Saturday, May 23, 2015

Beda Negara Beda Budaya Makan

Blog Iman Prabawa - Perancis terkenal akan kulinernya yang lezat. Tapi, nama-nama hidangan Perancis yang rumit bisa menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi para penggemar kuliner di China.

Tantangan terbesar adalah persoalan linguistik. Bagaimana caranya menerjemahkan istilah seperti mouillettes (roti panggang kecil yang dicelupkan ke telur rebus setengah matang) atau mignardises (pastry mini yang disajikan bersama kopi untuk hidangan pencuci mulut)?

Beda Negara Beda Budaya Makan



Perbedaan Negara Begitu Pula Dengan Budaya Makannya

Di negara-negara dengan aksara latin, biasanya istilah Perancis tetap digunakan, disertai keterangan mengenai makanan tersebut. Masalahnya, China memiliki alfabet sendiri, dan istilah kuliner Perancis sulit dicari padanannya di dalam alfabet China.

Pada akhirnya, pemilik usaha kuliner memilih membuat terjemahan berupa deskripsi sedekat mungkin, misalnya "daging domba berbentuk bulat yang dipanggan" untuk noisette d'agneau en damier atau lobster biru Bellevue untuk homard bleu Bellevue.

Kadang, deskripsi tersebut bisa lebih panjang dari nama masakannya. Misalnya, oeuf toque aue poivre du Sichuan yang diterjemahkan menjadi telur yang dikeluarkan putihnya dan dibuat krim dengan cuka sherry, kapulaga, lada Sichuan, dan bawang kucai, lantas disantap bersama kuning telur yang direbus.



Bukan hanya bahasa, perbedaan budaya dalam santap menyantap juga bisa menjadi masalah, kata Zhu Yungian, pakar gaya hidup dari majalah Conde Nast Traveler. Contoh, warga China terbiasa makan tiram yang dimasak. Sementara itu, orang Perancis biasa makan tiram mentah-mentah.

Sebaliknya, dalam kuliner China, para chef harus pandai memadukan makanan bertipe panas dan dingin, yang tidak ada hubungannya dengan suhu makanan tersebut.

Domba dan ayam termasuk panas, teh hitam dan leci tergolong hangat, sedangkan bebek, strawberyy, dan teh hijau termasuk dingin. Ikan, tergantung spesiesnya, bisa berjenis dingin, netral atau hangat.

Tapi memang yang saya rasakan juga memang perbedaan budaya juga pastinya akan membuat rasanya juga akan jadi berbeda. Pengalaman saya waktu ke Jepang, saya merasakan sekali masakan Jepang yang saya makan di Jepang dengan masakan Jepang yang saya makan di Indonesia jauh berbeda sekali.

Contohnya mungkin teriyaki, saya merasakan sekali berbeda sekali, juga ketika saya makan chicken katsu. Rasanya juga beda, dari segi bumbu. Agak susah menggambarkannya, contoh lain deh yang lebih bisa dan lebih mudah untuk dipahami adalah masalah teh. Disana ada teh hijau yang disebut ocha dan teh coklat seperti kita yang disebut dengan kocha.

Kocha disana kalau teman-teman membeli teh Jepang, itu ngga pake gula. Jadi hambar aja gitu tanpa gula sama sekali, di Indonesia coba cari teh Jepang. Bukan yang dari Jepang diimpor ke Indonesia ya, kalau itu mah memang dibuat di Jepang untuk orang Jepang, tapi kemudian dipasarkan di luar Jepang, bisa jadi menyasar untuk orang Jepang yang tinggal di Indonesia.

Suntory deh contoh tehnya, itu kan teh Jepang. Di Jepang saya minum teh Suntory itu ngga ada manisnya sama sekali, teh pahit kalau orang Sunda mah. Disini teh Suntory, selalu manis.. Itu bedanya, kalau dijual persis seperti di Jepang, pahit begitu, yang akan beli palingan hanya orang Jepang yang ada di Indonesia.

Itulah kenapa masakan Jepang di Indonesia pasti berbeda rasanya dengan masakan Jepang yang ada di Jepang, karena kalau masakan Jepang yang ada di Indonesia dibuat sama persis rasanya dengan yang di Jepang, ngga bakalan laku kalau menurut saya, karena selera lidah Indonesia yang berbeda dengan lidah Jepang. Oleh karena itu dibuatlah dan dimodifikasi agar rasanya bisa diterima oleh orang Indonesia. Sekian dulu ya artikel mengenai beda negara beda budaya makan ini.


Baca juga :
  1. Makan Pagi Di Jepang
  2. Tokyo Banana
  3. Toyoko Inn Mishima City

Friday, May 22, 2015

Bakso Pakde Bakso Enak Di Bogor

Blog Iman Prabawa - Bakso Pakde, bakso enak di Bogor ini terletak di daerah Semplak Bogor, tepatnya di sepanjang Jalan Raya Semplak, dekat dengan SD Negeri 2 Bogor. Disitu juga ada mesjid depan SD tersebut, dan tidak jauh dari SD dan mesjid tersebut bakso pakde ini berada.

Mas Budi pedagang bakso tersebut, yang biasanya memang dipanggil pakde oleh orang-orang disitu. Seperti ini nih gerobak baksonya mas Budi.

Bakso Pakde Bakso Enak Di Bogor



Bakso Pakde, Bakso Enak Di Bogor

Saya biasanya kalau makan disini, hanya makan baksonya saja, tidak dengan mie atau bihunnya. Entah kenapa memang saya suka sekali dengan baksonya saja. Biasanya saya nambah dua mangkok kalau makan disini, dan bakso pakde ini biasanya juga ngga terlalu lama mangkal, karena sebentara saja biasanya sudah pada habis.

Banyak sekali anak sekolah yang beli bakso ini, karena memang dekat dengan sekolah. Tapi banyak juga yang beli dan kemudian dibungkus dibawa pulang. Saya melihat banyak motor mampir lalu kemudian pesan beberapa bungkus dan kemudian dibawa pulang ke rumah, karena memang posisinya yang berada di pinggir jalan.



Dan mungkin karena agak sedikit tidak nyaman kalau makan disitu, selain berada di pinggir jalan raya yang panas. Bangkunya juga hanya sedikit gitu, jadi lebih enak memang dibawa pulang, tapi karena saya dulu rumahnya dekat sekali dengan bakso ini, jadi saya makan aja disitu.

Malas aja mindah-mindahin ke mangkoknya lagi kalau dibawa pulang, mendingan makan disitu aja walau tempatnya kurang nyaman, tapi baksonya nyaman sekali di lidah saya!

Dulu semangkoknya harganya 10ribu rupiah, ngga tahu kalau sekarang berapa, saya terakhir makan disana, mungkin ada kali beberapa bulan yang lalu, karena rumah saya sekarang sudah tidak di Bogor lagi. Dulu sih saya sering banget makan disini, bisa hampir tiap hari saya makan bakso pakde ini waktu rumah saya masih di dekat sini.

Sekarang rumah saya sudah di Jakarta, jadi saya sudah jarang lagi membeli bakso pakde ini, jadi sudah tidak tahu update harganya. Tapi masih di bawah 20ribu sih untuk satu porsinya.

Nah kalau teman-teman lagi berada di Bogor dan berada di jalan Semplak menuju Parung, bisa mencoba nih bakso pakde yang satu ini. Enak deh pokoknya! Karena bakso Pakde bakso enak di Bogor!


Baca juga :
  1. Bubur Ayam Enak Di Bogor
  2. Bakso Arema Enak Di Bogor
  3. Bubur Ayam Mas Mul Bogor

Wednesday, May 20, 2015

Pantai Sebong Pulau Bintan

Blog Iman Prabawa - Pantai Sebong ini terletak di Pulau Bintan, biasanya kalau saya sebutkan pulau Bintan banyak yang tidak tahu, baru kemudian kalau selanjutnya saya beri tahu kalau pulau Bintan itu letaknya berdekatan sekali dengan pulau Batam baru semua orang langsung tahu. Nama pulau Batam memang jauh lebih dikenal ketimbang pulau Bintan ya. Padahal di pulau Bintan ini sangat banyak sekali pantai yang indah-indah.

Salah satunya adalah pantai Sebong. Ini foto waktu saya berkunjung ke pulau Bintan dan memutar-mutar disana. Kebetulan saya iseng aja naik motor mengelilingi sekitaran pulau tersebut yang bisa saya capai dengan motor. Keliling-keliling aja seharian untuk tahu suasana pulau ini. Pulai ini memang masih sangat sepi sekali, penghuninya masih sangat sedikit sekali.

Pantai Sebong Pulau Bintan

Foto ini saya ambil dengan menggunakan handphone saya Nokia N73. Masih handphone jaman jebot ya? Kemudian saya lagi belajar mengedit menggunakan Photoshop jadi saya edit saja, tapi memang pantai ini juga indah sih.

Pantai Sebong Di Pulau Bintan

Sebenarnya di pulau Bintan ada pantai yang sangat terkenal keindahannya yaitu pantai Trikora, tapi berhubung saya ngga sempat memfotokannya. Waktu itu sih saya sempat lewat dan melihat keindahan dari pantai Trikora tersebut.

Ada lagi daerah resort di sana yang disebut dengan nama Bintan Lagoon Resort atau banyak yang menyebutnya Bintan Lagoi. Di daerah Bintan Lagoi itu indah sekali pantainya. Ini teman-teman bisa menonton video yang ini aja, bisa melihat betapa memang pantai-pantai di sini memang indah-indah sekali.




Sudah indah sangat seperti itu juga suasananya sepi sekali!Jadi buat teman-teman yang senang dengan suasana damai dengan kesepian dan keindahan dari pantainya, silakan teman-teman bisa berkunjung ke pulau Bintan. Banyak sekali saya temui waktu saya ke sana turis-turis manca negara yang berkunjung ke Bintan Lagoi ini.

Memang sangat terkenal, cuma mungkin banyak dari kita yang belum tahu dan belum pernah mendengar mengenai wisata di pulau Bintan ini. Pulau Bintan berada di wilayah Kepulauan Riau dimana penduduk di pulau ini berjumlah sekitar 300ribuan (baru saja saya mengecek Wikipedia dulu).

Di pulau Bintan ini ibukota provisinya terletak di kota Tanjung Pinang, dimana di kota ini terdapat pelabuhan yang namanya Sri Bintan Pura, yang kita bisa berangkat ke Singapura dari pelabuhan ini. Teman-teman bisa membaca artikel saya Tanjung Pinang Ke Singapura waktu dulu saya mencoba naik perahu dari pelabuhan Sri Bintan Pura ke Singapura.

Kita seharusnya bersyukur berada di Indonesia karena Indonesia punya banyak sekali tempat wisata yang sangat indah sekali, hanya belum terekspose dan dirawat dengan baik saja. Kalau terawat dengan baik seperti Jepang misalnya akan jadi keren sekali dan sangat banyak sekali pengunjung dari manca negara yang akan datang tentunya.

Sekian dulu sharing dari saya mengenai pantai Sebong Pulau Bintan ini.


Baca juga :
  1. Suasana Sekitar Pelabuhan Sri Bintan Pura
  2. Bersantai Di Kedai Kopi Sahabat
  3. Nasi Padang Enak Di Tanjung Pinang

Tuesday, May 19, 2015

Nyawa Di Indonesia Belum Dihargai

Blog Iman Prabawa - Tulisan saya mengenai nyawa di Indonesia belum dihargai ini terlintas ketika saya lagi makan di depan salah satu kampus. Lagi ada pembangunan disitu, saya melihat kok ya kaya gitu masangnya ya? Itu kalau pekerjanya jatuh nanti gimana? Jujur saya ngeri melihatnya! Tingkat keselamatan kerjanya sangat tidak dipikirkan!

Dan saya sendiri bukan sekali itu saja melihat yang model begini. Banyak sekali pastinya teman-teman akan menemui yang model begini. Dan sedih melihatnya! Apalagi waktu saya lagi makan mie ayam di dekat rumah saya, tiba-tiba terdengar bunyi bruk! Dan kemudian ada yang berteriak bahwa ada tukang bangunan yang jatuh dari lantai 3!

Tuh kan apa yang saya takutkan kejadian! Karena kalau kita melihat dari gambar di bawah ini ngeri sekali terlihatnya

Nyawa Di Indonesia Belum Dihargai



Nyawa Di Indonesia Belum Dihargai

Tuh ngeri kan? Gimana kalau tukangnya jatuh? Sangat berbeda sekali kalau kita lihat pekerjaan rumah di Jepang. Kebetulan waktu itu saya sempat ke Jepang meninjau pekerjaan rumah di sana seperti apa.




Tuh jauh bedanya kan? Untuk detailnya teman-teman bisa membaca tulisan saya yang berjudul Meninjau Pembangunan Rumah Di Jepang, dimana disitu saya menceritakan pengalaman saya dalam meninjau pekerjaan pembangunan rumah di Jepang. Yang mana mereka semua sudah mengerjakannya dengan alat-alat yang sangat canggih, sehingga rumah pun bisa mereka bangun hanya dalam hitungan kurang dari satu bulan. Dan juga yang mengerjakan hanya satu orang saja!

Semoga aja keselamatan kerja di Indonesia nantinya menjadi semakin baik dan semakin baik. Ngeri dan kasihan soalnya melihat seperti gambar di yang pertama itu. Saya lagi makan juga jadi malas makan, kan ngga lucu kalau lagi makan tiba-tiba melihat ada tukang yang jatuh di depan saya. Gimana coba rasanya? 

Semoga ke depannya lagi nyawa di Indonesia yang belum dihargai ini mulai mendapatkan perhatian yang serius dimulai dari meningkatkan keselamatan kerja di tempat kerja.

Monday, May 18, 2015

Bakmi Enak Di Jakarta

Blog Iman Prabawa - Bakmi enak di Jakarta ini kebetulan berada di dekat rumah saya di daerah Cempaka Putih Tengah, Jakarta Pusat. Bakmi ayam ini sudah ada lama, dari tahun 1991 kalau tidak salah. Dulu waktu saya pindah ke Cempaka Putih Jakarta dari Bogor pada tahun 1993, Bakmi Ayam ini sudah ada disini.

Bakmi Ayam Enak Di Jakarta

Nama dari bakmi ayam ini adalah mie ayam Kurdi, yang jualnya memang namanya Bang Kurdi. Sekarang sih ada piliha mie ayam baksonya, sementara kalau dulu saya makan baksonya belum ada. Mungkin karena permintaan dan memang banyak yang suka dengan ada bakso makanya bang Kurdi ini kemudian menambahkan kita bisa minta tambah bakso di pesanan mie ayam kita.



Bakmi Enak Di Jakarta

Foto di atas ini saya ambil menggunakan handphone Asus saya, waktu kemarin-kemarin saya lagi pingin makan mie ayam. Kalau saya sih enak, tinggal jalan aja, karena letaknya sangat amat dekat sekali dengan rumah saya. Untuk 1 porsinya, kalau teman-teman hanya membeli mie ayamnya saja tanpa menggunakan bakso adalah 10ribu rupiah satu mangkoknya.

Dan kalau teman-teman menggunakan bakso, teman-teman perlu menambah 3ribu, jadi 13ribu untuk satu porsi mie ayam bakso ini. Kalau saya sendiri lebih suka mie ayam tanpa bakso, karena memang dari dulu dia tidak menggunakan bakso, jadi mungkin saya sudah terbiasa makan tanpa menggunakan bakso.

Kalau saya lebih suka tambah pangsit gorengnya, karena pangsit gorengnya enak banget! Kalau dilihat di gambar di atas pangsit gorengnya ditaro di plastik warna merah di atas. Jadi kita tinggal ambil sendiri aja kalau memang ingin tambah pangsit, baru kemudian setelah makan baru bayar untuk tambahan pangsit.

Saya pingin usul aja sih sama bang Kurdi ini kenapa pangsitnya tidak diplastikin aja, jadinya kan nanti orang jadi lebih enak ngambil dan juga ngitung berapa pangsitnya. Kalau seperti sekarang ini banyak yang ngambil pangsit dan tidak membayar tambahan uang ke bang Kurdi.

Padahal banyak yang suka dengan pangsit gorengnya, dan saya salah satu yang termasuk suka dengan pangsit gorengnya, bahkan kalau pangsit gorengnya sudah habis, saya tidak mau makan disini. Entah kenapa, rasanya jadi aneh kalau ngga pake pangsit gorengnya. Ini menurut saya ya, pastinya buat teman-teman yang lain ngga bakalan begitu sih.

Buat keponakan saya juga gitu, dia kalau mau beli mie ayam di bang Kurdi ini biasanya bertanya dulu, apakah pangsit gorengnya masih ada atau tidak. Kalau tidak ada dia biasanya suka ngga jadi beli. Nah ini kan bisa jadi peluang tambahan uang juga seperti bang Kurdi menambahkan menu bakso di mie ayamnya.

Lokasi dari mie ayam bang Kurdi ini berada di depan Pecel Lele Lela, berada di Jalan Cempaka Putih Tengah 27, dekat juga dengan Seven Eleven. Nah teman-teman kalau lagi berada di daerah Cempaka Putih dan berada dekat sini. Oh iya ini juga sangat berada dekat sekali dengan Bakso Taman Solo yang sangat terkenal itu.


Mampir aja kalau teman-teman lagi berada di daerah Cempaka Putih, tapi biasanya kalau sudah jam 2 siang, pangsit gorengnya sudah habis. Saya sendiri biasanya makan disini selalu di bawah jam 2, kalau di atas jam 2 pangsit gorengnya sudah habis saya sendiri sih mendingan makan besok aja.

Sekian dulu kalau begitu sharing dari saya mengenai bakmi enak di Jakarta ini. 


Baca juga :
  1. Mie Ayam Kurdi
  2. Bubur Ayam Di Cempaka Putih
  3. Gado-Gado Ating

Saturday, May 16, 2015

Museum Komodo dan Taman Reptilia

Blog Iman Prabawa - Bagi pencinta satwa maupun anda yang ingin mengajarkan anak agar menyayangi satwa, inilah tempat yang tepat untuk melihat, belajar dan berinteraksi langsung dengan hewan, terutama reptil khas Indonesia.

Mengenal Lebih Dekat Fauna Indonesia

Di kompleks Taman Mini Indonesia Indah yang lua, terdapat seekor komodo raksasa. Sisik di sekujur tubuhnya berwarna gelap. Tubuhnya yang menjulang berdiri kokoh menghadap ke utara. Komodo sungguhan? Bukan! Komodo berlapir tembaga dengan panjang 72 meter, lebar 25 meter, dan tinggi 23 meter ini adalah replika biawak raksasa khas Indonesia yang dijadikan bangunan Museum Fauna Indonesia Komodo dan Taman Reptilia. Masyarakat mengenalnya sebagai Museum Komodo.



"Museum ini hadir untuk memperkenalkan kekayaan berbagai jenis fauna endemik Indonesia, baik yang hidup di darat, laut dan udara." ujar Suci Sa'adiah, Kepala Museum Fauna Indonesia Komodo dan Taman Reptilia. "Tujuan museum ini adalah agar masyarakat dan dunia tahu bahwa Indonesia sangat kaya akan satwa. Karena itu, museum ini sangat bermanfaat untuk edukasi dan rekreasi, juga wahana konservasi agar satwa-satwa ini tidak punah," jelas Suci.

Di dalam bangunan museum dua lantai yang menempati area seluas 1 hektar ini, terdapat sekitar 500 spesimen satwa opset (satwa mati yang kemudian diawetkan) dari 150 jenis dan koleksi reptil hidup sekitar 200 ekor dari 55 jenis.

Lantai pertama dipakai untku ruang pamer satwa opset yang disimpan dalam lemari pajang. Ragamnya banyak, ada mamalia, reptil, dan insekta. Penataan koleksi dibuat melingkar searah jarum jam. Tepat di bagian tengah, terdapat satwa opset berupa gajah, harimau, beruang dan landak. Sementara itu, di lantai dua, anda bisa menjumpai berbagai opset dari burung-burung asli Indonesia.

Dari mana satwa opset yang diawetkan berasal? Menurut Suci, biasanya hewan tersebut berasal dari penghuni museum yang sebelumnya mati karena sakit. Jadi, satwa opset ini bukan mati karena dibunuh, tapi karena sakit lalu diawetkan.

Di antara satwa opset tersebut adalah landak nokdia asal Papua yang sudah punah. Koleksi ini merupakan salah satu masterpiece musem yang banyak dicari pengunjung. Opset lain adalah harimau Sumatera, fauna lau seperti ikan, kerang, ketam, beruang madu, burung cendrawasih, dan banyak lagi.

Beberapa koleksi museum ini merupakan hibah dari masyarakat yang tidak boleh menyimpan atau memelihara satwa yang dilindungi, baik hidup maupun berbentuk opset. Setelah mengetahui bahwa satwa tertentu tidak boleh dimiliki oleh perorangan, mereka pun menyumbangkan hewan peliharaan tersebut ke museum.

Museum yang diresmikan pada 20 April 1978 awalnya hanya menampilkan berbagai fauna endemik asli Indonesia. Untuk meningkatkan daya tarik pengunjung, diresmikanlan Taman Reptilia sebagai saran penunjang edukasi dan rekreasi.

Taman tersebut terletak di pelataran gedung museum. Sesuai namanya, di tempat ini terdapat aneka reptil yang hidup dalam kandang khusu yang disesuaikan dengan habitat aslinya. Anda bisa menemukan buaya rawa, ragam ular berbisa (seperti ular phyton dan ular sanca), kura-kura, serta iguana dari Brazil. Di bagian belakang, terdapat kandang komodo yang merupakan favorit pengunjung. Di sana, anda bisa melihat dari dekat seekor komodo berusia 14 tahun dari pagar pembatas berdinding batu dengan kedalaman dua meter. Biawak raksasa ini lahir di Kebun Binatang Ragunan, lalu tumbuh dan besar di museum ini.

"Museum ini menjadi semacam show window bagi mereka yang ingin melihat komodo. Kami juga sertakan informasi bagi pengunjung yang ingin melihat komodo secara langsung ke habitat aslinya di Taman Nasional Komodo di Nusa Tenggara Timur," ungkap Suci.

Fasilitas lain yang dimiliki museum ini adalah Taman Sentuh. Di sini terdapat berbagai satwa jinak yang bisa dipegang, diajak foto bersama. Jangan khawatir, satwa-satwa ini sehat dan bersih. Bahkan, anda bisa bertanya langsung mengenai perawatan hewan kepada petugas yang ada.

Museum Komodo juga menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, seperti berbagai komunitas yang peduli akan pelestarian komodo dan pencinta reptil. Bersama mereka, pihak museum melakukan aktivitas seperti coaching clinic dan edukasi seputar satwa.

Untuk perawatan reptil, Suci mengaku tidak terlalu sulit karena mereka hanya makan seminggu sekali, kecuali kura-kura yang harus diberi makan setiap hari. Pasokan makanan didatangkan khusus dari rekanan museum berupa ayam, marmut dan tikus putih, tergantung spesiesnya.

Selain perawatan yang baik dan hunian yang disesuaikan habitat asli, satwa-satwa hidup di museum ini juga dicarikan pasangan agar mereka bisa tetap bereproduksi. Di sinilah komunitas pencinta satwa diharapkan bekerja sama dengan pihak museum bila mereka memiliki pasangan satwa sejenis. Tujuannya agar satwa tersebut lestari.

Diharapkan, museum ini bisa menggugah kecintaan dan kebanggaan masyarakat terhadap kekayaan fauna di Indonesia. "Melalui museum ini, kami ingin meluruskan anggapan bahwa reptil tidak menjijikkan dan menakutkan. Reptil bisa bersahabat dengan manusia, selama mereka dirawat dan diperlakukan dengan baik, " kata Suci.

Museum ini tepat sebagai media edukasi yang baik bagi anak-anak. Tak heran jika para guru sekolah kerap mengajak siswa mereka ke sini sebagai aplikasi dari teori yang disampaikan di kelas. Di sini, siswa bisa mengenal dan melihat langsung wujud asli satwa yang mereka pelajari di buku teks.


"Di Museum Komodo, anak belajar bagaimana memperlakukan satwa, mengenal habitat aslinya, apa makanannya, apakah masih ada di alam asli atau sudah punah, mana yang berbahaya dan mana yang tidak," ujar Suci.

"Yang tak kalah penting, museum ini ingin menumbuhkan rasa cinta anak-anak terhadap sesama makhluk hidup," tandasnya.
Museum Fauna Indonesia Komodo dan Taman Reptilia
Kompleks TMII, Jakarta Timur 13560
Telp : 021-84009281
Tiket : Rp 15.000,-
Buka : Setiap hari, pukul 09.00-15.30
Sumber : Majalah Media Kawasan May 2015


Baca juga :
  1. Selamat Datang Di Kota Batam
  2. Taman Wisata Alam Mangrove
  3. Hotel Jatinangor Bandung

Monday, May 11, 2015

Strategi Sukses Untuk Pengusaha Pemula

Blog Iman Prabawa - Demam wirausaha melanda angkatan kerja. Banyak yang tergiur cerita manis dari pengusaha yang sukses, meski sesungguhnya ada jalan terjal menuju ke sana. Berikut saran para pakar agar impian menjadi wirausaha terwujud nyata.

Perhatikan Sekitar Anda

Kemungkinan, anda akan menemukan bahwa semakin banyak orang yang menjadi wirausaha, baik skala kecil maupun besar. Memang, sejak Gerakan Kewirausahaan Nasional dicanangkan oleh pemerintah pada 2 Maret 2011, jumlah wirausaha di Indonesia meningkat signifikan. Ini tentu menggembirakan, dan bisa jadi membuat anda tertarik untuk mengikuti jejak mereka. 

Namun menurut Roy Darmawan, SE, M.Psi, staf pengajar Magister Manajemen, Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, sebagian besar wirausaha yang ada saat ini terbentuk karena kecelakaan, bukan perencanaan. Misalnya, mereka yang tidak kunjung diterima bekerja, korban PHK, atau sudah pensiun.



"Padahal, idealnya menjadi wirausaha itu direncanakan, bahkan dicita-citakan," ujar Ketua Kelompok Kerja Pembenihan Wirausaha Kreatif Nasional tersebut. Meriza Hendri, SIP, MM, staf pengajar Fakultas Bisnis dan Manajemen Universitas Widyatama, Bandung, mengutarakan kritik serupa. "Negara kita membutuhkan jutaan wirausaha untuk membangun perekonomian bangsa agar bisa meningkatkan lapangan kerja, pendapatan negara, dan juga kebesaran bangsa," tegasnya.

"Namun saat ini yang saya temukan adalah mereka baru sebatas termotivasi, belum melihat bagaimana pengusaha mengawali bisnis dengan berbagai halangan dan tantangan," kata Meriza. "Mengacu pada definisi Joseph Scumpeter, pakar wirausaha dunia, seorang wirausaha harus memiliki prinsip inovasi, kreativitas, dan entrepreneur mindset," jelas Roy. "Ketika belum ada kreativitas, inovasi dan visi mengembangkan usaha, maka seseorang belum bisa dikategorikan wirausaha yang memiliki dampak signifikan terhadap ekonomi negara."

Karena itu, menurut Roy, sangatlah penting bagi wirausaha baru untuk memiliki pola pikir entrepreneurial, karena hal tersebut terbukti bis amenjawab tantangan yang ada di negara ini.

Tantangan apa saja yang dihadapi wirausaha pemula? 

Menurut Roy, ada dua tantangan besar dalam berwirausaha, yakni akses modal dan akses pemasaran, baik ke pasar lokal maupun internasional. 

"Saat ini, pemerintah memiliki sekitar 35 unit di berbagai kementrian dan lembaga yang menangani kewirausahaan. Sekarang, bagaimana caranya memfasilitasi sebaik mungkin, menularkan jiwa entrepreneurial, melakukan sosialisasi dan kebijakan fasilitasi, serta mendorong timbulnya wirausaha baru," tandas Roy.

Lebih rinci, Meriza memaparkan dua tantangan yang dihadapi pengusaha pemula, yakni tantangan internal dan eksternal. "Tantangan internal adalah tantangan yang datang dari diri wirausaha sendiri, antara lain ketidaktahuan akan potensi diri dan passion dalam memilih bisnis, keterbatasan pengetahuan dan skills tentang bisnis dan manajemen, serta sikap yang belum benar dalam menjalankan bisnis," tegas Meriza.

Sementara itu, tantangan kedua datang dari luar, yaitu perubahan lingkungan bisnis yang begitu cepat, seperti perubahan selera konsumen, ketatnya persaingan, dan situasi ekonomi dan politik yang tidak menentu.

Kedua pakar ini sepakat bahwa salah satu kunci sukses berwirausaha adalah dengan memilih jenis usaha yang sesuai dengan minat dan passion, sehingga anda bisa melakukan dengan antusiasme lebih tinggi.

"Sesuaikan jenis usaha dengan potensi dan passion sebelum melihat peluang. Ketika potensi dirinya adalah berbisnis kuliner, agrobisnis, atau jasa, dan mereka memiliki passion yang tinggi di bidang tersebut, maka itu adalah peluang usaha yang harus ditekuni dan dikembangkan," saran Meriza.

Ia mengingatkan agar anda jangan memilih bisnis yang bersifat musiman atau sekadar ikut-ikutan, karena peluang gagal akan lebih besar.

Lima Bekal Yang Harus Dimiliki Setiap Wirausaha

Agar bisa meraih sukses, Meriza mencatat lima bekal yang harus dimiliki setiap wirausaha. Pertama, dalami bakat dan potensi diri serta passion. Kedua, miliki pengetahuan tentang hakikat entrepreneurship, bisnis, serta manajemen.


"Seorang wirausaha tidak akan sukses tanpa pengetahuan tentang bisnis dan lingkungannya. Bisnis juga tidak akan tumbuh dan berkembang dalam jangka panjang bila tidak menggunakan manajemen yang baik dalam segala hal," tukas Meriza.

Ketiga, kuasai soft skills maupun hard skills dalam mengelola perusahaan. Keempat, miliki attitude yang benar dalam berbisnis. Kelima, miliki keyakinan atas bisnis yang dipilih, serta disiplin dan antusias dalam menjalankan bisnis.

"Wirausaha juga perlu memahami bahwa saat ini lingkungan bisnis begitu cepat berubah, tidak bisa dikontrol, dan mengalami turbulensi. Kare itu entrepreneur perlu kerangka berpikir yang tepat untuk menganalisis situasi. Hal ini bisa didapat dengan belajar dari para akademisi. Jadilah wirausaha yang berbasis pengetahuan bisnis dan manajemen," saran Meriza.

Jika sudah siap, maka saatnya sang pengusaha pemula menetapkan tujuan berbisnis. Pada tahap ini, boleh saja kalau sang wirausaha mau langsung action. Tetapi, ia tidak boleh lagi berbisnis sesuai perkiraan atau action saja. Usahanya harus dijalankan sesuai dengan aturan-aturan manajemen.

"Tanpa pengetahuan, antusiasme, dan perencanaan yang matang, tidak sedikit wirausaha yang mengalami kegagalan," Roy mengingatkan. "Prinsip "just do it" kadang baik, tapi perlu dilengkapi dengan pengetahuan, perhitungan, kemampuan di bidang bisnis, passion yang memadai, dan akses-akses yang menunjang."

Untuk itu, Roy menyarankan agar kita belajar pada wirausaha yang sudah berhasil. "Amati mereka, lalu tiru dan modifikasi." Jangan melihat dari perspektif eksternal, tetapi miliki daya dorong pribadi yang tidka bisa dihambat oleh apa pun," pesan Roy.

"Dengan memiliki kemampuan membangun networking dan partnership, selalu melihat peluang, dan selalu proaktif, maka anda memiliki nilai tambah yang unggul," tegasnya.

Sekarang, mari bicara kegagalan. Menurut Roy kegagalan tidak perlu dialami selama ada perencanaan yang matang. "Kita bisa kok, mencapai keberhasilan yang direncanakan tanpa perlu gagal dudlu. Kalaupun ada kondisi yang kurang diperhitungkan, itu bukan sebuah kegagalan. Seorang wirausaha unggul memahami bahwa tidak ada yang namanya kegagalan, yang ada adalah berhasil atau proses belajar. Mindset ini penting dimiliki, yakni selalu punya cara pandang positif terhadap apa pun yang dialami," tandasnya.

"Tidak ada wirausaha yang tidak pernah merasa gagal dan terpuruk," pesan Meriza. "Karena itu, selalu analisis penyebab kegagalan anda. Di sinilah pentingnya menerapkan knowledge management agar anda bisa mendapatkan pelajaran berharga dari keterpurukan tersebut. Untuk bisa bangkit, selalu ingat impian anda untuk menjadi seorang entrepreneur.

Meriza mengingatkan bahwa dua tahun pertama akan menentukan keberhasilan atau kegagalan sebuah usaha. Inilah masa-masa kritis bagi wirausaha dalam menjalankan bisnis karena dituntut komitmen besar.

"Dua tahun pertama akan menggambarkan bagaimana wirausaha tersebut bisa bertahan menghadapi situasi bisnis dan segala tantangannya, baik secara internal maupun eksterneal," tegasnya.

Sementara itu, lima tahun adalah waktu untuk melihat bisa tidaknya seorang wirausaha mengembangkan bisnis tersebut dengan menggunakan sistem manajemen. Dengan sistem ini, diharapkan wirausaha bisa membuat bisnis mereka berjalan sendiri.

Jika usaha anda sudah mulai berjalan, maka perhatikan lima indikator yang harus dicapai oleh wirausaha, yakni bisnis yang profitable, memberikan manfaat bagi banyak orang, menjaga kelestarian alam, memiliki sustainibility untuk minimal 10 tahun ke depan, serta bisnis yang tumbuh dan berkembang dari skala mikro, kecil, menengah dan besar.

Pemerintah kita menargetkan bahwa akan ada 33 juta wirausaha baru pada tahun 2015. Andakah salah satunya?


Baca juga :
  1. Kekuatan Dari Sebuah Merek
  2. Memulai Bisnis

Pelajaran Berharga Bagi Si Pemalas

Blog Iman Prabawa - Cerita ini berasal dari dongeng suku Indian Algonquin, dan tulisan ini saya ambil dari majalah Media Kawasan.

Dahulu kala, di sebuah hutan, hiduplah seekor kelinci bernama Ableegumooch. Ini adalah kisah ketika ia menjadi hewan pemalas yang membuat hidupnya dan neneknya susah. Bisakah Ableegumooch berubah?

Sebenarnya, Ableegumooch adalah seekor kelinci yang baik dan ramah. Dia suka bergaul dengan makhluk-makhluk hutan yang lain. Sayangnya, ia sangat malas bekerja. Ketika hwan lain sibuk mengumpulkan makanan, si kelinci hanya bermain-main. Neneknya sudah berulang kali mengingatkan agar Ableegumooch mencari makan, kalau tidak mereka akan kelaparan. Tapi, si kelinci lebih suka bersantai.

Berita ini sampai ke telinga Glooscap, pelindung hutan dan makhluk-makhluk di dalamnya. Glooscap memutuskan bahwa ia harus memberi peringatan terhadap si kelinci. Dari tempatnya yang sunyi dan terpencil, Glooscap naik ke atas kano dan mengayuhnya mengarungi Teluk Fundy untuk mencapai hutan.

Setibanya di dalam hutan, Glooscap menanti kedatangan Ableegumooch. Ketika itu musim semi yang sangat cerah. Waktu yang tepat untuk mencari makanan. Itu pula yang seharusnya sedang dilakukan si kelinci, seandainya saja dia tidak terlalu malas.



Tak lama, dari dalam hutan terdengar nyanyian Ableegumooch. Itu adalah lagu favorit yang selalu ia nyanyikan sepanjang hari. Lagunya seperti ini :

"Oh, hari yang indah untuk bermalas-malasan, aku akan tertidur pula, lalu bangun dan makan talas, sampai merasa puas lelas, sungguh hari yang indah untuk bermalas-malasan!"

Sambil bernyanyi, Ableegumooch melompat-lompat riang, menoleh ke kanan dan ke kiri. Dilihatnya hewan-hewan lain sibuk memburu makanan yang menyimpan persediaan. Ia melihat Miko, si tupai, dengan pipi yang menggelembung karena penuh berisi kacang, Mechichamooech, si lebah, sibuk mengumpulkan madu, dan Teetees, si burung hutan, asyik menggali-gali tanah untuk mencari cacing.

Tapi, melihat teman-temannya sedang giat mencari makan, Ableegumooch tidak tergerak untuk mengikuti. Si kelinci hanya menggelengkan kepala dan tertawa. "Mereka tidak tahu caranya bersenang-senang," katanya.

Saat itulah, Ableegumooch tiba-tiba mendengar sebuah suara yang berwibawa. Suara itu mengatakan, "Berhati-hatilah, Ableegumooch, atau engkau akan mendapat kemalangan." Si kelinci segera berbalik, tapi dia tidak melihat siapa-siapa. Lantas, suara itu terdenar lagi, kali ini dari atas kepalanya. "Kemalasanmu akan membawa kesusahan bagimu dan nenek yang engkau sayangi."

Ketika itu tidak ada angin, tapi Ableegumooch melihat dahan-dahan pohon di dekatnya bergoyang pelan. Ia pun segera berlari pulang dengan ketakutan. Setibanya di rumah, Ableegumooch bercerita pada neneknya tentang apa yang baru saja ia alami.

Sang nenek segera paham. "Cucuku, yang kau dengar tadi adalah suara Glooscap, pelindung kita," kata nenek. "Sebaiknya engkau mematuhi peringatannya."

Karena takut, Ableegumooch dengan cepat berjanji tidak akan malas lagi. Hari itu juga, ia pergi mengumpulkan bahan makanan dari hutan. Liang yang ia tempati bersama neneknya pun kini penuh persediaan makanan. Neneknya merasa sangat senang.

Beberapa minggu berlalu, dan apa yang terjadi? Ableegumooch merasa malas kembali! Ia enggan mencari makan untuk dirinya dan sang nenek, dan lebih suka tidur-tiduran sambil melantunkan lagu favoritnya.

Sang nenek memohon pada Ableegumooch untuk berburu makanan, tapi kelinci kecil itu tidak mau mendengarkan. Musim dingin tiba dan salju turun dimana-mana, membuat persediaan makanan semakin sedikit.

Suatu hari, Ableegumooch memutuskan untuk mengunjungi kawannya, Keoonik, si berang-berang. Pucuk dicinta ulam tiba. Keeonik ternyata hendak mencari makanan. Ia pun mengajak Ableegumooch untuk ikut.

Sang kelinci merasa penasaran dengan apa yang dilakukan berang-berang saat berburu, melompat-lompat ke tepi sungai. Ia melihat Keoonik meluncu di batang pohon dan masuk ke dalam sungai. Beberapa saat kemudian, Keeonik muncul di permukaan dengan beberapa ekor belut di mulutnya.

Keeonik membagi belutnya pada Ableegumooch, yang membawanya pulang untuk neneknya untuk dimasak. Mereka lantas makan bersama-sama. Ableegumooch berpikir, betapa enak menjadi berang-berang. Cari makannya gampang. Tinggal masuk ke dalam sungai, dan belut akan menghampiri.

Maka si kelinci memberitahu neneknya bahwa hari itu ia akan pergi ke sungai. Tentu saja sang nenek tidak setuju, tapi kelinci muda itu tak peduli. "Santai saja nek. Aku akan membawakan belut sebentar lagi," ujarnya.

Ableegumooch pergi ke tepi sungai dan mendekati batang pohon yang kemarin dipakai sang berang-berang. Ia naik ke atasnya dan mulai mencoba merosot. Namun, bulu-bulunya yang kasar, berbeda dengan bulu berang-berang, membuatnya kesulitan meluncur.

Setelah bersusah payah, Ableegumooch berhasil masuk ke air. Rasa dingin langsung menyergap tubuhnya. Si kelinci baru teringat bahwa ia tidak bisa berenang!

"To-tolong!" serunya, menggapai-gapai. Keoonik, yang mendengar jeritan Ableegumooch, berlari mendekat. Ia melihat nenek kelinci berdiri di tepi sungai.

"Ada apa nek?" tanya Keeonik. "Ableegumooch mengira kamu mencari makan tanpa upaya, maka dia mau menirumu," kata nenek kelinci tersebut. "Tolong bantu dia yaa..".

Sang berang-berang pun terjun ke sungai untuk menolong si kelinci keluar dari air. Malam itu, Ableegumooch terpaksa kelaparan dan kedinginan.

Apakah ia kapot? Ternyata tidak! Keesokan harinya, Ableegumooch mengunjungi Antawaas, si burung pelatuk. Ia mengawasi ketika sang pelatuk memanjat pohon, lantas mematukkan kepalanya ke batang pohon.


Tak lama, dari dalam pohon, Antawaas mengeluarkan banyak searngga yang menjadi makanannya. Ia membaginya dengan Ableegumooch, yang membawanya pulang dengan riang. Nenek kelinci memasaknya dan mereka makan bersama.

Esok paginya, Ableegumooch ingin meniru si burung pelatuk. Ia memasang ranting pohon yang runcing ke kepalanya, sehingga ia kini punya paruh. Kemudian, ia memanjat pohon dan mulai mematuk kepalanya ke pohon itu. Namun, ternyata kepalanya jadi pusing dan dia jatuh ke tanah.

Nenek Ableegumooch menggelengkan kepala dan berkata kepada si burung pelatuk yang ikut menyaksikan kejadian itu. "Ternyata ia juga mengira kamu mencari makan tanpa upaya, maka dia mau menirumu."

Mungkin, setelah kejadian itu, kalian kira Ableegumooch akhirnya kapok. Tapi, ternyata belum. Esoknya, si kelinci kembali berjalan-jalan di hutan. Kali ini, ia berkunjung ke pondok tempat tinggal Mooin, si beruang. Di dalam, Ableegumooch memperhatikan Mooin memotong bongkahan dari telapak kakinya, lantas mengirisnya kecil-kecil dan merebusnya di dalam panci.

Si kelinci nyaris tak percaya melihatnya. Cara beruang mendapatkan makanan ternyata lebih mudah lagi! Rasanya lezat pula! Hmm, Ablegumooch berpikir, besok aku akan melakukan hal yang sama.

Maka, esok paginya, si kelinci meminta neneknya menyiapkan api untuk memasak, kemudian ia mengambil pisau. Satu hal yang tidak diketahui si kelinci, bahwa beruang tersebut bukan memotong bagian kakinya sendiri, melainkan mencungkil buah berry yang telah dikumpulkan sebelumnya dan disimpan di dalam cakar-cakarnya sampai kering.

Tentu saja, karena Ableegumoch tidak tahu, ia mulai mengiris cakar kakinya sendiri. Tak lama, terdengar jerit pilu kesakitan si kelinci.

Sang nenek hanya bisa menggelengkan kepala. "Ternyata kamu masih berpikir hewan lain mencari makan tanpa upaya, dan mau meniru mereka. Kapan kamu akan sadar Ableegumooch?"

Kelinci tersebut masih mengaduh kesakitan. Pada saat itu, ia teringat kata-kata bijak dari Glooscap. Ia pun malu dengan perbuatannya. Seharusnya, ia mencari makan dengan usahanya sendiri. 

Sejak itu, Ableegumooch bertobat dan berubah menjadi hewan yang rajin. Ia menanam sayur-sayuran untuk dimasak oleh sang nenek. Mereka pun bisa makan enak setiap hari.


Baca juga :
  1. Tiga Permintaan Sang Penebang Kayu
  2. Sang Pangeran Dan Pengalaman Terbaiknya
  3. Cerita Seorang Ayah Yang Bijaksana