaitu mikrofon USB dan mikrofon XLR. Yang mana sih yang sebaiknya kita beli? Nah kebetulan ada video di youtube yang menurut saya bagus dan barusan sudah saya terjemahkan dan sudah saya kirimkan ke youtube channel tersebut untuk mereka approve dan kalau sudah mereka approve, kalian tinggal memilih pilihan caption "Indonesian" saja nanti di situ.

Ini saya screenshotkan ya tadi saya mengirim hasil terjemahan saya ke mereka.

Mikrofon USB VS XLR, Yang Mana Yang Harus Saya Beli?

Karena terjemahan saya belum diapprove juga oleh Podcastage, teman-teman bisa nonton yang sudah ada terjemahan bahasa Indonesianya di bawah ini.


Kalau teman-teman mau nonton video aslinya silakan KLIK DI SINI, sekalian bisa kalian cek juga mungkin terjemahan saya di sana sudah diapprove oleh mereka, tapi sampai saat saya mengeceknya saat mengetik ini, belum juga diapprove.

Berikut saya rangkumkan ya apa yang dia jelaskan di video tersebut dan saya sharing sedikit pengalaman saya juga dalam hal ini.

Mikrofon USB

Mikrofon USB adalah mikrofon yang menggunakan colokan USB. Dan di video tersebut ada istilah plug and play. Plug and play ini kalau diartikan secara kata per kata artinya adalah "colok dan main", maksudnya adalah kita tinggal colok aja dan langsung bisa digunakan. Jadi ngga pake ribet dan memang mikrofon USB ini salah satu kelebihan utamanya adalah kemudahan di dalam pengoperasiannya.

Kita ngga perlu tahu mengenai audio interface, kita ngga perlu tahu tentang phantom power, tinggal colok aja dan kadang kita ngga perlu juga download driver untuk bisa langsung jalan itu mikrofon di komputer kita.

Kelebihan dari mikrofon USB adalah:

  1. Mudah pengoperasiannya.
  2. Jauh lebih murah ketimbang mikrofon XLR, walau ada juga mikrofon USB yang mahal, namun secara garis besar mikrofon USB jauh lebih murah ketimbang mikrofon USB
Kekurangan dari mikrofon USB adalah:
  1. Udah gitu aja, ngga bisa diupgrade. Kalau kita mau upgrade nih, ngga bisa udah. Kita perlu beli mikrofon USB yang baru.
  2. Kalau kita ingin menggunakan 2 atau lebih mikrofon USB di komputer kita maka akan jadi ribet.
  3. Kalau ada masalah di mikrofon USB kita susah mencari tahu akar masalahnya ada dimana.
  4. Hanya bisa digunakan di komputer atau laptop saja, tidak bisa kita gunakan di kamera, di perakam portabel atau di mixer untuk sistem pengeras suara misalnya.

Mikrofon XLR

Mikrofon XLR adalah mikrofon yang menggunakan colokan seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini.

Colokan XLR

Mikrofon yang menggunakan colokan XLR ini memang harus diakui banyak membuat orang bingung, karena kita tidak bisa plug and play, colok langsung pake. Namun keunggulannya adalah kita bisa gunakan ini untuk berbagai kepentingan yang berbeda, tidak hanya bisa digunakan di komputer saja, jadi kita bisa lebih leluasa juga nantinya.

Kalau kita ingin menggunakan mikrofon XLR ini di komputer kita, saya pernah membuat artikel mengenai hal ini. Silakan dibaca di artikel saya yang berjudul tips merekam audio untuk podcast.


Dan untuk diagram audio untuk nyolokin dari mikrofon ke audio interface dan ke komputer, saya pernah buat dulu gambarnya. Saya tampilkan kembali ya gambarnya di bawah ini.

Diagram Alur Audio
Kelebihan dari mikrofon XLR:
  1. Ada banyak pilihan dan variasinya. Misalnya kita bisa memilih antara condenser microphone atau dynamic microphone. Lalu kita juga bisa pilih jenis polar pattern yang kita butuhkan, apakah itu cardioid atau omni directional atau figure 8 polar pattern misalnya. Cuma dengan hal seperti ini buat banyak orang memang jadinya lebih membingungkan karena kita harus tahu lebih banyak lagi kan? Butuh informasi lebih banyak untuk mengetahui semua hal tersebut.
  2. Kita bisa ganti-ganti alat yang ada di sistem XLR tersebut atau kemudahan di dalam mengupgrade. Kita bisa ganti kabelnya misalnya. Misal kita butuh kabel yang panjang, ya tinggal beli aja kabel yang panjang terus solder sendiri deh (kalau ngerti cara nyoldernya), jadi kabelnya bisa sangat kita sesuaikan dengan kebutuhan kita. Audio interfacenya misalnya kita bisa ganti dengan yang lebih bagus saat kita punya uang yang lebih, kita bisa tambahkan preamp yang terpisah misalnya di situ agar hasil audio kita bisa lebih bagus lagi.
  3. Kalau ada masalah kita bisa mudah untuk mengetahuinya. Kalau misalnya mikrofonnya mati nih, kita bisa cek dulu dengan ganti kabelnya. Kalau ternyata setelah diganti kabel lalu mikrofonnya jalan lagi, berarti kita langsung tahu ternyata kabelnya yang jadi penyebab masalahnya. Atau kalau mati, kita bisa coba ganti audio interfacenya, dan ternyata setelah diganti audio interfacenya, mikrofon kita bisa berfungsi lagi maka kita jadi tahu bahwa yang jadi akar masalahnya adalah audio interfacenya. Jadi lebih mudah untuk kita mencari tahu masalahnya ada dimana kalau terjadi masalah.
  4. Tidak harus menggunakan komputer atau laptop saja. Kita bisa gunakan mikrofon XLR kita untuk banyak kebutuhan, misalnya untuk kita colokkan di kamera kita, tentunya dengan menggunakan tambahan adapter. Atau kita bisa gunakan di perekam portabel, atau kita bisa gunakan di sebuah sistem pengeras suara. Tinggal bawa mikrofon kita saja dan colokkan di mixer maka mikrofon kita langsung bisa digunakan. Jadi lebih fleksibel.
Kekurangan dari mikrofon XLR:
  1. Cenderung lebih mahal ketimbang mikrofon USB. Karena kita perlu membeli audio interface, ngga bisa kalau hanya membeli mikrofonnya saja tanpa perangkat yang lainnya. Kita perlu kabel juga dan harga untuk sebuah mikrofon XLR yang bagus biasanya jauh lebih mahal daripada mikrofon USB.
  2. Banyak yang merasa sistem mikrofon yang menggunakan XLR itu ribet karena kita harus mengetahui cara masangnya. Tahu phantom power itu apa. Lebih banyak informasi yang harus kita ketahui untuk bisa menjalankan sebuah mikrofon XLR dengan baik ketimbang mikrofon USB yang tinggal colok doang.
Contoh dari audio interface saya pernah membuat review yaitu di artikel review Behringer MIC500USB. Silakan dibaca di situ.


Jadi kalau kita kemudian balik lagi ke pertanyaan kita di atas, yang mana yang harus saya beli?

Mikrofon Mana Yang Harus Saya Beli?

Untuk menjawab pertanyaan ini kita perlu tahu kebutuhan kita apa. Apa sih yang banyak kita lakukan dengan mikrofon itu? Kalau teman-teman termasuk orang yang hanya pake satu mikrofon dan pakenya itu hanya di depan komputer saja, ngga kemana-mana juga, maka kemungkinan mikrofon USB ini yang paling tepat buat kalian.

Atau kalian misalnya tipe yang ngga mau ribet dan penggunaan mikrofonnya juga hanya di depan komputer, entah itu di PC atau di laptop. Ngga pernah akan teman-teman gunakan di kamera misalnya, atau di sistem pengeras suara, maka menurut saya kemungkinan besar mikrofon USB adalah yang paling tepat buat kalian.

Sementara kalau kalian akan merekam beberapa suara, misalnya kalian mau membuat podcast yang nanti di podcast itu ada beberapa orang yang jadi pembicaranya maka kalian akan membutuhkan beberapa mikrofon pastinya. Dan yang lebih fleksibel untuk hal ini adalah mikrofon XLR.

Atau misalnya teman-teman suka merekam sendiri di rumah, entah itu gitar, lalu vokal lalu merekam gitar, bass dan vokal secara berbarengan misalnya dan membuat sistem studio rekaman rumahan sendiri, maka sebaiknya teman-teman memilih mikrofon XLR karena lebih bisa diupgrade dan lebih bisa fleksibel untuk keperluan ini.

     Baca juga: Review Speaker Edifier R1280T

Jadi balik lagi, ketahui terlebih dahulu kebutuhannya untuk apa sebelum kalian memutuskan membeli mikrofon USB atau mikrofon XLR.

Saya rasa sekian dulu ya sharing dari saya. Kalau kalian ada yang mau ditanyakan dan kebetulan saya tahu jawabannya dan saya tidak sibuk Insya Allah akan saya jawab. Silakan tuliskan pertanyaan kalian di kolom komentar di bawah artikel ini.

Berikut ini adalah hasil terjemahan saya dari video di atas.

Closed Captions Terjemahan Video Di Atas


Halo para makhluk Bumi! Hari ini saya akan mencoba menjawab pertanyaan yang sudah lama ada yaitu mikrofon jenis apa yang seharusnya saya beli? Mikrofon XLR atau mikrofon USB?

Sebelum kita masuk ke kelebihan dan kekurangan dari 2 jenis mikrofon ini, saya akan memberikan satu pertanyaan sederhana yang bisa kalian jawab sendiri untuk membantu kalian menentukan mikrofon apa yang cocok untuk kalian. Apakah kalian perlu mikrofon plug and play, yang masuk ke dalam kategori mikrofon USB. Atau kalian perlu mikrofon serba guna yang bisa diupgrade, kadang bisa dibilang juga jenis yang cukup ribet yang termasuk ke dalam kategori mikrofon XLR.

Sekarang mari kita bahas kelebihan dan kekurangan dari mikrofon USB.

Kelebihan Mikrofon USB

Kelebihan utama dari mikrofon USB adalah mikrofon jenis ini plug and play yang artinya kalian tinggal ambil kabel USB lalu colok di mikrofonnya dan juga colok di port USB di komputer kalian lalu kalian mungkin perlu mendownload driver untuk mikrofon tersebut lalu atur volumenya dan langsung sudah bisa kalian gunakan. Juga, kinerja dari mikrofon USB ini terbilang cukup konsisten di seluruh komputer yang kalian gunakan karena setiap mikrofon USB itu membutuhkan daya listrik kurang lebih 5V atau kurang yang mana ini merupakan output standar dari USB 1, 2, 3.

Namun begitu, saya ingin sedikit menyampaikan di sini saya pernah mendengar beberapa cerita buruk mengenai merekam dengan menggunakan mikrofon USB ini di sistem operasi Windows 10 dan saya belum menemukan solusi untuk masalah tersebut. Jadi tolong berhati-hatilah kalau kalian menggunakan Windows 10.

Kekurangan Mikrofon USB

Dan untuk kekurangan dari mikrofon USB ini, mikrofon USB ini sangatlah sulit untuk kita upgrade paling kita hanya bisa membeli mikrofon USB yang baru. Mikrofon USB ini juga sulit untuk dicaritahu penyebab masalahnya bila terjadi suatu masalah, karena kita tidak bisa mengganti-ganti komponen individiualnya untuk mengetahui asal masalahnya dari mana.

     Baca juga: Review USB Microphone Samson Go Mic

Kekurangan yang lainnya adalah kalau kalian ingin menggunakan lebih dari 2 USB mikrofon di satu komputer hal ini bisa sangat membingungkan kalian. Dan kalau kalian ingin merekam beberapa mikrofon USB di beberapa komputer yang berbeda. Internal clock dari masing-masing komputer akan ada sedikit perbedaannya yang mana akan mengakibatkan masalah sinkronisasi. Dan kekurangan yang terakhir adalah kalian harus mempunyai komputer agar mikrofon USB ini bisa bekerja.

Kelebihan Mikrofon XLR

Sekarang mari kita bahas kelebihan dan kekurangan dari mikrofon XLR. Menurut saya kelebihan utama dari mikrofon XLR adalah bahwa mikrofon XLR ini banyak sekali variasinya. Kalian bisa menggunakan variasi-variasi yang ada dari mikrofon XLR untuk memenuhi kebutuhan kalian. Dan bagi saya mikrofon XLR itu paling mudah dicari penyebab masalahnya bila tiba-tiba terjadi masalah pada sebuah mikrofon XLR karena kalian bisa mengganti kabelnya kalian bisa mengganti audio interfacenya, kalian bisa mengetes mikrofon yang berbeda di situ untuk benar-benar mengetahui masalahnya itu ada dimana.

Mikrofon jenis ini juga sangat mudah kalau kita ingin mengupgradenya. Jadi kalau kalian tidak puas dengan mikrofon kalian, kalian bisa membeli mikrofon XLR yang baru. Kalau kalian tidak puas dengan audio interfacenya, kalian bisa membeli audio interface yang lain yang sesuai kebutuhan kalian. Kalau kalian membutuhkan kabel yang panjang, kalian tinggal beli saja kabel yang panjangnya sesuai kebutuhan kalian.

Mikrofon XLR ini lebih gampang diganti-ganti komponen di ekosistemnya. Juga kalau kalian ingin merekam beberapa mikrofon di satu komputer dengan mikrofon XLR ini jauh lebih mudah. Yang kalian butuhkan hanyalah audio interface yang memiliki beberapa colokan input XLR. Dan alasan utama mengapa saya lebih memilih mikrofon XLR adalah karena saya tidak harus selalu menggunakan komputer saya. Saya bisa menggunakan perekam portabel. Saya bisa colokin ke kamera saya dengan menggunakan adapter. Saya bisa colokkan ke mesin perekam analog. Kalau saya mempunyai mikrofon dinamik saya bisa colokkan ke sistem pengeras suara. Sistem untuk colokan XLR ini jauh lebih fleksibel dan serbaguna.

Kekurangan Mikrofon XLR

Kalau mengenai kekurangannya, sistem dengan XLR ini memang jauh lebih mahal. Karena kalian perlu membeli audio interface dan juga kalau kalian ingin mikrofon XLR yang cukup bagus harganya juga ngga murah. Kekurangan yang lainnya, banyak yang merasa sistem XLR ini cukup ribet dan membuat mereka bingung karena ada banyak hal yang terlibat di situ seperti kabel, mikrofon, audio interface, phantom power. Semua komponen yang berbeda ini bisa membuat kita jadi bingung.

Jadi kalau kita mesti memilih di antara dua jenis mikrofon ini, kita harus melihat terlebih dahulu kepada kebutuhannya. Digunakan untuk apa? Kalau kalian penggunaannya itu untuk selalu di depan komputer kalian dan kalian tidak ingin terlalu banyak komponen yang terlibat di situ. Mungkin untuk hal ini, mikrofon USB-lah yang cocok buat kalian. Atau kalian ingin membuat podcast dengan beberapa orang yang akan menggunakan mikrofonnya atau kalian ingin membuat studio rekaman rumahan kalian sendiri yang mana di situ kalian akan menggunakan banyak hal yang akan kalian gunakan saat merekam dan di kasus seperti ini mikrofon XLR-lah yang lebih cocok untuk kalian.

Dan kalau kita ringkas lagi semuanya, ini akan kembali lagi ke 2 pertanyaan dasar yang saya tanyakan di awal. Apakah kalian butuh mikrofon USB yang bisa plug and play(*colok langsung pake ngga pake ribet)? Atau apakah kalian membutuhkan mikrofon yang sistemnya bisa diupgrade bila nanti ada kebutuhan tambahan, yang mana ini merupakan bagian dari kelebihan dari sebuah mikrofon XLR?


Sampai ketemu lagi di sharing saya yang selanjutnya. Semoga tulisan ini bisa bermanfaat ya buat kita semua.

Comments