Skip to main content

Review Mikrofon Headset TOA ZM-370HS-AS

Review Mikrofon Headset TOA ZM-370HS-AS

Halo, ketemu lagi dengan saya Iman Prabawa. Kali ini saya mau mereview mikrofon headset yang baru saja saya beli yaitu TOA ZM-370HS-AS. Mikrofon headset ini menggunakan kabel yang panjangnya 10 meter, bisa kita lihat pada gambar di bawah ini.

Review Mikrofon Headset TOA ZM-370HS-AS

Saya akan coba mengulasnya berdasarkan apa yang saya rasakan selama saya menggunakan TOA mikrofon headset ZM-370HS-AS ini.


Mikrofon Headset TOA ZM-370HS-AS

Saya kebetulan udah dari lama butuh mikrofon headset yang bagus tapi yang bukan wireless, dan mencari mikrofon headset yang bukan wireless itu setengah mati di Indonesia. Saya sebenarnya ingin membeli Shure WH20 tapi yang versi pake kabel, cuma tipe itu ngga dijual di Indonesia dan saya pikir kalau saya harus membeli lewat Amazon, ongkos kirimnya aja itu kena $200 belum lagi mungkin kena pajak lagi jadinya harganya jadi mahal sekali.

     Baca juga: Tripod Kecil Bagus Buat Handphone

Lalu saya mencari dan mencari dan mencari dan akhirnya saya menemukan TOA ZM-370HS-AS. Saya penasaran dan mencari review di youtube ternyata ngga ada orang Indonesia yang review dengan baik saya perhatikan, hanya sekedar unboxing dan cuma ngomong sedikit saja.

Akhirnya saya memutuskan untuk membeli mikrofon headset TOA ZM-370HS-AS ini. Saya membelinya melalui Tokopedia dan harganya itu adalah Rp 450ribu saat saya membeli ini.

Saat barang sampai saya melakukan unboxing dan kalau kalian mau nonton video unboxing saya, kalian bisa menontonnya di bawah ini.

Karena saya ngga terbiasa dengan mikrofon headset ini jadinya saya bingung masang mikrofon ini di kepala saya, tapi akhirnya saya tahu bagaimana memasang headset ini di kepala kita.

Karakteristik Mikrofon TOA ZM-370HS-AS

Mikrofon ini termasuk mikrofon condenser yang berarti harus menggunakan phantom power agar bisa nyala, tapi karena sudah disediakan batere, jadi kita tidak perlu lagi mengaktifkan phantom power dari mixer kita kalau ingin menggunakan mikrofon headset TOA ZM-370HS-AS ini.

Masukkan saja batere AA ke colokan yang terlihat pada gambar di bawah ini.

Headset TOA ZM-370HS-AS

Colokannya unbalanced seperti itu atau ada yang menyebut dengan istilah konektor TS atau jack akai. Di baliknya itu kita bisa buka dan kita bisa masukkan satu buah batere AA di situ seperti yang bisa kita lihat pada gambar di bawah ini.

Batere AA TOA ZM-370HS-AS

Jadi, kalian ngga perlu mengaktifkan phantom power di mixer kalian karena kalian sudah menggunakan batere AA. Terus mungkin kalian bertanya, kalau ngga pake batere AA bisa ngga dinyalain phantom power dari mixer aja? Saya ngga mau pake batere AA tapi saya mau nyalain phantom power aja dari mixer? NGGA BISA!

Di buku manualnya tertulis seperti itu, jangan mengaktifkan phantom power. Tinggal sediakan saja batere AA dan menurut yang sudah menggunakan headset mikrofon ini katanya batere AA-nya cukup awet kok, penggunaannya sekitar 3 bulan baru kita ganti dengan satu batere AA baru. Kira-kira segitu tapi kalau terasa sudah lemah bisa aja kita ganti sebelum 3 bulan tapi termasuk awet kok.

Polar pattern atau pola tangkap sinyal dari mikrofon ini adalah unidirectional yang artinya dia menangkap sinyal terbaik hanya dari satu sudut tertentu saja.

Kalau saya ringkas:
  1. Mikrofon ini menggunakan 1 buah batere AA agar bisa nyala.
  2. Mikrofon ini merupakan mikrofon tipe condenser.
  3. Daya tangkap atau polar patternya adalah unidirectional.
  4. Menggunakan colokan jack 1/4" unbalanced.
  5. Panjang kabel 10 meter.
  6. Frequency response: 50 Hz - 12 kHz
  7. Buatan Indonesia
Kita bisa lihat bahwa produk ini merupakan buatan Indonesia pada dusnya yang bisa kita lihat pada gambar di bawah ini.

TOA ZM-370HS-AS Buatan Indonesia

Setelah saya coba, ternyata saya mendapatkan bahwa headset mikrofon TOA ini karakter suaranya agak mid high, jadi lownya kurang. Kalau kalian ingin menggunakannya kalian membutuhkan audio interface yang ada equalizernya agar kalian bisa menambahkan low frekuensinya.

Karakter Suara TOA ZM-370HS-AS

Kalian langsung tonton aja ya video saya di bawah ini agar kalian bisa mendengar sendiri seperti apa hasil suaranya. Di video ini saya menggunakan audio interface Steinberg UR28M dan di video itu saya tunjukkan kepada kalian kalau saya tidak gunakan equalizer seperti apa suaranya dan kalau saya tambahkan equalizer seperti apa hasil suaranya.

Mari kita tonton videonya di bawah ini.


Di bagian awal itu saya menggunakan yang tanpa EQ, jadi flat aja dan seperti itu hasil suaranya dan kalau kalian bisa mendengar ada suara nging kecil di belakang itu karena grounding kelistrikan di studio saya kurang bagus jadinya ada suara nging kecil kaya gitu.

Sudah disediakan busa untuk mengurangi plosive cuma memang kita harus memperhatikan dan agak sedikit menjauhkan dari mulut kita agar plosive saat kita mengucapkan kata-kata yang ada huruf b dan p-nya tidak terjadi, jadi ngga bunyi blup blup.


Rentan ke suara hembusan nafas, ini yang masih saya coba untuk belajar teknik menggunakannya agar ketika saya menggunakannya suara nafas saya tidak mengganggu dan suara plosivenya juga tidak mengganggu.

Jadi, kita memang harus agak sedikit jauhkan sehingga udara entah itu dari hembusan napas kita atau dari mulut kita saat kita mengucapkan kata-kata yang berawalan b dan p tidak tertangkap mikrofon sehingga menimbulkan bunyi-bunyi berisik yang tidak kita inginkan.

Kesimpulan

Kalau menurut saya dengan harga segitu (Rp 450ribu) bisa dibilang saya puas dan kualitasnya cukup bagus kok untuk harga segitu.

Kalau dari build quality-nya menurut saya cukup bagus. Menggunakan bahan yang cukup berkualitas dan cukup nyaman digunakan di kepala saya cuma busanya kalau menurut saya yang kurang tebal sehingga kurang bisa mengurangi suara plosive yang terjadi.

Perlu mempelajari cara menggunakannya kalau ingin suara-suara berisik dari hembusan nafas kita atau kemungkinan plosive yang akan timbul saat kita mengucapkan kata-kata b dan p.

Saya rasa sekian dulu sharing dari saya mengenai review mengenai mikrofon headset TOA ZM-370HS-AS ini. Semoga bisa bermanfaat dan sampai ketemu lagi.

Comments

Popular posts from this blog

Pengalaman Menggunakan Kasur Busa Inoac

Kali ini saya mau sharing sedikit mengenai pengalaman menggunakan kasur busa Inoac, yap! Untuk teman-teman yang pernah membaca tulisan saya "Kasur Angin Mudah Bocor?" tentu tahu saya akhirnya tidak lagi menggunakan kasur angin walau pun itu kasur menurut saya nyaman sekali digunakan, tapi karena kasurnya bocor dan ternyata banyak yang sudah mengalami juga kasur anginnya mengalami kebocoran, jadi saya sudah tidak menggunakan kasur angin lagi deh. Search Kasur Busa Di Internet Karena mengalami kasur angin yang bocor dan di kamar saya ngga ada kasur lagi yang bisa digunakan jadi kemudian saya search aja mencari kasur yang bisa saya gunakan. Untuk menggunakan kasur spring bed seperti itu sepertinya ngga deh, pilihan saya ngga di kasur spring bed, karena tempat dari kamar saya kayanya ngga pas dipakein kasur tersebut disamping keuangan saya juga yang lagi kurang baik. Karena kalau kasur spring bed yang ngga bagus saya pernah nyoba, dimana pernya kerasa banget di badan saya,

Cara Naik Busway Untuk Pertama Kali

Blog Iman Prabawa - Hari ini saya pertama kali menggunakan busway untuk menuju ke kampus baru saya di Universitas Darma Persada. Karena saya mengalami kecelakaan motor maka saya sekarang tidak  lagi menggunakan motor, karena sudah menjadi trauma, kecelakaan motor ini membuat tangan kanan saya patah dan harus dipasang besi pen di tangan kanan saya ini. Nah karena hari ini pertama kali saya menggunakan busway, saya mau sharing aja, karena saya yakin juga masih banyak juga yang belum pernah naik busway seumur hidupnya seperti saya dan ketika ingin naik busway kemudian bertanya kesana dan kesini. Semoga sharing dari pengalaman saya naik busway untuk pertama kali ini bisa bermanfaat untuk teman-teman yang seperti saya, yang baru pertama kali ingin menggunakan transportasi busway ini. Beli E-Ticket Terlebih Dahulu Nah sebelum saya naik busway tentunya saya bertanya-tanya dulu sama teman-teman saya yang sudah pernah menggunakan dan pernah naik busway. Dulu saya pernah satu kali di

Beli Plastik Bubble Dimana Ya?

Blog Iman Prabawa - Mungkin ada teman-teman juga yang bertanya hal yang sama dengan saya, yaitu beli plastik bubble dimana ya? Apa sih plastik buble itu? Itu lho plastik yang ada gelembungnya gitu. Yang biasanya buat pelindung barang kalau kita mau ngirim-ngirim. Atau biasanya kalau kita beli barang dan dikirim suka dibungkus dengan plastik bubble kaya gitu. Tadi kebetulan saya ingin ngirim barang, jadi kepikiran banget untuk mendadak banget beli plastik bubble. Nah langsung aja saya search di google ternyata ada yang nyari juga ya. Tapi kebanyakan yang jual, dan karena saya butuh cepat yang saat itu ada, saya hanya melihat ada yang posting ngga mengenai hal ini, saya lihat salah satunya ada yang bilang di pasar Mester daerah Jatinegara. Tapi karena buat saya juga terlalu jauh saya search lagi. Dan ngga nemu juga! Akhirnya saya iseng ke ACE Hardware yang ada di dekat rumah saya di daerah Cempaka Putih. Sesampainya disana saya muter-muter dulu sebelum nanya ke petugasnya.