Friday, April 14, 2017

Jual Gitar Akustik Murah di Jakarta

Blog Iman Prabawa(Sudah Terjual!) Halo teman-teman semuanya, kali ini saya mau jual gitar akustik punya saya yang kemarin belum lama ini baru saja saya beli. Alasan saya menjual gitar ini karena saya sudah jarang menggunakannya, tadinya sih memang ingin saya mainkan, tapi lama kelamaan makin ngga sempat memainkan gitar ini, maka dari itu saya pikir mendingan saya jual saja gitar ini, siapa tahu teman-teman memang ada yang membutuhkan gitar ini.

Jual Gitar Akustik Murah

(Sudah Terjual!) Merek gitar ini adalah Galena, kita langsung lihat saja yuk penampakan gitar ini di bawah ini. Kebetulan foto ini baru saja saya ambil sebelum saya membuat postingan ini, jadi foto ini adalah foto terbaru kondisi gitar ini.



Gitar Galena 02

Lalu kita bisa lihat lagi pada foto berikut ini,

Gitar Galena 02

Nah mereknya kita bisa lihat pada foto di bawah ini,

Gitar Galena 03

Kita lihat lagi foto berikutnya,

Gitar Galena 05

Kita lihat lagi foto berikutnya,

Gitar Galena 04

Untuk tampak dari belakangnya kita bisa lihat pada foto berikut ini,

Gitar Galena 010

Juga foto ini,

Gitar Galena 06

Juga foto ini,



Gitar Galena 07

Juga foto ini,

Gitar Galena 08

Juga foto ini,

Gitar Galena 09

Saya kasih tambahan bonus pickguard, yang kalau dipasang akan terlihat seperti gambar di bawah ini. Tapi gambar ini belum saya pasang, hanya saya tempel begitu saja di gitarnya. Yuk kita lihat,

Gitar Galena 011

Juga pada foto yang ini,

Gitar Galena 012

Teman-teman akan mendapatkan softcase atau sarung untuk membawa gitar ini. Softcase atau sarung gitarnya bisa kita lihat pada gambar di bawah ini,

Gitar Galena 013

Gitar ini ngga ada EQ-nya seperti bisa kita lihat pada gambar di bawah ini,



Gitar Galena 014

Dan pada foto yang ini,

Gitar Galena 015

(Sudah Terjual!) Jadi gitar ini adalah murni gitar akustik, bukan akustik elektrik ya, karena ngga ada EQ-nya. Untuk senar gitarnya sudah saya ganti dengan senar gitar Elixir 0.11,


(Sudah Terjual!) Jadi soundnya sudah lebih mantap pastinya, karena kalau teman-teman lihat harga senar gitar elixirnya saja sudah lumayan lho, untuk harga senar gitarnya teman-teman mungkin bisa melihatnya DISINI. Nah lumayan kan harga senar gitarnya saja? Maka dari itu soundnya juga sudah menjadi asik banget ini gitar.

Sample Sound Gitar Yang Saya Jual

(Sudah Terjual!) Gitar ini pernah saya gunakan untuk iseng-iseng merekam suara keponakan saya, dia bernyanyi dengan diiringi oleh teman saya, Erick dengan menggunakan gitar ini. Kita tonton saja yuk pada video di bawah ini,


(Sudah Terjual!) Lalu kalau teman-teman mau mendengar hanya gitarnya saja, teman-teman bisa menonton video yang satu ini,


Asik kan sound gitarnya? Karena saya sudah jarang mainkan gitar ini, jadinya saya pikir saya jual saja, pastinya ada teman-teman yang lebih membutuhkannya ketimbang saya.

Harga Gitar Akustik

(Sudah Terjual!) Berapa harga gitar akustik ini? Saya mau jual gitar akustik ini di 1 juta ya, silakan aja kalau teman-teman berminat bisa menghubungi saya di nomor 0838-7256-5714 (WA). Nomor itu juga ada Whatsapp-nya ya, jadi kalau teman-teman berminat bisa menghubungi saya melalui WA-nya disitu, atau langsung telpon saya juga boleh.



Saya tidak kirim-kirim ya, karena saya malas packing-packingnya, ribet aja. Saya juga ngga bisa COD-an di tempat lain selain di tempat saya. Jadi buat teman-teman yang berminat, silakan bisa janjian untuk datang ke tempat saya, di alamat:

Jl. Cempaka Putih Tengah 27D no.11
Jakarta Pusat, DKI Jakarta

Kita ketemu di rumah saya, janjian dulu sebelum datang kesini. Silakan dites gitarnya disini, dan lihat langsung gitarnya disini, kalau memang suka ya tinggal kemudian dibayarin dan dibawa pulang saja.

Buat yang di luar Jakarta mohon maaf ya, karena saya malas packing-packing gitarnya, dan kirim-kirim sepertinya memang buat yang berada di Jakarta dan sekitarnya saja yang mau mampir ke rumah saya dan tes langsung gitar ini.

Okey, kalau begitu saya sudahi dulu ya artikel jual gitar akustik murah di Jakarta ini. Yang berminat silakan langsung hubungi saya yaaa..


Baca juga:
  1. Jual Microphone Shure PG81
  2. Jual Microphone Shure SM57
  3. Jual Microphone AKG D-112

Monday, April 3, 2017

Seni Di Dalam Mengajar

Blog Iman Prabawa - Sudah cukup lama juga saya tidak ngeblog, nah sekarang  karena kemarin saya baru saja nonton videonya Mike Johnston yang dia berbicara di salah satu event TEDx, ini saya embedkan saja ya videonya di bawah ini,


Hal yang disampaikan oleh Mike Johnston di video tersebut menurut saya sangat bagus, dan karena saya juga berada di dunia pengajaran juga seperti dia, maka saya bisa nyambung sekali dengan apa yang dia bicarakan di video tersebut.

Kemampuan Mengajar Yang Baik Merupakan Bakat

Di video tersebut dia menjelaskan bahwa ternyata kemampuan seseorang di dalam mengajar dengan cara yang mudah untuk dimengerti dan dengan cara yang disukai oleh murid-muridnya merupakan sebuah bakat. Kita tidak pernah berpikir mengenai hal itu. Di video itu dia mencontohkan, kalau misalnya ada seorang anak umur 9 tahun yang bisa memainkan bola basket dan kemudian melakukan slam dunk dengan luar biasa, maka kita akan langsung mengatakan bahwa anak tersebut sangat berbakat di bidang olahraga.



Atau begitu juga kalau kita melihat seorang anak umur 9 tahun yang bisa memainkan drum dengan luar biasa baik sekali seperti seorang master drummer, maka kita akan langsung mengecap bahwa anak tersebut berbakat.

Tapi kita tidak pernah mengecap seorang anak berbakat di dalam mengajar ketika anak tersebut di kelas, sanggup untuk menjelaskan ke anak-anak lain dengan cara yang mudah untuk dimengerti ketika anak-anak di kelas pada tidak mengerti dengan apa yang disampaikan oleh gurunya.

Sekarang saya kuliah lagi, mengambil jurusan Sastra Jepang, dan saat saya kuliah lagi di umur saya yang sekarang saya melihat hal baru. Saya baru sadar bahwa dosen yang mempunyai kemampuan menyampaikan dengan cara yang mudah untuk dimengerti itu ternyata SANGAT SEDIKIT jumlahnya! Dan yang saya perhatikan banyak dari mereka yang tidak peduli dengan cara mereka mengajar, dan yang saya perhatikan bahwa dosen-dosen yang punya kemampuan mengajar dengan baik adalah dosen-dosen yang terlihat senang di dalam mengajar.

Ketika mereka mengajar mereka terlihat bergairah dan terlihat menyenangkan, seperti misalnya kita lagi melakukan sesuatu yang kita senangi. Kalau kita melakukan sesuatu yang kita senangi tentunya kita akan melakukannya dengan hati yang senang yang kemudian hal ini akan terpancar di muka kita tentunya. Kita akan terlihat senang dan berseri-seri ketika melakukannya. Nah hal ini yang saya perhatikan ada di wajah para dosen yang memang punya kemampuan mengajar yang bagus.

Seni Di Dalam Menyampaikan

Oleh karena itu Mike Johnston menyatakan di dalam videonya, bahwa mengajar itu merupakan seni. Dan saya benar-benar relate dengan apa yang disampaikan oleh Mike Johnston di dalam videonya tersebut karena apa yang dia lakukan ternyata selama ini juga saya lakukan tanpa saya sadari. Ketika saya mengajar drum, dan menemukan bahwa murid saya tidak bisa mengerti apa yang saya sampaikan, maka kemudian yang terjadi adalah hal tersebut menjadi hal yang saya pikirkan terus menerus. "Kenapa ya dia tidak bisa mengerti?? Apa yang salah ya dalam cara saya menyampaikan??", hal ini yang terus terngiang-ngiang di kepala saya, dan minggu berikutnya ketika dia les lagi dengan saya, maka saya mencoba cara baru di dalam menyampaikan agar murid saya tersebut bisa mengerti apa yang saya sampaikan.

Kalau ternyata dia belum mengerti juga, maka kemudian saya akan kembali berpikir lagi, apanya yang salah ya? Dan hal itu terus saya ulang dan saya ulang, hingga akhirnya saya bisa menemukan cara untuk membuat anak tersebut bisa mengerti. Dan menurut pengalaman saya, setiap murid itu cara belajarnya itu berbeda, tidak bisa disamaratakan, sementara kalau belajar di bangku kuliah atau belajar di sekolahan, kita cenderung disamaratakan, cara mengajarnya sama untuk setiap murid di dalam satu kelas.

Kalau di dalam satu kelas ada 30 orang, menurut saya itu juga sudah terlalu banyak untuk sang gurunya bisa memperhatikan satu per satu muridnya dengan baik. Sehingga hal ini akan mempersulit di dalam penyampaian dan membuat satu per satu murid bisa mengerti apa yang disampaikan oleh guru tersebut.

Pengalaman Saya Mengajar

Pengalaman saya di dalam mengajar dimulai di dunia drum, dan mulai memasuki dunia youtube ketika ada salah satu teman saya yang berkata, "Man kenapa loe ngga ngajar lewat youtube aja? Loe buat video pengajaran tentang drum dan loe upload gih!".

Saat itu saya berpikir, siapa saya? Sok-sokan mau ngajarin orang, tapi kemudian saya coba renungkan juga, ah cobain ah iseng. Kemudian saya berpikir dan melihat bahwa setiap saya mengupload video saya bermain drum itu ngga pernah lebih dari 100 views. Maka dari itu saya juga tidak berpikir banyak ketika saya mengupload video saya di dalam mengajarkan mengenai drum.



Saya upload dan kemudian saya tinggalkan tanpa pernah melihat lagi berapa viewnya. Dan saya biarkan selama 2 bulan, dan ketika saya lihat lagi, saya pun kaget! Lho? Ada 3ribu views?? Eh ini banyak yang nonton! Dan darisitu saya mulai tekuni mengajar drum melalui youtube, dan darisitu pula kemudian saya baru sadar bahwa mengajar itu adalah satu hal yang saya sukai.

Setelah saya mengajar setahun melalui youtube, saya mulai mendapatkan banyak testimonial yang kemudian coba saya skrinsutkan untuk membangun rasa percaya diri saya, karena saya orangnya bukan orang yang mudah untuk punya rasa percaya diri.

Kemudian saya kumpulkan skrinsutnya dan saya buat artikelnya, yang teman-teman bisa baca semua skrinsutan dari orang-orang yang sudah merasa terbantu dan suka dengan gaya pengajaran saya di TESTIMONIAL IMAN PRABAWA ini.

Dari skrinsut yang saya terima, saya baca, dan saya simpulkan bahwa mereka menyukai cara saya di dalam mengajar dan cara saya di dalam menyampaikan, karena menurut mereka saya bisa menyampaikan dengan cara yang mudah untuk dimengerti.

Sekarang pun kalau ada yang mau les drum dengan saya, saya biasanya bertanya kepada mereka, kenapa sih mereka ingin les drum dengan saya? Dan jawaban yang biasanya saya dapatkan adalah karena mereka suka cara saya di dalam mengajar. Menurut mereka cara saya di dalam mengajar itu mudah untuk mereka pahami dan mudah untuk mereka mengerti.

Beda Pengajaran Di Kampus Dengan Di Tempat Les

Saya pun kemudian mulai berpikir dan mulai mengamati, ternyata memang ada perbedaan pengajaran antara di kampus, atau di sekolahan dengan pengajaran di tempat les. Di kampus memang kalau secara silabus lebih terstruktur yang saya rasakan, kampus punya kelebihan yang lebih detail di dalam silabusnya yang saya rasakan, tapi kemudian saya melihat kalau di tempat les yang jadi raja itu adalah sang murid, dimana kalau muridnya suka dengan gaya pengajaran di tempat les tersebut maka mereka baru akan mau mengeluarkan uangnya. Kalau mereka ternyata ngga suka, ya mereka sudah keluar begitu saja.

Tentunya hal ini menjadi pemacu untuk tempat les untuk selalu meningkatkan dirinya dan mencari cara yang menarik di dalam pengajaran agar mereka bisa menarik murid-murid yang banyak. Sementara kalau di kampus atau di sekolahan, yang saya perhatikan mereka para guru atau para dosennnya tidak terlalu memperhatikan hal tersebut, toh pasti anak muridnya harus belajar dengan mereka juga kan? Anak muridnya tidak punya pilihan lain.

Sehingga hal ini yang saya lihat menjadi kendala untuk kampus memperbaiki cara mengajarnya. Kalau muridnya jelek maka yang salah adalah muridnya, sementara kalau di tempat les kemungkinan cara berpikirnya kebalikannya. Saya sendiri selalu berpikir kalau muridnya tidak mengerti maka yang salah itu bukan muridnya melainkan saya! Sayanya yang salah di dalam menyampaikan sehingga murid saya tidak bisa mengerti apa yang saya sampaikan. Hal itu pula yang mendorong saya untuk terus berpikir dan mengembangkan cara pengajaran saya agar di kemudian hari bisa menjadi lebih baik dan lebih baik lagi, sehingga orang-orang yang belajar dengan saya tidak menemui kesulitan untuk memahami apa yang saya sampaikan dan juga bisa mencapai apa yang mereka kehendaki.

Sekarang karena saya fokusnya di bahasa, ke depannya saya akan mengajar bahasa Inggris dan bahasa Jepang, maka hal ini yang menjadi perhatian saya, gimana agar nantinya saya bisa menciptakan pengajaran bahasa Jepang dan pengajaran bahasa Inggris yang mudah untuk dimengerti oleh orang banyak.



Saya menemukan masih banyak celah sekali di dalam pengajaran bahasa Jepang. Karena kalau teman-teman yang sudah mulai belajar bahasa Jepang, saya sekarang mengalami kesulitan di dalam belajar bahasa Jepang dikarenakan kalau kita ingin belajar bahasa Jepang masih minim sekali buku-buku berbahasa Indonesia yang mengajarkan bahasa Jepang. Kalau kita lihat buku Minna No Nihongo yang digunakan oleh banyak kampus, kita pasti akan kesulitan sekali kalau punya buku tersebut tanpa ada terjemahan bahasa Indonesianya. Kenapa? Karena tulisannya adalah tulisan Jepang (Hiragana, Katakana, Kanji) tanpa ada tulisan Indonesianya sama sekali. Terus mau belajar apaan kalau kita bacanya saja ngga bisa? Nah hal ini yang sekarang menjadi PR untuk saya bagaimana saya nantinya bisa mengajar bahasa Jepang dengan baik.

Saya rasa sekian dulu sharing dari saya mengenai seni di dalam mengajar. Ke depannya blog ini akan saya jadikan tempat curahan saya di dalam berpikir atau ketika saya memiliki suatu pemikiran atau ide atau apa pun. Semoga sharing saya bisa bermanfaat dan sampai ketemu lagi.


Baca juga:
  1. Belajar Bahasa Inggris Lewat Film
  2. Tips Merekam Audio Untuk Podcast
  3. Cara Belajar Bahasa Inggris Dengan Baik