Skip to main content

Cara Memilih Stick Drum Yang Bagus

Halo teman-teman drummer, ketemu lagi dengan saya, Iman Prabawa. Kali ini saya akan membahas mengenai cara memilih stick drum yang bagus. Kalian tahu ngga? Stick drum yang bagus dan harganya mahal itu belum tentu cocok lho buat kita. Terus gimana cara agar kita bisa memilih stick drum yang bagus dan cocok buat kita? Cara memilih stick drum yang bagus dan cocok untuk kita adalah dengan mencobanya secara langsung sehingga kita akan tahu apakah stick drum itu akan nyaman di tangan kita atau tidak. Berikut ini mari kita bahas hal-hal yang perlu kalian ketahui saat kalian memilih stick drum agar nanti kalian tidak bingung ketika memilih stick drum. Merek Stick Drum Yang Bagus Kalau kita berbicara mengenai merek stick drum yang bagus, maka ada beberapa merek stick drum yang perlu kalian ketahui. Merek-merek stick drum yang terbilang bagus antara lain: Vic Firth Zildjian Promark Vater Regal Tip Wincent Tama Ahead Heartbeat  Meinl Urutan angka di atas BUKANLAH merupakan urutan terbaiknya lho,

Cara Membawa Sepeda Di Pesawat

Blog Iman Prabawa - Halo, kali ini saya mau sharing pengalaman saya membawa sepeda di dalam pesawat. Karena kebetulan saya mempunyai sepeda yang ingin saya bawa ke rumah baru saya di Tanjung Uban, Pulau Bintan.

Foto di bawah ini adalah foto saat sepeda saya sampai di rumah saya di Tanjung Uban.

Cara Membawa Sepeda Di Pesawat

Nah, sekarang saya akan ceritakan pengalaman saya membawa sepeda dari Jakarta ke Pulau Bintan.

Packing Sepeda Terlebih Dahulu

Saya jujur ngga tahu sama sekali dan termasuk awam soal sepeda. Saya ngga bisa bongkar pasang sepeda sendiri, buat kalian yang bisa bongkar pasang sepeda sendiri tentunya ini akan jadi lebih gampang lagi tentunya.

Saya beli sepeda Polygon saya ini di Rodalink Kelapa Gading dan kemudian saya tanya ke mereka, apa mereka bisa mempacking sepeda saya karena akan saya bawa di pesawat. Lalu mereka mengiyakan, bahwa mereka bisa mempacking sepeda.

Biaya packing di Rodalink adalah 300ribu, sudah termasuk dus sepedanya. Dapat dus sepeda dari mereka dengan biaya packing sepeda sebesar 300ribu. Sekali lagi karena saya sama sekali tidak mengerti masalah sepeda, maka saya percayakan packing sepeda ini ke Rodalink di Kelapa Gading.

Karena kebetulan saya sudah member, maka ada potongan biaya dan saya cukup membayar biaya sebesar 225ribu saja, dan sudah termasuk dus sepedanya.

Setelah mereka packing sepeda saya, saya nunggu beberapa jam karena kebetulan mereka juga lagi ada beberapa sepeda yang harus dikerjakan, maka sepeda saya terpacking seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini.

Packing Sepeda

Packingannya yang saya rasakan sih rapih, jadi buat kalian yang seperti saya tidak mengerti gimana cara packing sepeda, sudah serahkan saja ke orang yang mengerti agar mereka yang packing.

Kemudian saya juga search gimana cara membawa sepeda melalui pesawat, apakah akan kena biaya tambahan atau tidak. Saya menemukan video berikut ini.


Dan di situ dinyatakan bahwa tergantung maskapainya. Ada yang kita harus bayar biaya tambahan, tapi ada juga yang kita tidak harus bayar biaya tambahan. Citilink termasuk yang kita tidak perlu membayar biaya tambahan selama sepeda kita itu tidak melebihi dari beban bagasi yang diperbolehkan, yaitu sebesar 20 kg.

Tiket Garuda Indonesia

Nah saya kebetulan memilih terbang menggunakan Garuda Indonesia, karena dari Jakarta ke kota Tanjung Pinang itu tidak ada Citilink, jadi saya memutuskan menggunakan Garuda Indonesia. Untuk maskapai Garuda Indonesia ini juga tidak dikenakan biaya tambahan, asalkan sepeda kita tidak melebihi berat 20 kg.

     Baca juga: Pengalaman Naik Sriwijaya Air

Kalau lebih berarti ya tinggal dihitung saja kelebihan kg-nya berapa dan kita tinggal membayar biaya kelebihan beratnya.

Bawa Sepeda Di Bandara

Saya kan ini termasuk yang pertama kali ya membawa sepeda. Jadi ketika sampai di Soekarno Hatta, saya mencari dorongan untuk menaruh sepeda saya, seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini.

Siap-Siap Masuk Bandara

Saya pikir ketika saya masuk ke bandara Soekarno Hatta akan ada perlakuan khusus untuk sepeda ini, ternyata tidak! Tinggal kita masuk saja, dan kita masukkan sepeda ini di mesin pemeriksa barang seperti biasanya saja.

Saya berpikir karena ini sepeda dan gede, sepertinya tidak akan muat di mesin tersebut, dan ternyata muat lho! Jadi, ya biasa saja. Perlakukan saja seperti barang yang biasanya saja. Saya sempat bertanya kepada petugas, lalu kata petugas, tinggal dimasukkan saja kok ke mesin pemeriksa tersebut, dan benar seperti yang diucapkan petugas tersebut, ternyata sepedanya memang masuk.

Lalu setelah masuk kita check in, dan di situ sepedanya ditimbang, dan ternyata ngga lebih dari beban maksimal, jadi saya tidak perlu membayar tambahan biaya apa pun.

Masukin Sepeda Ke Bagasi Pesawat

Petugas di tempat check in itu menyarankan saya untuk menyertakan di bagian yang lebih aman, ada tempat untuk barang-barang yang perlu perhatian khusus. Jadi kemudian saya ke sana membawa sepeda saya.

Kalau kita lihat pada gambar di bawah ini, masukin sepeda ke pesawat ini tempatnya itu di bawah tulisan ATM Center.

Tempat Khusus Untuk Barang

Ya udah, tinggal saya masukkan di situ dan kemudian saya tinggal menunggu saat dipanggil untuk naik ke atas pesawat.

Sampai Di Bandara Raja Ali Haji Tanjung Pinang

Nah kemudian sampailah saya di bandar udara Raja Ali Haji di kota Tanjung Pinang, kebetulan saya lupa memfotokan ketika saya mengambil sepeda tersebut. Mengambilnya sama persis di tempat kita mengambil koper yang kita taruh di bagasi pesawat.

Tinggal tunggu saja di tempat pengambilan bagasi yang barang-barangnya nanti keluar berputar di situ, karena saya ngga memfotokannya malah memfotokan koper yang keluar dari tempat pengambilan bagasi yang terlihat seperti pada gambar di bawah ini.

Nunggu Ngambil Sepeda Di Bandara

Dan setelah saya ambil sepeda saya dari tempat pengambilan bagasi tersebut, tinggal kita masukkan ke mobil seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini.

Sepeda Sampai di Tanjung Pinang

Nah itu sepeda saya sudah sampai dan lagi mau dinaikkan ke mobil. Dan sekali lagi karena saya tidak bisa membongkar sepedanya, maka saya mencari toko sepeda yang bisa memasangkan sepeda saya.

Kalau kalian mengerti cara memasang sepedanya, ya kalian tinggal pasang sendiri aja, tapi berhubung saya tidak mengerti dan tidak ada alat-alatnya juga, saya pergi ke toko sepeda yang ada di kota Tanjung Pinang, yaitu Polygon Roda Malaka.

Ternyata sesampainya di sana, saya harus menunggu beberapa hari karena kebetulan lagi banyak sekali yang harus mereka kerjakan. Ya sudah, karena saya juga tidak mengerti cara memasang sepedanya, saya iyakan dan tunggu beberapa hari kemudian sepeda saya dipasangkan dan ongkos memasang sepedanya dan juga sepeda saya dibersihkan lagi itu 200ribu. 

Dan jadilah sepeda saya terlihat seperti pada gambar di bawah ini. 

Cara Membawa Sepeda Di Pesawat

Nah saya rasa sekian sharing dari saya mengenai cara membawa sepeda di pesawat. Semoga bisa bermanfaat buat teman-teman yang kepikiran untuk membawa sepedanya melalui pesawat terbang seperti yang sudah saya lakukan.

Comments

  1. Harusnya di rodalink tidak kena tambahan biaya packing. Karna dari pabrik sudah dapat kardusnya.

    ReplyDelete
  2. Mantep, rencana saya mau bawak juga sepeda lipet untuk keliling jogja hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Beuh, mantap gan! Semoga aman dan lancar jaya sampai Jogja ya.

      Delete
  3. Apakah berat sepeda akan di akumulasi kan dgn berat bawaan lainnya.?

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Pengalaman Menggunakan Kasur Busa Inoac

Kali ini saya mau sharing sedikit mengenai pengalaman menggunakan kasur busa Inoac, yap! Untuk teman-teman yang pernah membaca tulisan saya "Kasur Angin Mudah Bocor?" tentu tahu saya akhirnya tidak lagi menggunakan kasur angin walau pun itu kasur menurut saya nyaman sekali digunakan, tapi karena kasurnya bocor dan ternyata banyak yang sudah mengalami juga kasur anginnya mengalami kebocoran, jadi saya sudah tidak menggunakan kasur angin lagi deh. Search Kasur Busa Di Internet Karena mengalami kasur angin yang bocor dan di kamar saya ngga ada kasur lagi yang bisa digunakan jadi kemudian saya search aja mencari kasur yang bisa saya gunakan. Untuk menggunakan kasur spring bed seperti itu sepertinya ngga deh, pilihan saya ngga di kasur spring bed, karena tempat dari kamar saya kayanya ngga pas dipakein kasur tersebut disamping keuangan saya juga yang lagi kurang baik. Karena kalau kasur spring bed yang ngga bagus saya pernah nyoba, dimana pernya kerasa banget di badan saya,

Beli Plastik Bubble Dimana Ya?

Blog Iman Prabawa - Mungkin ada teman-teman juga yang bertanya hal yang sama dengan saya, yaitu beli plastik bubble dimana ya? Apa sih plastik buble itu? Itu lho plastik yang ada gelembungnya gitu. Yang biasanya buat pelindung barang kalau kita mau ngirim-ngirim. Atau biasanya kalau kita beli barang dan dikirim suka dibungkus dengan plastik bubble kaya gitu. Tadi kebetulan saya ingin ngirim barang, jadi kepikiran banget untuk mendadak banget beli plastik bubble. Nah langsung aja saya search di google ternyata ada yang nyari juga ya. Tapi kebanyakan yang jual, dan karena saya butuh cepat yang saat itu ada, saya hanya melihat ada yang posting ngga mengenai hal ini, saya lihat salah satunya ada yang bilang di pasar Mester daerah Jatinegara. Tapi karena buat saya juga terlalu jauh saya search lagi. Dan ngga nemu juga! Akhirnya saya iseng ke ACE Hardware yang ada di dekat rumah saya di daerah Cempaka Putih. Sesampainya disana saya muter-muter dulu sebelum nanya ke petugasnya.

Cara Naik Busway Untuk Pertama Kali

Blog Iman Prabawa - Hari ini saya pertama kali menggunakan busway untuk menuju ke kampus baru saya di Universitas Darma Persada. Karena saya mengalami kecelakaan motor maka saya sekarang tidak  lagi menggunakan motor, karena sudah menjadi trauma, kecelakaan motor ini membuat tangan kanan saya patah dan harus dipasang besi pen di tangan kanan saya ini. Nah karena hari ini pertama kali saya menggunakan busway, saya mau sharing aja, karena saya yakin juga masih banyak juga yang belum pernah naik busway seumur hidupnya seperti saya dan ketika ingin naik busway kemudian bertanya kesana dan kesini. Semoga sharing dari pengalaman saya naik busway untuk pertama kali ini bisa bermanfaat untuk teman-teman yang seperti saya, yang baru pertama kali ingin menggunakan transportasi busway ini. Beli E-Ticket Terlebih Dahulu Nah sebelum saya naik busway tentunya saya bertanya-tanya dulu sama teman-teman saya yang sudah pernah menggunakan dan pernah naik busway. Dulu saya pernah satu kali di