Monday, October 27, 2014

Tiga Permintaan Sang Penebang Kayu

Blog Iman Prabawa - Dahulu kala, hiduplah seorang penebang kayu. Siang dan malam, ia bekerja keras di hutan untuk mendapatkan uang agar istri dan anak-anaknya bisa hidup layak. Namun, sang penebang kayu belum berhasil melepaskan diri dari kemiskinan.

Suatu kali, ketika hari masih subuh, sang penebang kayu sudah bangun untuk berangkat ke huta. Ketika tiba di sana, bukannya mulai bekerja, ia malah meratap keras-keras. 

"Oh, malangnya aku! Aku tidak pernah bisa membahagiakan keluargaku sendiri. Lebih baik, aku akhiri saja hidupku ini! Huhuhu.."

Tepat setelah penebang kayu mengucapkan kata-kata terakhir, muncul kepulan asap di depannya. Dari tengah-tengah asap, tampak sesosok lelaki berpakaian indah yang kini berdiri di hadapan si penebang kayu.

"Wahai penebang kayu, mengapa engkau menangis begitu keras?" Ratapanmu terdengar sampai ke tempat dewa-dewa, " ujar lelaki itu dengan suara yang berwibawa.

Sang penebang kayu berhenti meratap. Ia terbengon-bengong menatap lelaki di hadapannya. "Si.. siapa engkau?" tanyanya.

"Aku adalah Dewa Jupiter, dan aku datang untuk menolongmu. Berhentilah menangis, karena aku akan memberimu tiga permintaan. Engkau tinggal mengucapkan permintaan-permintaan itu, dan aku akan mengabulkannya."


Penebang kayu semakin terbengong-bengong. Untuk sesaat, ia tidak bisa mengatakan apa-apa. Ia bertanya-tanya apakah ia sedang bermimpi.

"Aa.. apakah ini nyata? kata si penebang kayu tersebut.

"Tentu saja! Buat apa dewa bermain-main? sahut dewa Jupiter. "Ingat tiga permintaan. Bijaklah memilih permintaan yang akan membuat engkau dan keluargamu bahagia."

"Apapun yang aku inginkan?" tanya penebang kayu yang masih tidak percaya.

Dewa Jupiter mengangguk, "Benar. Apa pun yang engkau inginkan. Engkau cukup mengatakan aku ingin diikuti dengan permintaan yang kau inginkan. Selamat tinggal!"

Lalu kepulan asap kembali muncul. Sang dewa menghilang dalam sekejap, secepat datangnya.

Sang penebang kayu merasa tidak percaya akan keberuntungannya. Kebahagiaannya begitu meluap-luap. Akhirnya! Nasib malangnya akan segera berubah! Ia langsung berlari pulang untuk mengabari keluarganya.

Tiga Permintaan Sang Penebang Kayu

Begitu sampai di rumah, sang penebang kayu langsung mencari istrinya. Ia menemukan sang istri di dapur, sedang sibuk memasak bubur di dalam panci.

"Mon cherie! Sayangku! Kita akan kaya raya! Kita tidak akan hidup miskin lagi!"

Istri penebang kayu berhenti mengaduk bubur di panci. "Apa maksudmu suamiku?"

Sang penebang kayu mengajak istrinya duduk, lalu ia menceritakan apa yang terjadi padanya di hutan. Begitu selesai bercerita, istirnya langsung tersenyum lebar. Matanya berbinar-binar.

"Oh suamiku! Ini kabar yang sungguh bagus. Tapi kita tidak boleh terburu-buru. Sebaiknya, kita menunggu sampai besok sebelum mulai mengajukan permintaan-permintaan kita."

Penebang kayu setuju. Dia senang punya istri yang sungguh bijak. Mereka pun sepakat untuk menjalani hari itu seperti biasa. Penebang kayu kembali ke hutan dan bekerja. Sang istri membersihkan rumah, memasak makan malam, dan mengurus anak-anak.

Malam itu, setelah anak-anak mereka pergi tidur, penebang kayu dan istrinya duduk bersama di meja makan. Sang penebang kayu berkata, "Sebelum kita mengajukan tiga permintaan esok pagi, mari kita manfaatkan malam ini untuk mengucap selamat tinggal pada kemiskinan."

Istrinya setuju, "Kita masih punya satu botol anggur. Yuk, kita minum anggur itu sambil mengenang masa lalu."

Mereka pun menuang anggur, menyalakan perapian, dan mengobrol sambil tertawa-tawa. Sudah lama pasangan itu tidak tertawa selepas itu.

Sang penebang kayu menyesap anggurnya, bersandar di bangkunya, dan menghela napas. "Sungguh hari yang luar biasa. Bubur yang kau masak sangat lezat, tapi... sudah cukup lama kita tidak makan daging. Pasti sosis sapi akan lezat sekali jika disantap bersama anggur ini."

Istrinya mengangguk. "Kau benar suamiku! Kita sudah lama tidak makan daging karena kita tidak punya uang untuk membelinya."

"Sebenarnya, aku ingin kita punya sosis malam ini, " ucap sang penebang kayu. Setelah mengucapkan itu, dia langsung menyadari kesalahannya. Dia telah mengucapkan permintaan pertama!

Dengan mata terbelalak, ia dan istrinya menatap ke atas meja di depan mereka. Kini, sesuai permintaan sang penebang kayu, ada sepiring penuh sosis sapi disana.

"Astaga! Lihat apa yang kau lakukan!" jerit istri si penebang kayu. Dia sudah mengkhayal akan meminta rumah yang besar, atau berpeti-peti emas, atau peternakan yang dipenuhi berbagai macam hewan. Dia memikirkan semua dengan sangat berhati-hati. Tapi sekarang, suaminya yang ceroboh telah mengurangi jatah permintaan mereka.

"Kau sungguh bodoh! Mengapa kau mengatakan kau ingin sosis ketika ada begitu banyak hal di dunia ini yang bisa kita minta?"

Dengan penuh penyesalan, sang penebang kayu mencengkeram kepalanya. "Aku minta maaf istriku! Aku janji akan berhati-hati dengan permintaan kita selanjutnya."



Namun istrinya benar-benar marah. Ia terus memikirkan bahwa satu dari tiga permintaan mereka kini telah hilang sia-sia. "Kau ini sungguh bodoh!" seru istri sang penebang kayu, yang terus mengulangi omelannya.

Di dalam hati, penebang kayu berharap agar istrinya diam. Tapi istrinya tidak mau berhenti. "Kenapa sih, aku harus menikahi orang bodoh sepertimu? Aku bisa saja menikahi orang lain, tapi aku malah menikahi lelaki yang berharap minta sosis!"

Akhirnya, sang penebang kayu kehilangan kesabaran. "Hentikan omelanmu! Aku ingin sosis ini bergantung di hidungmu supaya kamu berhenti bicara!"

Tentu saja, Dewa Jupiter mendengar permintaan penebang kayu tersebut dan mengabulkannya. Sebelum sang istri bisa berkata apa-apa, sepotong sosis menjulur keluar dari hidungnya dan menggelantung disana, seperti belalai gajah.

Sejenak, sang penebang kayu merasa lega karena istrinya tidak lagi bisa mengomel. Tapi, ia kemudian merasa bersalah. Bagaimanapun juga, ia mencintai istrinya dan kasihan melihat sang istri harus punya hidup sosis.

Penebang kayu menghela napas berat, dan berkata, "Yah sekarang kita tinggal punya satu permintaan. Dengan permintaan terakhir ini, aku bisa saja minta kekayaan, atau berpeti-peti emas, atau rumah mewah."

Istrinya tidak bisa menyahut karena sosis yang menggelantung di hidungnya. Ia hanya menatap penebang kayu dengan sedih.

"Bagaimana istriku? Apakah kau ingin kita hidup mewah tapi ada sosis menggantung di hidungmu? Atau kau ingin menjadi istri penebang kayu yang sederhana, tapi memiliki hidung yang normal?"

Sang istri tidak berkata apa-apa, tapi ia tahu apa yang akan dilakukan suaminya. Dan sang penebang kayu pun mengucapkan permintaan terakhirnya. Lalu kemudian hidung istrinya pun kembali normal. Ya, penebang kayu memang tidak berhasil menjadi kaya raya dan memiliki berpeti-peti emas. Tapi ia bisa tetap hidup bahagia bersama anak-anak dan istrinya yang memiliki hidung yang indah.


Baca juga :
  1. Taman Wisata Alam Mangrove Pantai Indah Kapuk
  2. Buku Personality Plus
  3. Menyikat Gigi Sehabis Makan

Wednesday, October 22, 2014

Hotel Penta Cirebon

Blog Iman Prabawa - Kali ini saya mau sharing mengenai hotel penta Cirebon, sebuah hotel yang terletak di tengah kota Cirebon. Biasanya saya kalau menginap di Cirebon menginapnya di hotel ini. Enaknya kalau menginap di hotel ini kemana-mana kita dekat. Karena dekat dengan pasar Kauman, juga dekat dengan Kentucky Fried Chicken, bersebelahan malahan. Juga yang saya perhatikan dekat dengan Ace Hardware, kemudian ada juga mall disitu. Saya lupa mallnya apa, tapi sangat berdekatan sekali dengan hotel penta Cirebon ini, jadi kita sangat diuntungkan dengan lokasinya yang strategis.

Oh iya di dekat hotel tersebut juga ada rumah makan padang yang saya lupa namanya, dan itu masakannya enak banget! Ada ayam popnya! Nah mengingat makanannya aja saya sudah jadi lapar ini.

Hotel Penta Cirebon

Disini untuk menginap semalamnya sekitar 300ribu per malamnya, yang sudah termasuk makan pagi untuk dua orang. Tempat tidurnya seperti biasanya ya ada dua tempat tidur untuk dua orang, kalau mau nambah extra bed juga bisa, tapi ada biaya tambahan lagi seperti biasanya. Biaya tambahan extra bed ini sudah termasuk dapat makan pagi juga.

Nah ini di lantai dua, sebelum kita ke kamar ada kursi yang dipasang disitu. Mungkin buat tamu-tamu hotel yang kebetulan mendapatkan kunjungan dari temannya. Ketimbang di kamar kan lebih baik di lobby seperti terlihat pada gambar di bawah ini.



Lobby Hotel Penta Cirebon

Enak sih tempatnya, sementara untuk kamar hotelnya kemarin saya ngga sempat foto, lupa sih mau foto. Ada kalau ngga salah yang dari handphone. Nah buat teman-teman yang lagi berada di Cirebon bisa mencoba hotel ini, di Cirebon banyak makanan yang asik-asik dan enak-enak seperti misalnya Nasi Jamblang, Tahu Gecrot, Mie Koclok, Nasi Lengko dan masih banyak lagi makanan-makanan Cirebon yang enak-enak.

Saya sudahi dulu artikel mengenai hotel penta Cirebon ini. Sampai ketemu lagi di sharing saya yang lainnya yaa.. 


Baca juga :
  1. Hotel Harris Kelapa Gading
  2. Hotel Jatinangor Bandung
  3. Hotel Toyoko Inn Mishima Jepang

Rumah Makan Tahu Alam Sari Sumedang

Blog Iman Prabawa - Kita kali ini berada di rumah makan tahu alam sari Sumedang. Buat yang pernah ke Sumedang pastinya tahu kalau Sumedang itu sangat terkenal dengan tahu Sumedangnya. Dan tahu di rumah makan alam sari Sumedang ini merupakan salah satu yang terenak kalau menurut saya.

Tempat parkirnya juga luas nih, kalau yang saya perhatikan sepertinya di rumah makan ini ada travel gitu deh, soalnya saya lihat ada juga yang menunggu disitu, entah nanti mau naik travel menuju kemana gitu.



Rumah Makan Tahu Alam Sari Sumedang

Kita bisa lihat suasana halaman parkirnya yang memang luas banget. Ini karena kemarin itu jamnya masih siang dan memang bukan di hari weekend sabtu dan minggu makanya sepi banget. Kemarin itu kita berangkat di hari Senin, makanya sepi banget kalau hari Senin mah.

Halaman Parkir Rumah Makan Alam Sari

Saya biasanya kalau mampir ke Sumedang mampir ke rumah makan ini, soalnya tahunya menurut saya enak banget! Beda banget deh dengan tahu Sumedang yang lain yang pernah saya makan. Ini menurut saya lho! Selera orang kan beda-beda ya, dan tidak ada salahnya kalau teman-teman lagi main ke Sumedang mampir ke rumah makan tahu alam sari Sumedang ini.


Ini dia nih tahunya, biasanya kita makannya dengan lontong seperti terlihat pada gambar di bawah ini.

Tahu Di Rumah Makan Alam Sari

Nah itu nyam nyam banget tuh tahunya! Disini ngga jual tahu aja sih, tapi ada juga menu yang lainnya. Nasi goreng juga ada, tapi mata saya begitu melihat menu makanannya menangkap sesuatu yang lucu aja, kita lihat yuk di gambar di bawah ini.

Nasi Goreng Biasa

Di bagian tulisan Nasi Goreng Biasa, ada tambahannya Bikin Mendadak. Kenapa ya harus ditekanin bikin mendadak? Hihihi, kesannya jadi malas-malasan gitu bikinnya? Atau kalau nasi goreng yang lainnya bikinnya sehari sebelumnya? Entahlah, saya juga tidak tahu.

Nah suasana di dalam rumah makan tahu alam sari di hari Senin siang itu terlihat seperti pada gambar berikut ini.

Suasana Rumah Makan Alam Sari

Cukup sepi kan ya suasananya? Maklum ini dikarenakan di hari senin siang. Nah jadi buat teman-teman yang lagi berada di Sumedang cobain deh datang ke rumah makan tahu alam sari Sumedang ini. Tahunya enak banget!


Baca juga :
  1. Makan Pagi Di Jepang
  2. Nasi Rames Tanjung Pinang
  3. Pecel Lele Srengseng

Tuesday, October 21, 2014

Taman Wisata Alam Mangrove Pantai Indah Kapuk

Blog Iman Prabawa - Kali ini saya mau sharing mengenai taman wisata alam mangrove pantai indah kapuk. Ini adalah salah satu tempat wisata di antara hutan mangrove. Untuk masuk ke tempat ini per orangnya dikenakan biaya 25ribu untuk orang dewasa dan untuk mobil dikenakan biaya 10ribu untuk masuknya. Dan disini tidak diperbolehkan untuk membawa kamera DSLR, atau pun pocket kamera, yang diperbolehkan adalah kamera yang berasal dari handphone.

Kalau kita membawa kamera DSLR ke dalam wilayah taman wisaya alam mangrove ini, akan dikenakan biaya sebesar 1 juta rupiah. Karena mungkin memang banyak juga yang datang kemari untuk berfoto, karena memang lokasinya yang sangat bagus untuk mengambil foto. Akan sangat banyak sekali objek yang bisa diambil disini.


Taman Wisata Alam Mangrove Pantai Indah Kapuk

Di bagian dalam dari hutan mangrove ini terdapat rumah-rumah yang berjejer, ngga tahu rumah ini untuk apa, tapi katanya sih memang bisa disewakan buat yang ingin menginap, tapi sepertinya bukan yang ini deh. Ngga tahu juga sih, karena kemarin waktu saya kesana yang ngajakin itu adik saya, jadi saya ikut saja, dengar juga belum pernah tempat ini.

Rumah Di Taman Wisata Alam Mangrove

Disitu kalau kita lihat sepanjang jalan yang ada di foto tersebut ada banyak tanaman yang ditanam disitu yang ditulis juga siapa yang nanamnya. Bisa kita lihat salah satunya di foto berikut ini.

Tanaman Mangrove

Disitu juga ada perahu dayung yang bisa kita sewa, kebetulan kemarin saya menyewa perahu dayung untuk kita coba dayung mengitari daerah hutan mangrovenya. Nah kalau foto di bawah ada juga pasangan yang lagi menyewa perahu dayung untuk mereka gunakan berkeliling hutan mangrove. Seru lho.

Perahu Dayung

Oh iya, kebetulan ada juga monyet di tempat ini, saya melihatnya dikurung gitu. Ini saya fotokan kandang monyetnya.

Monyet Di Taman Wisata Mangrove

Nah kebetulan saya juga membuat videonya waktu berada di taman wisata mangrove ini. Dimana teman-teman bisa menontonnya di video di bawah ini.




Nah seperti itu kira-kiranya, bagus kan tempatnya? Asik lho tempatnya, cuma kemarin kita memang tidak mencari tempat makan disitu. Nah kalau begitu saya sudahi dulu laporan pandangan mata saya dari taman wisata alam mangrove pantai indah kapuk. 


Baca juga :
  1. Kriuk Kriuk
  2. Kaktus Di Wastafel
  3. Nasi Rames Di Tanjung Pinang