Saturday, April 30, 2016

Pengalaman Makan Di Sop Kaki Kambing Dudung Roxy

Blog Iman Prabawa - Pengalaman makan di Sop Kaki Kambing Dudung Roxy ini baru saja tadi, ngga ada rencana sih tadinya makan di sini. Karena tadinya mau keluar sebentar dan kemudian mulai gerimis, dan letak Sop Kaki Kambing Dudung Roxy yang ini dekat banget dengan rumah saya, yaitu di daerah Cempaka Putih. Tinggal jalan kaki dari rumah, ngga sampai 5 menit juga udah sampai. Lokasinya di pinggir jalan, di depan Seven Eleven dan juga Indomaret Fresh.

Setiap saya seringkali melalui Sop Kambing Dudung Roxy ini, tapi ngga tahu kenapa saya ngga pernah tertarik untuk makan di sini. Tadi itu makan di sini juga gara-gara nungguin gerimis, ah nunggu sambil makan aja di sini deh. Rencananya tadi mau beli buah di Cempaka Buah dekat rumah, tapi ya karena cuacanya mendung dan gerimis gitu, jadi akhirnya saya pikir neduh aja dulu deh sekalian makan, kebetulan malam saya juga belum makan.

Pesan Soto Betawi Dudung Roxy

Nah saya pesan aja soto betawi disitu, saya pesan daging semua, setelah itu minumnya saya pesan jeruk hangat. Biasanya ini mereka baru mulai buka sekitaran jam 5 sore udah mulai siap-siap gitu, dan jam 5.30 atau jam 6 sudah siap untuk dipesan.


Pengalaman Makan Di Sop Kaki Kambing Dudung Roxy

Saya sendiri sih ngga terlalu tahu dengan makanan ini ya, masalah dia terkenal atau ngga-nya saya sih ngga terlalu tahu, yang saya tahu adalah mereka buka dekat banget dengan rumah saya. Itu aja sih, kemudian saya pesan soto betawinya, seperti ini penampakan dari soto betawinya,

Soto Betawi Dudung Roxy

Kemudian saya juga pesan satu porsi nasi putih tentunya, kan aneh aja kali ya kalau makan soto daging gitu tapi ngga pake nasi? Hohoho..



Paket Nasi dan Soto Betawi Dudung Roxy

Nah seperti itu kira-kira penampakan apa yang saya pesan tadi. Oh iya jeruk hangatnya tadi ngga sempat saya fotokan, tapi ya sudah pada tahu kan ya kalau jeruk hangat itu seperti apa?


Rasa Soto Daging Dudung Roxy

Begitu sudah sampai, saya mulai coba, begitu mencium baunya, sepertinya saya ngga akan suka nih dengan soto daging ini. Kalau masalah rasa kalau menurut saya masalah selera, karena ngga semua orang kan seleranya sama, ada yang bilang enak, ada yang bilang apaan sih kaya gini dibilang enak?? Contohnya aja misalnya durian, yang kebanyakan orang Indonesia pada suka dengan buah durian, tapi orang bule, lebih banyak yang ngga suka dengan durian ketimbang yang suka.

Jadi ini murni masalah selera aja ya. Jujur buat saya sih ngga terlalu suka, saya tambahin kecap tadi, tapi pas ditambahin sambal, yah lumayan lah, lumayan bisa masuk ke perut nih. Jeruk hangatnya tadi saya minta ngga dikasih gula, dan sampai di saya ya memang rasanya agak asem gitu, yah namanya juga ngga pake gula sama sekali ya.

Kalau saya browsing ternyata dari Sop Kaki Kambing Dudung Roxy ini yang terkenal itu adalah sop kaki kambingnya, tapi berhubung saya ngga suka sama yang namanya daging kambing makanya saya lebih memilih dagingnya daging sapi aja. Entah kenapa saya ngga pernah suka sama yang namanya daging kambing.

Dudung Roxy Mahal Ternyata Ya?

Nah begitu saya mau membayar, saya tanya, semua berapa? Saya makan satu porsi soto daging, kemudian satu porsi nasi dan 1 jeruk hangat. Ketika si abangnya bilang Rp 51ribu saya kaget. Lha? Ini perasaan saya cuma makan gitu doang, kok mahal amat ya? Kemudian saya tanya, emang berapa sih soto daging itu satu porsinya? Ternyata harga seporsi soto dagingnya itu Rp 38ribu. Dan saya pun dikasih billnya, seperti terlihat pada gambar di bawah ini,



Bill Dudung Roxy

Hebat juga tapi ya, di pinggir jalan gitu bisa ada bill, mereka ada mesin kasir gitu. Biasanya kan kalau makan di pinggir jalan gitu boro-boro ada bill seperti itu, begitu saya lihat, oh iya benar, memang mahal ternyata! Hohoho.. Serius kaget aja! Karena saya makan di soto Jakarta dekat rumah juga, itu cuma 27ribu dan itu sudah sama nasi juga. Berarti satu porsi soto daging di Dudung Roxy dengan satu porsi nasi itu Rp 43ribu.

Ngga beda jauh dengan kalau kita makan di fast food dong ya? Malah waktu saya makan di McDonalds pesan paket Big Mac itu kenanya kalau ngga salah di bawah 50ribu deh, 45 ribu kalau ngga salah sih, dapat Big Mac 1 terus dapat kentang goreng satu sama Coca Cola satu.

Kemudian kalau makan di Hoka Hoka Bento, paket premium plus upgrade yang biasanya saya makan itu keluar uang 60ribu, lebih mahal 9ribu dari sop kaki kambing Dudung Roxy ini tapi porsinya banyak banget itu, dan lebih kenyang tentunya. Kalau masalah enak atau ngga, kembali ya ini masalah selera, kalau saya masih lebih suka rasa makanan di Hoka Hoka Bento yang saya pesan ketimbang yang tadi saya makan.

Kemudian kalau kita membandingkan secara tempat, ini tempatnya pinggir jalan, persis kaya kita makan di kaki lima aja gitu. Sementara kalau makan di Hoka Hoka Bento atau makan di Yoshinoya misalnya, secara tempat kan jauh lebih nyaman, ber-AC dan bersih juga tempatnya, ngga di pinggir jalan gitu seperti ini.

Wah kalau saya ngga lagi deh makan di Sop Kaki Kambing Dudung Roxy ini, tapi kalau teman-teman suka dengan sop kambingnya atau yang lainnya sikat aja. Tentunya siapkan uang yang lebih ya, dan jangan kaget kalau harganya memang terbilang cukup mahal. Sekian dulu kalau begitu sharing dari saya mengenai pengalaman makan di Sop Kaki Kambing Dudung Roxy Cempaka Putih.


Baca juga:
  1. Dim Sum Ing, Tempat Makan Dim Sum Enak Di Cempaka Putih 
  2. Mie Ayam Acoi, Mie Ayam Enak Di Cempaka Putih
  3. Rumah Makan Pagi Sore Cempaka Putih

Tuesday, April 26, 2016

Workshop Neumann Di Chandracom

Blog Iman Prabawa - Workshop Neumann di Chandracom ini tepatnya diadakan beberapa hari yang lalu, tanggal 23 April, hari Sabtu bertempat di toko Chandracom di daerah Kelapa Gading.  Acaranya berlangsung dari jam 12 siang, sampai dengan jam 4 sore, ternyata acaranya baru dimulai sekitar jam 1 siang, dan baru berakhir sekitar jam 5 sore.

Sebenarnya pihak Chandracom ini punya grup sendiri di facebook, jadi selebaran atau pamfletnya diberitahukan via grup di facebook, dan acara ini gratis lho, bahkan kita mendapat makan siang pada saat acara berlangsung. Buat yang ingin bergabung di group Chandracom di facebook bisa cari aja grup Chandracom, nanti juga akan ketemu, dan ikutan gabung deh. Nih seperti ini pamfletnya,


Workshop Neumann

Kita lihat yuk keseruan dari acara ini.


Workshop Neumann

Workshop Neumann ini dibuka dengan sharing dari seorang perwakilan dari Neumann kalau tidak salah, orang Singapura, jadi dia di dalam menyampaikan presentasinya menggunakan bahasa Inggris. Ini saat pak Setiadi Chandra yang punya Chandracom membuka acara tersebut, di samping beliau adalah orang Singapura yang menyampaikan presentasi mengenai microphone Neumann.

Workshop Neumann Di Chandracom

Saya perhatikan di ruangan tersebut, menggunakan audio interface SPL Creon, yang disambungkan langsung ke laptop dari orang Singapura yang menjelaskan mengenai Neumann microphone tersebut.

SPL Creon Audio Interface

Kemudian menggunakan speaker monitor Neumann KH120A, saya cukup kaget ketika mendengar suara yang dihasilkan dari Neumann KH120A ini, karena untuk speaker sekecil itu cukup keras. Dan juga masalah clarity yang dihasilkan dari speaker ini termasuk baik, saya cukup kaget karena secara ukuran jauh lebih kecil ketimbang speaker KRK VXT6 yang saya gunakan di rumah tapi secara keras, bisa menyamai, dan juga secara claritynya juga bagus.



Neumann KH120A Speaker

Langsung karena penasaran saya browsing dan ternyata saya mendapatkan bahwa produk Neuman KH120A ini pernah di review oleh majalah Sound On Sound, dan setahu saya apa yang pernah di review oleh majalah Sound On Sound biasanya bagus. Dan juga biasanya majalah Sound On Sound tersebut di dalam mereview sebuah barang terkenal dengan keobjektifannya.


Break Makan Siang

Bagian sesi pertama dari workshop Neumann ini adalah penjelasan dari orang Singapura tadi, lalu kita break untuk sekitar 15 menit untuk makan siang, mendapatkan nasi bungkus, nih saya fotokan nasi bungkus yang saya dapat di acara tersebut,

Nasi Bungkus Di Workshop Neumann

Kemudian setelah sesi break makan ini kita lanjut ke studio di Chandracom untuk langsung melihat seperti apa sih hasil rekaman dengan menggunakan microphone Neumann ini dan juga disitu dibahas mengenai teknik memikingnya seperti gimana.


Sesi Teknik Miking Di Studio

Untuk pertama kita diperlihatkan cara memiking violin itu seperti apa, tentunya microphone yang digunakan semuanya adalah microphone dari Neumann, seperti bisa terlihat dari foto di bawah ini,

Koleksi Microphone Neumann

Semua tipe microphone Neumann ada disitu,dari TLM 103 sampai dengan microphone legendaris Neuman U-87 juga ada di situ.

Untuk sesi yang pertama direkam violin, saya lupa microphone yang digunakan saat itu apa saja, kalau tidak salah KM184, dan satu lagi saya lupa apa tipenya, ini foto di bawah ini mas Rully Worotikan lagi mengatur posisi microphonenya untuk merekam pemain biolanya,



Workshop Neumann Rekaman Violin

Untuk videonya, kebetulan saya juga sempat merekam dengan handphone saya, dan bisa teman-teman tonton di bawah ini,


Seperti itu teman-teman, kemudian dilanjutkan lagi dengan sesi merekam gitar akustik seperti apa, berikut ini adalah fotonya,

Workshop Neumann Nodong Microphone

Sharing tentang memiking gitar juga sempat saya videokan pada video di bawah ini,


Jadi tentunya sharing seperti ini sangat banyak menambah ilmu kita apalagi untuk teman-teman yang memang dunianya di bidang audio.


Ketemu Dengan Para Master

Nah di acara workshop tersebut saya ketemu dengan para master, antara lain mas Indra Q,

Dengan Indra Q

Juga saya ketemu dengan mas Agus Hardiman, pemilik dari Art Sonica, yang tentunya kita sudah tidak asing dengan dua nama tersebut di dunia musik,



Bersama Agus Hardiman

Saat sharing juga mereka sempat menjawab dan sharing sedikit, bisa kita lihat pada video di bawah ini,


Seru banget kan? Di akhir acara kita melakukan foto bersama dengan para peserta yang datang ke acara workshop audio Neumann di Chandracom tersebut.

Member Di Workshop Neumann

Saya sendiri saat itu jadi belajar sangat banyak sekali. Kalau kita berbicara mengenai dunia audio, ada banyak hal yang perlu kita banyak praktek dan dengan banyak datang ke workshop seperti ini kita bisa belajar dari pengalaman orang-orang yang sudah praktek dan melakukan jam terbang yang jauh lebih banyak dari kita, dengan begitu kita akan jadi tahu juga.

Karena banyak hal yang ketika kita praktek di lapangan, akan berbeda dengan di buku, tapi pada dasarnya buku tersebut bisa menjadi panduan kita, namun ketika kita sudah di lapangan, panduan tersebut tidak bisa 100% kita terapkan sama persis, tinggal gimana kita berimprovisasinya agar mendapatkan hasil yang terbaik di dalam merekam.

Jadi memang sering datang ke acara-acara workshop audio seperti ini sangat amat menambah pengetahuan kita dari sharing-sharing yang disampaikan, dan juga pengalaman dari yang memberi materi, seperti yang disampaikan oleh mas Rully Worotikan dimana dia juga sharing mengenai pengalamannya dia. Itu nantinya bisa sangat menambah wawasan kita di dalam mendapatkan sound yang asik di dalam rekaman kita.

Kalau begitu sekian dulu sharing saya mengenai workshop Neumann di Chandracom, asli habis dari workshop itu jadi ngiler pingin punya KH120A dan juga microphone Neumann. Suaranya keren banget! Detailnya bagus sekali! Yah memang harga tidak pernah berbohong bukan?


Baca juga:
  1. Cara Menggabungkan Audio Di Wavelab 6
  2. Tips Merekam Audio Untuk Podcast
  3. Cara Mengembed Audio Di Google Site

Saturday, April 16, 2016

Pengalaman Buruk Beli Buku Di Gramedia Online

Blog Iman Prabawa - Saya mau sharing mengenai pengalaman buruk beli buku di gramedia online, kemarin karena saya baru saja mencoba beli buku melalui websitenya mereka gramedia.com. Selama ini kan saya biasanya membeli buku melalui offline dengan datang ke toko bukunya. Dan saya pikir, saya cobain deh beli buku secara online, jadi ngga perlu repot datang ke toko buku, apalagi sekarang ini kan kota Jakarta bisa dibilang macetnya masih juga belum teratasi.

Jadi ketimbang bermacet-macet di jalanan, mendingan pesan bukunya dari rumah saja, dan buku bisa sampai ke rumah deh. Tadinya saya mau coba pesan buku bahasa Inggris, kebetulan lagi ingin belajar grammar dan ingin beli buku Grammar In Use-nya Martin Hewing Cambridge Press. Tapi pas browsing-browsing di gramedia online saya menemukan komik yang dari dulu sudah menjadi komik favorit saya, yaitu Kungfu Boy.

Saya senang banget karena sudah lama menantikan edisi baru dari komik ini. Biasanya saya membelinya dari Indomaret gitu. Biasanya suka ada aja di bagian kecil buku komik yang dijual di Indomaret tapi udah beberapa kali saya memperhatikan ngga pernah ada terbitan edisi baru dari komik Kungfu Boy ini.


Pengalaman Buruk Beli Buku Di Gramedia Online

Nah begitu melihat ada di situsnya gramedia, saya pikir coba pesan yang ini dulu deh. Karena ini kan nilainya ngga seberapa, yah ibaratnya ini testing dulu beli di gramedia online. Kalau memang pelayanannya bagus dan tidak ada masalah, saya tentunya akan jadi pelanggan tetapnya gramedia online.

Lalu saya pesanlah komik Kungfu Boy ini, karena kebetulan ada tiga edisi yang ternyata sudah terbit dan saya belum sempat membacanya. Oh iya untuk kita bisa memesan di situs gramedia, kita harus menjadi membernya terlebih dahulu. Mendaftar jadi member di situs gramedia itu mudah kok, seperti kita mendaftar jadi member facebook aja.

Saya kemudian mendaftar jadi member, baru kemudian saya pesan deh komik Kungfu Boy 3 edisi ini. Setelah saya pesan dan membayar menggunakan CIMB Clicks saya mendapatkan e-mail pemberitahuan akan pesanan saya. Kita bisa lihat e-mailnya di bawah ini saya skrinsutkan,

Email Pesanan Di Situs Gramedia

Kemudian beberapa hari kemudian ada lagi e-mail masuk ke inbox saya, seperti ini terlihatnya,

Email Keterlambatan Pengiriman

Nah lho, biasanya kalau saya memesan secara online ngga lama deh prosesnya, apalagi belakangan baru ada pemberitahuan seperti ini. Sebagai perbandingan misalnya saya berbelanja di Bhinneka.com, mereka selalu cepat pelayanannya, dan ada satu ketika koneksi internet saya bermasalah ketika lagi proses membayar, dan saya kabari pihak Bhinneka, dan pihak Bhinneka langsung memprosesnya dengan segera dan kemudian mengabari saya dengan menelpon saya, bahwa sudah diproses.

Tapi ya sudah, saya tunggu saja, yang penting kan barangnya sampai tho? Ngga papa lah menunggu beberapa hari lagi. Ngga masalah buat saya.


Ternyata Bukunya Salah Kirim!

Dua hari kemudian bukunya sampai, saya senang sekali akhirnya komik Kungfu Boy pesanan saya sampai juga. Tapi begitu saya buka, saya menyadari ada yang salah nih. Apa yang salah?? Edisinya yang salah! Yang dikirim itu adalah komik Kungfu Boy no.15, 16 dan 18. Sementara kalau kita lihat dari skrinsut pesanan saya di email paling atas saya, tertera bahwa saya memesannya itu komik Kungfu Boy no.16, 17 dan no. 18.

Kita lihat ya salah kirim tersebut pada gambar di bawah ini,



Pengalaman Buruk Beli Buku Di Gramedia Online 01

Jujur saya langsung kecewa melihatnya! Yang tadinya saya senang karena saya akan segera bisa mengikuti kelanjutan dari komik Kungfu Boy yang sudah lama saya nantikan, eh ini malah pake salah kirim edisi gini! Huhuhu..

Komik Kungfu Boy yang no.15 mah saya sudah punya! Justru yang saya belum baca itu yang no.16, 17 dan nomor 18.

Pengalaman Buruk Beli Buku Di Gramedia Online 02

Kesal ngga sih rasanya? Lalu saya berpikir, kalau saya complain, terus mereka boleh menukar, bakalan jadi masalah lagi, kenapa? Karena akan menyita waktu saya, untuk packing lagi edisi no.15, kemudian berangkat ke TIKI untuk kirim balik lagi, dan kemudian menunggu lagi edisi yang no.17 dikirimkan.


Komplain Ke Gramedia

Lalu saya memutuskan untuk meng-email gramedia mengenai hal ini, tapi sebelumnya saya coba menelpon no telpon gramedia yang tertera di email mereka. Dan ternyata tidak ada yang mengangkat telponnya! Lalu saya e-mail saja ke mereka mengenai salah kirim ini. Dan sampai sekarang saya belum mendapatkan balasan dari mereka.

Mungkin hari Senin nanti mereka akan merespons saya, tapi setelah saya e-mail melakukan complain, ada e-mail keterangan yang menyebutkan seperti terlihat pada skrinsut gambar di bawah ini,

Salah Kirim Gramedia

Karena saya mengemail pada hari Jumat ketika barangnya sampai. Jadi ketika barangnya sampai (sekitar 7 hari barangnya sampai), saya buka dan menemukan bahwa salah kirim, saya langsung hari itu juga e-mail complain ke gramedia. Mungkin hari Senin mereka akan melayani dan menjawab e-mail complain saya.

Apa yang akan mereka lakukan ya nanti? Apakah saya akan disuruh mengembalikan edisi no.15 ke mereka lalu mereka akan mengirimkan edisi no.17 ke saya? Saya pikir kalau solusinya adalah saya mengirimkan balik edisi no.15 ke mereka kemudian menunggu mereka mengirimkan edisi no.17 ke saya lagi maka akan sangat memakan waktu untuk saya.

Karena saya harus mempacking lagi edisi no.15 dan ini tentunya akan makan waktu untuk saya untuk mempacking kemudian berangkat ke TIKI untuk mengirimkan ulang. Setidaknya ini akan memakan waktu minimal 1 jam. Tentunya ini menjadi faktor yang cukup menyulitkan konsumen kalau menurut saya, karena kesalahan mereka.


Pelajaran Yang Bisa Diambil

Dari hal ini pelajaran yang bisa saya ambil adalah saya ngga mau lagi beli buku secara online lewat situsnya gramedia! Ogah! Masih untung ini nilainya belum seberapa, gimana kalau saya kemarin itu sudah memesan buku yang harganya ratusan ribu hingga jutaan? Dan kemudian terjadi salah kirim seperti ini? Dan ternyata ketika saya browsing ngga saya saja yang mengalami hal seperti ini. Ada juga yang posting lewat kaskus yang bisa DIBACA DISINI.

Kalau menurut saya langkah yang sebaiknya diambil gramedia dalam hal ini adalah mengirimkan saja edisi no.17 tanpa saya harus mengembalikan edisi no.15 karena dengan saya harus mengembalikan lagi edisi no.15 ke mereka ini akan menjadi merepotkan konsumen. Kalau saja mereka lebih teliti dari awal, toh kondisi ini tidak perlu terjadi kan? Dengan mengirimkan edisi no.17 dan tanpa saya harus mengirimkan kembali edisi no.15 itu sebagai permintaan maaf mereka karena mereka sudah merepotkan konsumen untuk kesalahan yang mereka perbuat.

Toh nilainya juga kecil kan? Tapi walaupun misalnya nilainya tidak kecil juga kan itu kesalahan mereka, dan mereka sebaiknya berani untuk mengakui kesalahan mereka dan kemudian memperbaiki diri mereka dari keadaan ini. Kalau mereka bisa lakukan itu, saya yakin gramedia online ini akan jadi besar dan bisa menguasai di Indonesia, karena pelayanan mereka yang bagus.

Tapi kalau mereka tidak lakukan, ya berarti untuk pasar online gramedia tidak akan bisa menguasai. Karena yang jelas untuk pembeli yang sudah merasa dirugikan tentunya akan berpikir dua kali untuk membeli buku secara online di gramedia. Mereka tentunya masih lebih berpikir, kalau gini sih mendingan beli bukunya secara offline aja, datang langsung ke tokonya dan beli disitu deh, ngga bakalan terjadi salah kirim seperti ini tentunya.


Lebih Baik Beli Buku Secara Offline

Dan saya pun akhirnya memutuskan ketimbang menunggu jawaban dari mereka, entah mungkin mereka meminta saya mengirimkan kembali edisi yang mereka salah kirim ke saya, dan kemudian mereka akan mengirimkan edisi yang saya pesan, saya pikir mendingan saya beli offline aja. Kelamaan!

Kebetulan memang saya perlu untuk membeli buku, ada buku yang perlu saya beli. Jadi saya putuskan untuk berangkat ke gramedia dan membeli buku secara offline, sekalian cari edisi komik Kungfu Boy edisi no.17. Dan di gramedia Kelapa Gading, ternyata saya temukan edisi no.16, 17 dan 18-nya berlimpah ruah tuh ternyata.



Pengalaman Buruk Beli Buku Di Gramedia Online


Kemudian saya jadi berpikir, di e-mail mereka, mereka menyatakan, "Saat ini pesanan anda sedang kami proses. Namun ada produk yang harus kami carikan di gudang supplier sehingga membutuhkan waktu tambahan untuk penyiapannya. Mohon maaf atas keterlambatan yang terjadi." Ada produk yang harus kami carikan di gudang supplier? Ini di toko buku ini banyak banget edisinya!

Berarti mungkin yang ada di gudang dengan yang ada di toko buku itu berbeda kali ya? Sampai mereka harus mencari seperti itu. Ah entahlah! Yang jelas, dari pengalaman buruk beli buku di gramedia online ini saya ngga akan mau lagi beli buku secara online di gramedia.


Update terbaru:

Sampai tiga bulan kemudian e-mail keluhan saya ke pihak gramedia online ternyata TIDAK DIBALAS sama sekali. Wah kok gitu ya? Sayang ya sama sekali tidak ada perhatian dari pihak gramedia online mengenai kesalahan kirim edisi dari mereka ini. Ya sudahlah, untung cuma segitu nilainya, masih beruntung kemarin ngga jadi beli buku yang harganya lebih mahal, kan sayang ya kalau terjadi juga salah kirim. Ya sudahlah, diambil hikmahnya aja kalau untuk saya sih, berarti ke depannya saya tidak akan membeli lagi secara online melalui gramedia online. Kesimpulannya ternyata masih jauh lebih baik kalau kita membeli secara offline, datang, lihat dan beli langsung aja. Itu yang terbaik sepertinya.


Baca juga:
  1. Belanja Online Di Indomaret
  2. Pengalaman Makan Di Hoka Hoka Bento
  3. Pengalaman Makan Di Yoshinoya

Friday, April 15, 2016

Shortcut Untuk Lambang Akar Di Notepad

Blog Iman Prabawa - Tulisan mengenai shortcut untuk lambang akar di notepad ini juga merupakan tulisan untuk saya sendiri, jadi ketika saya butuh untuk menulis akar untuk suatu bilangan saya ngga perlu search google dan ribet-tibet lagi membaca artikel yang ada. Mendingan langsung baca blog saya sendiri aja. Kalau teman-teman ada yang kebetulan juga membutuhkan shortcut ini juga semoga bisa bermanfaat untuk teman-teman yang lainnya.

Shortcut Untuk Lambang Akar Di Notepad

Jadi kalau kita ingin mengetikkan seperti yang ada di dalam tanda kurung ini (√) itu shortcut di keyboardnya adalah,

Alt + 251

Nah begitu kita tekan Alt kemudian sembari kita menekan tombol Alt tersebut jari kita mengetikkan angka 251 dan kemudian tombol Alt-nya tinggal kita lepas dan lalu jadinya tanda akar seperti ini (√).

Kira-kira seperti itu ya teman-teman, semoga sharing saya ini juga bisa bermanfaat untuk teman-teman yang memang lagi mencari, selain memang untuk saya sendiri. Wassala dan sampai jumpa. Oh iya ada link yang bagus mengenai shortcut, tinggal KLIK DISINI aja.


Baca juga:
  1. Shortcut Plus Minus Di Notepad
  2. Shortcut Dash Atau Tanda Pisah Di Notepad
  3. Shortcut Superscript 2 Di Notepad

Shortcut Plus Minus Di Notepad

Blog Iman Prabawa - Nah tulisan kali ini mengenai shortcut plus minus di notepad juga untuk saya sendiri biar saya tidak lupa dan tidak perlu repot mencari dan search google ketika saya membutuhkannya ketika saya lagi mengetik tentunya. Kalau ternyata ada teman-teman yang lain yang kebetulan lagi mencari juga semoga bisa bermanfaat sharing dari saya ini untuk pengingat kepada diri saya sendiri sih tujuannya.


Shortcut Plus Minus Di Notepad

Nah kalau kita ingin membuat tulisan (±), atau tulisan plus minus seperti itu maka shortcut yang perlu kita pencet adalah

Alt + 241

Jadi itu tinggal menekan Alt, Alt-nya ditekan terus sementara kita menekan angka 241 secara berurutan, dan ketika kita lepas Alt-nya maka kita akan langsung mendapatkan tanda plus minus seperti ini (±).

Kira-kira seperti itu ya sharing dari saya dan juga sebagai pengingat saya juga mengenai shortcut plus minus di notepad. Semoga bisa bermanfaat juga untuk teman-teman yang lain. Wassalam.



Baca juga:
  1. Shortcut Dash Atau Tanda Pisah Di Notepad
  2. Shortcut Superscript 2 Di Notepad
  3. Cara Membuat Drop Cap Di Microsoft Word 2016

Shortcut Dash Atau Tanda Pisah Di Notepad

Blog Iman Prabawa - Yang ini shortcut dash atau tanda pisah di notepad sebenarnya sih untuk saya, biar ketika saya lupa tinggal melihat lagi aja di blog saya ini. Soalnya kalau saya lupa terus harus search lagi di google, kadang waktunya jadi lebih lama karena harus lihat satu per satu dulu dan menyortirnya, jadi saya tulis aja deh disini.

Shortcut Dash Atau Tanda Pisah

Untuk menulis tanda pisah atau dash seperti begini (—) itu kita tinggal mengetikkan seperti berikut di keyboard kita:

Alt + 0151

Dan setelah itu langsung deh kita bisa mendapatkan hasil tanda pisah seperti ini, (—). Seperti itu kira-kira dan sepertinya tulisan ini hendak saya sudahi sampai disini saja, karena memang pembahasannya cuma sedikit saja kok. Hanya untuk mengingatkan diri saya sendiri saja, karena tanda pisah atau dash ini termasuk sering saya gunakan ketika saya lagi mengetik.

Sekian dulu dan wassalam.


Baca juga:
  1. Shortcut Superscript 2 Di Notepad
  2. Cara Membuat Drop Cap Di Word 2016
  3. Tampilan Awal Word 2016

Sunday, April 3, 2016

Review Phone Holder Minoura iH-220-M

Blog Iman Prabawa - Kali ini saya ingin membuat review phone holder Minoura ih-220-M, karena kebetulan saya baru saja membeli produk ini. Mungkin ada juga teman-teman yang lagi mencari barang untuk menggenggam handphone dengan baik di sepedanya, saya hanya memberikan review berdasarkan pengalaman saya aja.

Sebelum membeli Minoura iH-220-M ini saya mencari review di internet mengenai produk ini, dan saya temukan salah satunya di website ini. Disitu dia menjelaskan dengan sangat bagus sekali mengenai produk ini, dan kemudian saya juga mencari videonya mengenai Minoura iH-220-M ini tapi saya tidak ketemu video yang berbahasa Inggris, saya hanya menemukan video yang berbahasa Korea dan sayangnya saya tidak mengerti bahasa Korea sama sekali. Maka dari itu saya pikir saya buat lah video dan sedikit ulasan mengenai produk ini berdasarkan pengalaman saya, siapa tahu hal ini bisa membantu teman-teman yang lain yang lagi mencari produk seperti ini.



Butuh Phone Holder Untuk Sepeda Saya

Saat ini saya lagi suka naik sepeda, dan sekarang saya lagi mengambil kuliah lagi dan saya beberapa kali naik sepeda ke kampus saya. Dan disitu saya mulai merasakan kebutuhan phone holder di sepeda saya, karena saya kadang menggunakan aplikasi Waze dan agak repot kalau misalnya menggunakan aplikasi Waze kemudian kita pegang di tangan kiri kita, yang ada malah ngga konsen mengemudikan sepedanya.

Maka dari itu saya pikir saya butuh nih phone holder, dan kemudian saya browsing dan mencari phone holder apa yang cocok. Sempat ke ACE Hardware dan melihat ada phone holder, ternyata ketika saya mau coba, phone holdernya kekecilan, sehingga tidak bisa juga saya gunakan untuk handphone saya. Untung saat itu saya belum sempat membelinya. Berbekal pengalaman itu maka saya browsing di internet dan saya pikir saya harus mencobanya. Karena kalau tidak dicoba bisa saja terjadi seperti yang hendak saya beli di ACE Hardware tersebut, yang ternyata kekecilan dan tidak muat untuk handphone saya. Saya menggunakan handphone Asus Zenfone 5.

Saya browsing dan melihat ada di tokopedia, tapi kemudian saya agak takut kekecilan juga, karena beli online mikirnya nanti begitu sampai dan ternyata kekecilan, udah deh yang ada buang uang doang. Iya kalau boleh ditukar, dan kalau pun boleh ditukar kan kita harus packing lagi. Ah ribet ini mah! Sepertinya memang harus beli secara offline kalau begitu sehingga bisa dicoba dulu, apakah bisa masuk dengan baik di handphone saya atau tidak.

Kemudian setelah saya browsing saya menemukan beberapa pilihan, ada yang ada di Mal Kelapa Gading, di toko Wellcomm shop, saya sempat datangi ke sana dan ternyata kegedean produk yang ada disitu untuk handphone saya, lalu kemudian saya melihat di toko onlinenya Roda Link ada jual phone holder, karena masih satu daerah saya datangi lah toko Roda Link.

Disitu saya mendapati ada dua pilihan, yang pertama itu Minoura yang akan saya ulas, dan yang kedua saya melihat ada mereknya Top Peak, saya cukup tertarik dengan Top Peak ini karena jauh lebih simple ketimbang Minoura iH-220-M ini tapi setelah saya coba pasang, malah susah dikeluarin handphone saya. Saya pikir wah ini ngga cocok dengan apa yang saya cari, ada lapisan pelindung jadi kalau hujan handphone saya ngga kenapa-kenapa, tapi saya pikir saya ngga butuh yang seperti itu karena kalau kondisi hujan sudah pasti saya juga akan meneduh dan ngga akan naik sepeda hujan-hujanan juga sih.

Akhirnya setelah mencoba pilihan saya jatuh kepada Minoura iH-220-M ini.

Minoura iH-220-M Phone Holder

Nah kita lihat langsung aja penampakan dusnya pada gambar di bawah ini,

Dus Minoura iH-220-M

Phone holder Minoura iH-220-M ini compatible untuk digunakan untuk iPhone 6.

Dus Minoura iH-220-M Dari Samping

Dan yang cukup menjadi pertimbangan saya untuk mencoba membeli phone holder ini adalah karena ini masih Made In Japan dan bukan Made In China.

Minoura iH-220-M Made In Japan

Sekarang ini sepertinya apa pun barang yang dijual kebanyakan Made In China,dan begitu melihat ada tulisan Made In Japan, saya langsung penasaran karena biasanya barang-barang yang Made In Japan itu secara kualitas bagus.

Kelengkapan Minoura iH-220-M

Nah kita lihat langsung yuk kelengkapan, begitu kita buka dusnya itu apa yang akan kita dapati,



Kelengkapan Minoura iH-220-M

Kita akan mendapati holder phonenya, dan kemudian pengait untuk di stang sepedanya.Yang tentunya harus kita sambungkan dengan baik dulu, dan ada dua cara instalasi dari Minoura iH-220-M untuk kita pasang di stang kita. Di dalam dusnya disertakan dua buah kunci L, jadi kita ngga perlu beli kunci L lagi untuk bisa memasang Minoura phone holder ini.

Kemudian ada tambahan pegangan kalau misalnya ternyata kurang panjang atau kurang bisa memegang dengan baik dan juga di bagian kiri kanan yang menjepit handphone kita juga ada tambahan dua buah. Ini bisa kita gunakan kalau misalnya handphone kita ternyata cukup tebal.

Memasang Minoura iH-220-M

Pada awalnya saya akui memasang  Minoura iH-220-M cukup membingungkan. Ada buku manualnya yang disertakan di dalam dus, hanya kertas selembar sih buku manualnya itu. Ada yang bahasa Inggris dan ada yang bahasa Jepang, kalau teman-teman jago bahasa Jepang tentunya membaca yang bahasa Jepang lebih jelas kali ya karena memang kan pembuatnya dari negara Jepang.

Untuk membuka dan melebarkan dari pegangan handphonenya kita perlu tarik bagian yang merah seperti terlihat pada gambar di bawah ini,

Untuk Melepas Pegangan Minoura iH-220-M

Kemudian untuk menghubungkan penjepit untuk di stand kita dengan phone holdernya, kita tinggal menghubungkannya dengan batu seperti terlihat pada gambar di bawah ini,

Memasukkan Baut Ke Minoura iH-220-M

Untuk detailnya teman-teman bisa menonton video saya di bawah ini, disitu mungkin akan lebih jelas, tapi maaf kalau sudut videonya agak sedikit aneh dan ada bagian yang ngga kesorot karena saya menggunakan tripod dan membuat videonya sendirian, jadi mengira-ngira aja, bagian ini kena sorot ngga ya, semoga kena. Gitu sih. Saya sudah pake latihan dulu awalnya tapi ketika dishoot kok tetap ada bagian yang kurang kesorot. Mohon maaf ya, walau sudah berusaha. :-)




Kalau sudah dihubungkan antara phone holder dengan yang akan dipasang di stand maka kita bisa lihat bagian belakangnya seperti terlihat pada gambar di bawah ini,

Bagian Belakang Minoura iH-220-M

Dan pengait untuk di stangnya bisa kita lihat pada gambar di bawah ini sebelum kita hubungkan antara phone holdernya dengan pengait di stang sepedanya.

Instalasi 2 Minoura iH-220-M

Jadi nanti kita bisa memasang ini dengan dua cara. Cara yang pertama hasilnya terlihat seperti di bawah ini,

Cara Instalasi 1 Minoura iH-220-M

Sementara cara pemasangan yang kedua, bisa kita lihat pada gambar di bawah ini,

Cara Instalasi 2 Minoura iH-220-M

Seperti itu kira-kira teman-teman, jadi teman-teman bisa punya dua pilihan di dalam memasang Minoura iH-220-M ini.

Kondisi Terpasang Di Sepeda

Nah sekarang kita lihat nih kondisi terpasang di sepedanya seperti apa. Kita lihat pertama pada gambar di bawah ini,

Minoura iH-220-M di Sepeda

Kemudian kita bisa lihat posisi pengaitnya di stang sepedanya, lebih jelas pada gambar di bawah ini,



Minoura iH-220-M Terpasang Di Stand Sepeda

Kemudian gambar yang ini kita lihat dari posisi atas ketika kita posisi sedang menaiki sepeda,

Minoura iH-220-M terpasang di sepeda

Seperti itu kira-kira teman-teman.

Kesimpulan Review Phone Holder Minoura iH-220-M

Di review yang saya sertakan linknya di bagian atas saya setuju dengan isi review tersebut yang mengatakan bahwa ini kokoh dan benar-benar menjepit handphone kita dengan baik, walau saya belum gunakan untuk berkendara di sepeda. Tapi yang saya perhatikan memang kokoh sekali sih. Besinya dan bautnya juga menggunakan yang bagus yang ngga mudah slip atau rusak.

Kekurangannya yang saya rasakan sejauh ini adalah cukup rumit saja untuk memasangnya, dan kalau kita hendak mencabut dari sepeda, kita harus cabut juga sama penjepit di stangnya. Ada beberapa produk yang saya temui yang penjepitnya bisa dibiarkan di sepedanya, sementara ini kalau kita hendak lepas kita harus bawa-bawa kunci L bersama-sama dengan kita.

Harganya kemarin saya beli di outlet Roda Link Kelapa Gading itu adalah Rp 348.000,- untuk Minoura iH-220-M ini. Cukup worth it kalau menurut saya produk ini. Sekian dulu kalau begitu ya review phone holder Minoura iH-220-M ini dari saya. Semoga bisa bermanfaat untuk teman-teman yang lagi mencari phone holder untuk sepedanya. Oh iya untuk detail spesifikasi dari Minoura iH-220-M ini bisa dilihat di websitenya langsung disini.

Closed Caption video saya :
Halo teman-teman, ketemu lagi dengan saya Iman Prabawa. Nah kali ini saya mau review phone holder buat sepeda. Ini produknya adalah Minoura iH-220-M. Ini kebetulan saya baru aja beli, terus ini yang sudah saya pasang di handphone, handphone saya Asus Zenfone 5. Tuh seperti ini, nanti tinggal dipasangin di sepedanya. Nah nanti saya akan lebih detail menjelaskan mengenai gimana sih cara memasang ini, karena ini termasuk rumit banget. Ini produk ini bagus kalau menurut saya, saya sebelum membeli ini, saya membaca review-review di internet terus mendapatkan review yang dia bilang produk ini bagus karena kokoh sekali. Ketika saya beli dan saya coba memang kokoh sekali, cuma kekurangannya adalah agak cukup sedikit ribet kita memasangnya kalau memang baru benar-benar dari nol.

Tapi kalau sudah mengerti oh cuma gitu-gitu aja. Cuma awalnya tadi saya dengan petugas tokonya itu eh ini diapain sih, ini gimana sih. Untungnya di dalam sini ada buku manualnya, selembar sih, kertas manual tapi setidak-tidaknya itu sangat menolong sekali daripada ngga ada. Nah kalau begitu kita langsung saja lihat gimana saya sharing mengenai cara memasang ini nih.

Nah kalau kita lihat di dalamnya, kalau kita buka. Ini kita buka, ini akan ada seperti ini nih. Buat naruh si handphonenya kemudian ini ada ininya juga. Ada ini untuk mengganti ininya nih, kalau misalnya kekecilan dan kurang gede, bisa diganti. Cara menggantinya adalah si merah ini kita tinggal sekrupkan begini terus diputar, plek nanti dia kecabut terus kita tinggal ganti. Nah kita lihat dulu dari ininya ya. Ini buat dipasang di stang sepeda. Nah kita lihat ininya dulu. Tadi saya sedikit susah, ribet dengan petugas tokonya, ini gimana sih. Gitu kan.



Pertama, ini kan ini ngga masuk kalau gini. Ternyata kita bisa buka nih, disini Minoura Made In Japan, kita tinggal gini aja tarik. Tuh dia kebuka gitu, nah kemudian ininya ini kita bisa naik turunkan. Untuk awal kalau misalnya baru beli banget, ini biasanya agak sedikit keras. Didorong aja, pertama-tama agak sedikit keras. Nah kemudian ini ada tambahan satu lagi, kalau misalnya memang kurang besar, saya sendiri tadi mengganti begini. Kalau mengganti ininya gampang, tinggal kita ganti aja disini, tapi kita coba yang ini dulu ya.

Nah ini kita longgarkan, kita longgarkan, kita pasang begitu. Sudah terpasang begitu tinggal kita tinggal begini, nah udah deh. Semudah itu sebenarnya. Baru kemudian masang di, nah ini juga mesti diginiin, diklikin gitu. Udah dia kokoh, udah kemudian kita tinggal masang. Tapi saya mau mengganti ini dulu sekalian. Ini kalau kita mau lepas tinggal kita beginiin saja. Tuh, okey. Saya mau ganti ininya dengan yang lebih gede, nah ini kita buka.

Darisananya disediakan kunci L dua biji sama ini, ini pasti kepake. Nah kalau mau ganti perlu punya apa, ini apa sih, obeng kembang. Nah kemudian kita lihat cabut begini, ini kita taruh begini kemudian kita pasang begini, masukkan kesitu sudah masuk baru kemudian kita pasang lagi bautnya. Puter deh.

Nah ini ada dua macam cara memasangnya kalau kita lihat disini. Ada seperti ini dan ada seperti ini, nanti teman-teman kalau mau melihat hasil jadinya, langsung saja di blog saya ya karena nanti ini akan saya fotokan. Kita akan coba yang ini dulu, yang ini tadi saya udah, jadi ini yuk. Untuk yang ini kita tinggal pasangnya gini nih. Ini ngga kepake karena untuk handphone saya pas banget, pas ini, jadi ini ngga kepake, ini juga untuk mengganjal, kalau kurang ini kita bisa ganjal. Yang kita akan kepake itu adalah ini, jadi dia begini, nah gini, terus kemudian kita akan masukkan ke sini.

Okey udah kemudian tinggal dikencangin aja pake kunci L yang disediakan. Ini besinya bagus nih. Okey kemudian nah ini nih, ini kita masukkin ke sini nih, ini buku manualnya cuma selembar, ada yang bahasa Inggris dan ada yang bahasa Jepang. Kalau jago bahasa Jepang tinggal yang bahasa Jepang aja. Oh iya ini kita masukkan ke belakangnya. Nah kita bisa mengatur sudut-sudutnya itu, nantinya dari sini juga nih. Nah ini kita masukkan kita pasang begitu, sudah terpasang begini, baru kemudian kita masukkan begini, koneksikan, baru kemudian gunakan lagi si kunci L.

Nah sudah deh terpasang. Terpasang begini, baru kemudian kita pasang deh. Ini nanti tinggal dimasukkan ke ininya nih. Ini misalnya katakanlah ini stangnya, tinggal kita pasang aja gitu, plek. Plek gitu, jadi deh. Nah kemudian ini gini. Gitu dan kemudian kita tinggal jepit aja tuh, tuh sudah terjepit dan sudah jadi. Terpasang kita tinggal pasang aja mau gimana. Nah ini untuk ngendorin segala macamnya disini nih kalau kurang gede. Terngantung stangnya, kalau stangnya gede banget ini tinggal dikendorin darisininya sehingga nanti ininya bisa ngejepit dengan bagus.

Terus jangan lupa bagian ininya di sepertiitukan. Sudah, tuh kencang kan? Tuh ini termasuk kokoh lho, tuh ini termasuk kokoh. Tuh, gitu kira-kira teman-teman. Kalau teman-teman ingin lebih detail mengenai tutorial saya ini dan sedikit review dari sana mengenai Minoura iH-220-M ini masih Made In Japan, jadi saya rasain saya puas beli ini. Nanti teman-teman tinggal masuk aja, ke link di bagian deskripsi dari video ini ada saya buat link dimana saya buat artikel di blog saya. Jadi teman-teman bisa melihat seperti apa sih terpasangnya di sepeda, jadi teman-teman bisa lebih lihat lebih detail lagi. Kalau begitu sampai ketemu lagi, dan jangan lupa SUBSCRIBE. Wassalam!
Update terbaru lagi barusan saya mencoba selama satu jam naik sepeda dengan menggunakan phone holder Minoura iH-220-M di jalan raya dan juga jalan yang ngga terlalu bagus, dan holder ini benar-benar stabil menjaga handphone saya. Handphone saya ngga jatuh dan ngga kenapa-kenapa di jalanan raya dan jalanan yang cukup ngga rata, jadi worth it sekali nih beli phone holder Minoura iH-220-M ini.


Baca juga :
  1. Review USB Microphone Samson Go Mic
  2. Tips Merekam Audio Untuk Podcast
  3. Shortcut Superscript 2 Di Notepad